{"id":58052,"date":"2026-06-16T06:48:15","date_gmt":"2026-06-16T06:48:15","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/ilmuwan-berhasil-petakan-jalan-tol-jamur-bawah-tanah-panjangnya-1-miliar-kali-jarak-bumi-ke-matahari\/"},"modified":"2026-06-16T06:48:15","modified_gmt":"2026-06-16T06:48:15","slug":"ilmuwan-berhasil-petakan-jalan-tol-jamur-bawah-tanah-panjangnya-1-miliar-kali-jarak-bumi-ke-matahari","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/ilmuwan-berhasil-petakan-jalan-tol-jamur-bawah-tanah-panjangnya-1-miliar-kali-jarak-bumi-ke-matahari\/","title":{"rendered":"Ilmuwan Berhasil Petakan Jalan Tol Jamur Bawah Tanah, Panjangnya 1 Miliar Kali Jarak Bumi ke Matahari"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781573017_a015c06a92167e3bc01e.jpg\" alt=\"Ilmuwan Berhasil Petakan 'Jalan Tol' Jamur Bawah Tanah, Panjangnya 1 Miliar Kali Jarak Bumi ke Matahari\"\/><figcaption>Para ilmuwan telah mengungkap jaringan jamur tersembunyi yang sangat besar di bawah permukaan Bumi yang secara diam-diam mendukung ekosistem dan membantu mengatur iklim planet ini. (Peta global kepadatan hifa jamur AM.)(Truth &amp; Beauty \/ Moritz Stefaner Justin Stewart &#8211; SPUN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DI bawah permukaan tanah yang kita pijak, terdapat sebuah jaringan raksasa tersembunyi yang menyokong sebagian besar kehidupan di Bumi. Untuk pertama kalinya, para ilmuwan berhasil memetakan &#8220;jalan tol&#8221; bawah tanah yang dibentuk oleh jamur <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mikoriza\" title=\"Mikoriza\">mikoriza<\/a> arbuskular (AM).<\/p>\n<p>Dalam studi yang diterbitkan di jurnal Science, jaringan ini diperkirakan membentang sepanjang 110 kuadriliun kilometer, sebuah jarak fantastis yang setara dengan hampir satu miliar kali jarak dari Bumi ke Matahari. Jaringan berupa benang-benang halus bernama hifa ini mengunci sekitar 300 megaton karbon, atau setara dengan 4 hingga 6 kali lipat total massa seluruh manusia yang hidup saat ini.<\/p>\n<p>&#8220;Sangat sulit untuk melebih-lebihkan pentingnya dan besarnya ukuran jamur-jamur ini,&#8221; kata Dr. Justin Stewart, penulis utama studi dari Society for the Protection of Underground Networks (SPUN). &#8220;Bisa terdapat hingga 10 meter jaringan mikoriza hanya dalam satu sendok teh tanah.&#8221;<\/p>\n<p>Untuk menyusun peta global ini, para peneliti mengompilasi pengukuran dari 16.000 sampel inti tanah di seluruh dunia, lalu menganalisisnya menggunakan model machine-learning. Mereka menemukan bahwa padang rumput menyimpan sekitar 40% dari infrastruktur jamur ini, dengan kepadatan tertinggi diprediksi berada di lahan basah Sudan Selatan, Everglades di Florida, dan Dataran Tinggi Tibet.<\/p>\n<p>Secara ekologis, jaringan jamur ini berfungsi layaknya sistem peredaran darah Bumi. Mereka memindahkan sekitar 4 miliar ton karbon dioksida ke dalam tanah setiap tahunnya, yang setara dengan 11% dari total emisi karbon akibat aktivitas manusia. Jaringan ini juga memperluas area jangkauan akar tanaman hingga 100 kali lipat demi menyuplai air dan nutrisi.<\/p>\n<p>&#8220;Dengan munculnya teknologi baru dalam pencitraan resolusi tinggi, machine-learning, dan robotika, kita mulai mengungkap apa yang selama ini tersembunyi di bawah kaki kita,&#8221; ujar Dr. Corentin Bisot, salah satu penulis utama dan biofisikawan dari AMOLF.<\/p>\n<p>Namun, laporan ini juga membawa kabar buruk. Kepadatan jaringan jamur di lahan pertanian diperkirakan 50% lebih rendah dibandingkan ekosistem liar. Para peneliti memperingatkan bahwa penurunan kepadatan ini dapat merusak kemampuan tanah untuk menyimpan karbon dan menahan stres lingkungan. Lebih memprihatinkan lagi, 95% wilayah keanekaragaman hayati jamur ini berada di luar area yang dilindungi.<\/p>\n<p>Dr. Toby Kiers, Direktur Eksekutif SPUN, menegaskan perlunya tindakan nyata. &#8220;Jamur telah diabaikan dalam iklim dan konservasi terlalu lama. Sekarang adalah waktunya untuk mengubah arah tersebut.&#8221;<\/p>\n<p>Sementara itu, Merlin Sheldrake, seorang ahli biologi yang terlibat dalam studi ini, menilai peta ini sebagai langkah awal yang menarik. Menurutnya, pemahaman atas sistem transportasi planet ini dapat membantu manusia menghadapi berbagai tantangan global masa depan, mulai dari ketahanan pangan hingga perubahan iklim. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900913\/ilmuwan-berhasil-petakan-jalan-tol-jamur-bawah-tanah-panjangnya-1-miliar-kali-jarak-bumi-ke-matahari\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Para ilmuwan telah mengungkap jaringan jamur tersembunyi yang sangat besar di bawah permukaan Bumi yang secara diam-diam mendukung ekosistem dan membantu mengatur iklim planet ini. (Peta global kepadatan hifa jamur AM.)(Truth &amp; Beauty \/ Moritz Stefaner Justin Stewart &#8211; SPUN) DI bawah permukaan tanah yang kita pijak, terdapat sebuah jaringan raksasa tersembunyi yang menyokong sebagian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58053,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58052","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58052","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58052"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58052\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58053"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58052"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58052"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58052"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}