{"id":58417,"date":"2026-06-16T23:02:36","date_gmt":"2026-06-16T23:02:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/kolaborasi-pikotaro-dan-mie-nakao-koi-no-sharock-ppap-viral\/"},"modified":"2026-06-16T23:02:36","modified_gmt":"2026-06-16T23:02:36","slug":"kolaborasi-pikotaro-dan-mie-nakao-koi-no-sharock-ppap-viral","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/kolaborasi-pikotaro-dan-mie-nakao-koi-no-sharock-ppap-viral\/","title":{"rendered":"Kolaborasi PIKOTARO dan Mie Nakao Koi no Sharock PPAP Viral"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/17\/1781650646_714825ce72a49d4b3eee.jpg\" alt=\"Kolaborasi PIKOTARO dan Mie Nakao: Koi no Sharock PPAP Viral\"\/><figcaption>Pikotaro (kanan) dan Mie Nakao(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>APA jadinya jika lagu pop klasik Jepang dari 1968 bertabrakan dengan dunia absurd <em>PPAP<\/em>? Jawabannya hadir dalam kolaborasi sureal antara fenomena internet global, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pikotaro\" title=\"Pikotaro\">PIKOTARO<\/a><\/strong>, dengan legenda <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/musik\" title=\"musik\">musik<\/a> Jepang, <strong><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mie-nakao\" title=\"Mie Nakao\">Mie Nakao<\/a><\/strong>.<\/p>\n<p>Melalui proyek terbaru bertajuk <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tottemo-release-808\" title=\"Tottemo Release 80.8\">Tottemo Release 80.8<\/a> (10)<\/em>, keduanya merilis lagu <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/koi-no-sharock-ppap\" title=\"Koi no Sharock PPAP\">Koi no Sharock PPAP<\/a> feat. Mie Nakao<\/em>. Karya ini merupakan interpretasi ulang dari lagu hit Nakao keluaran 1968, <em>Koi no Sharock<\/em>, yang disaring melalui lensa pop kacau namun adiktif khas PIKOTARO. Kolaborasi lintas generasi ini menjadi bagian dari rangkaian menuju perayaan 10 tahun <em>PPAP,<\/em>\u00a0yang jatuh pada tahun ini.<\/p>\n<h2>Misteri Koreografi 58 Tahun Lalu<\/h2>\n<p>Video musik yang baru dirilis ini menampilkan konsep unik dengan menggabungkan koreografi asli <em>Koi no Sharock<\/em>\u00a0dengan gerakan ikonik <em>PPAP<\/em>. Produser Daimaou Kosaka bahkan melontarkan candaan bahwa gerakan <em>PPAP<\/em>\u00a0mungkin sebenarnya sudah eksis sejak 58 tahun yang lalu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/890522\/pikotaro-rilis-tottemo-release-808-09-jelang-10-tahun-ppap\" title=\"PIKOTARO Rilis Tottemo Release 80.8 (09) Jelang 10 Tahun PPAP\" target=\"_blank\">PIKOTARO Rilis Tottemo Release 80.8 (09) Jelang 10 Tahun PPAP<\/a><\/strong><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"\u604b\u306e\u30b7\u30e3\u30ed\u30c3\u30afPPAP feat.\u4e2d\u5c3e\u30df\u30a8 \/ PIKOTARO(\u30d4\u30b3\u592a\u90ce)\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/B7acg1OOq-k?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>&#8220;Apakah tarian <em>PPAP <\/em>sudah ada 58 tahun lalu?! Itu benar. Namun di saat yang sama, ini adalah sesuatu yang serupa tapi berbeda,&#8221; ujar Kosaka menggambarkan penyatuan dua artis dari era yang sangat berbeda tersebut.<\/p>\n<p>Mie Nakao mengungkapkan bahwa ide kolaborasi ini muncul pertama kali di program televisi <em>5ji ni Muchuu!<\/em> saat penonton menyadari kemiripan koreografi kedua lagu tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/874288\/pikotaro-rilis-video-musik-pee-poop-party-people-berlatar-di-museum-tinja-tokyo\" title=\"PIKOTARO Rilis Video Musik Pee Poop Party People, Berlatar di Museum Tinja Tokyo\" target=\"_blank\">PIKOTARO Rilis Video Musik Pee Poop Party People, Berlatar di Museum Tinja Tokyo<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Saat kami mencobanya, ternyata sangat cocok. Saya tidak pernah membayangkan lagu ini akan kembali populer setelah 58 tahun. Saya senang bisa hidup selama ini untuk menyaksikannya,&#8221; ungkap Nakao.<\/p>\n<h2>Dedikasi untuk Roland TR-808 dan Seri Prefektur<\/h2>\n<p>Selain kolaborasi utama, rilisan ke-10 ini juga menyertakan lagu <em>We Love 808<\/em>, sebuah penghormatan bagi mesin drum legendaris Roland TR-808 yang menjadi inspirasi judul proyek <em>Tottemo Release 80.8<\/em>. Lagu ini dipenuhi dengan permainan kata dan ritme repetitif yang menjadi ciri khas PIKOTARO.<\/p>\n<p>Tak berhenti di situ, PIKOTARO melanjutkan seri <em>Prefecture Songs,<\/em>\u00a0yang kali ini menyambangi wilayah Shikoku. Empat prefektur di wilayah tersebut diubah menjadi sketsa musik yang jenaka.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\">\n<h3 style=\"margin-top: 0;\">Detail Rilisan Tottemo Release 80.8 (10)<\/h3>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Lagu Utama<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Koi no Sharock PPAP feat. Mie Nakao<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Lagu Penghormatan<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">We Love 808 (Dedikasi untuk Roland TR-808)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Seri Prefektur (Shikoku)<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tokushima, Kagawa, Ehime, Kochi<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Target Momentum<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Menuju 10 Tahun PPAP (25 Agustus 2026)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Mengenai lagu-lagu bertema Shikoku, PIKOTARO memberikan pesan hangat dengan gaya bicaranya yang khas.<\/p>\n<p>&#8220;Shikoku sangat kaya akan alam dan orang-orangnya hangat, piko. Saya membuat lagu-lagu ini dengan citra tersebut, piko&#8230; tapi entah kenapa orang-orang tidak percaya, piko. Tolong dengarkan mereka, piko,&#8221; tutupnya.<\/p>\n<p>Proyek <em>Tottemo Release 80.8<\/em> merupakan seri rilisan bulanan yang terus berkembang, sebelumnya telah melibatkan kolaborasi dengan artis lain seperti Beverly dan Mina, memperluas semesta PIKOTARO yang tidak terduga bagi para penggemar musik di seluruh dunia. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/901268\/kolaborasi-pikotaro-dan-mie-nakao-koi-no-sharock-ppap-viral\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pikotaro (kanan) dan Mie Nakao(MI\/HO) APA jadinya jika lagu pop klasik Jepang dari 1968 bertabrakan dengan dunia absurd PPAP? Jawabannya hadir dalam kolaborasi sureal antara fenomena internet global, PIKOTARO, dengan legenda musik Jepang, Mie Nakao. Melalui proyek terbaru bertajuk Tottemo Release 80.8 (10), keduanya merilis lagu Koi no Sharock PPAP feat. Mie Nakao. Karya ini [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58418,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58417","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58417","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58417"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58417\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58418"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58417"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58417"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58417"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}