{"id":58308,"date":"2026-06-16T18:09:51","date_gmt":"2026-06-16T18:09:51","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/elpiji-3-kg-langka-di-aceh-ibu-rumah-tangga-berburu-dari-kampung-ke-kampung\/"},"modified":"2026-06-16T18:09:51","modified_gmt":"2026-06-16T18:09:51","slug":"elpiji-3-kg-langka-di-aceh-ibu-rumah-tangga-berburu-dari-kampung-ke-kampung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/elpiji-3-kg-langka-di-aceh-ibu-rumah-tangga-berburu-dari-kampung-ke-kampung\/","title":{"rendered":"Elpiji 3 Kg Langka di Aceh, Ibu Rumah Tangga Berburu dari Kampung ke Kampung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781625217_7167455eae1da2253767.png\" alt=\"Elpiji 3 Kg Langka di Aceh, Ibu Rumah Tangga Berburu dari Kampung ke Kampung\"\/><figcaption>Warga antre elpiji 3 kg di kawasan Kecamatan Delima, Pidie, Aceh.(MI\/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PAGI hari yang biasanya dimulai dengan aktivitas rutin menyalakan kompor kini berubah menjadi kegelisahan bagi banyak ibu rumah tangga di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Sudah dua pekan terakhir, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau yang akrab disapa &#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gas-melon\" title=\"gas melon\">gas melon<\/a>&#8221; mengalami kelangkaan serius, memaksa warga berkeliling dari satu pangkalan ke pangkalan lain.<\/p>\n<p>Berdasarkan pantauan <em>Media Indonesia <\/em>di lapangan, wilayah yang terdampak paling parah oleh kelangkaan bahan bakar bersubsidi ini meliputi Kabupaten Pidie dan Kabupaten Aceh Singkil. Di Kabupaten Pidie, puluhan pangkalan yang biasanya menjadi tumpuan warga kini terpantau kosong melompong.<\/p>\n<p>Demi menjaga asap dapur tetap mengepul, para ibu rumah tangga di Aceh rela menyusuri kampung demi kampung untuk mencari gas elpiji 3 kilogram. Namun, langkah mereka kerap berakhir dengan kekecewaan karena tabung gas melon yang dicari tak kunjung ditemukan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/820986\/tabung-gas-meledak-di-cengkareng-karena-regulator-longgar\" title=\"Tabung Gas Meledak di Cengkareng karena Regulator Longgar\" target=\"_blank\">Tabung Gas Meledak di Cengkareng karena Regulator Longgar<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Beberapa titik yang mengalami krisis distribusi paling signifikan di antaranya adalah\u00a0Kecamatan Indrajaya, Kecamatan Peukan Baro,\u00a0Kecamatan Delima,\u00a0Kecamatan Kota Sigli, dan\u00a0Kecamatan Pidie<\/p>\n<p>&#8220;Sudah sepekan tidak masuk gas elpiji melon. Padahal biasanya tidak sampai berlarut-larut terjadi kelangkaan,&#8221; ujar Ummi, salah seorang pemilik pangkalan elpiji di Garot, Kecamatan Indrajaya, Selasa (16\/6\/2026).<\/p>\n<p>Kelangkaan ini tidak hanya menyulitkan warga dalam mendapatkan barang, tetapi juga memicu lonjakan harga yang tidak terkendali di tingkat pengecer tidak resmi. Di kawasan Kecamatan Kota Sigli, duit yang harus dikeluarkan warga jauh melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/788180\/gas-elpiji-3-kg-di-kalsel-langka-dan-mahal\" title=\"Gas Elpiji 3 Kg di Kalsel Langka dan Mahal\" target=\"_blank\">Gas Elpiji 3 Kg di Kalsel Langka dan Mahal<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #d32f2f; margin: 20px 0;\"><strong>Perbandingan Harga Elpiji 3 Kg di Pidie:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Harga Resmi (HET)<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rp20.000 per tabung<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\"><strong>Harga di Pengecer Liar<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Rp33.000 per tabung<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<p>Meski harga tersebut mencekik kantong masyarakat kecil, warga terpaksa membelinya karena tidak memiliki alternatif bahan bakar lain. Hingga saat ini, belum diketahui secara pasti penyebab tersendatnya pasokan ke pangkalan resmi, sementara stok justru ditemukan di kios-kios tidak resmi dengan harga tinggi.<\/p>\n<h2>Dampak bagi Pelaku Usaha Kecil<\/h2>\n<p>Selain ibu rumah tangga, para pemilik warung makanan juga mulai mengeluhkan kondisi ini. Ketidakpastian pasokan gas melon mengancam keberlangsungan usaha mikro yang sangat bergantung pada bahan bakar bersubsidi untuk menekan biaya operasional.<\/p>\n<p>Warga berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke jalur distribusi untuk memastikan kuota elpiji bersubsidi benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang berhak, bukan justru dipermainkan oleh spekulan di tengah krisis. (MR\/I-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/901199\/elpiji-3-kg-langka-di-aceh-ibu-rumah-tangga-berburu-dari-kampung-ke-kampung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Warga antre elpiji 3 kg di kawasan Kecamatan Delima, Pidie, Aceh.(MI\/AMIRUDDIN ABDULLAH REUBEE) PAGI hari yang biasanya dimulai dengan aktivitas rutin menyalakan kompor kini berubah menjadi kegelisahan bagi banyak ibu rumah tangga di sejumlah wilayah Provinsi Aceh. Sudah dua pekan terakhir, ketersediaan gas elpiji 3 kilogram (kg) atau yang akrab disapa &#8220;gas melon&#8221; mengalami kelangkaan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58309,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58308","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58308","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58308"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58308\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58309"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58308"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58308"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58308"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}