{"id":58034,"date":"2026-06-16T05:58:44","date_gmt":"2026-06-16T05:58:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/mengenal-12-nama-bulan-hijriah-makna-asal-usul-dan-sejarahnya\/"},"modified":"2026-06-16T05:58:44","modified_gmt":"2026-06-16T05:58:44","slug":"mengenal-12-nama-bulan-hijriah-makna-asal-usul-dan-sejarahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/mengenal-12-nama-bulan-hijriah-makna-asal-usul-dan-sejarahnya\/","title":{"rendered":"Mengenal 12 Nama Bulan Hijriah Makna, Asal-usul, dan Sejarahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781589274_a3d5eea2d8e33f020a39.jpg\" alt=\"Mengenal 12 Nama Bulan Hijriah: Makna, Asal-usul, dan Sejarahnya\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KALENDER Hijriah atau penanggalan Islam menggunakan peredaran bulan (qamariyah) sebagai acuannya. Berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari, penamaan bulan dalam kalender Hijriah memiliki akar sejarah yang kuat dari tradisi masyarakat Arab kuno yang kemudian disempurnakan dalam Islam.<\/p>\n<p>Nama-nama bulan ini mencerminkan kondisi alam, kebiasaan sosial, hingga aturan peperangan pada masa itu. Berikut penjelasan mendalam mengenai 12 bulan dalam kalender Hijriah.<\/p>\n<h2>1. Muharam (\u0627\u0644\u0645\u062d\u0631\u0645)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Terlarang atau suci.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/885970\/tahun-baru-islam-2026-diprediksi-17-juni-ini-estimasi-1-muharram-1448-h-dan-metode-penetapannya\" title=\"Tahun Baru Islam 2026 Diprediksi 17 Juni, Ini Estimasi 1 Muharram 1448 H dan Metode Penetapannya\" target=\"_blank\">Tahun Baru Islam 2026 Diprediksi 17 Juni, Ini Estimasi 1 Muharram 1448 H dan Metode Penetapannya<\/a><\/strong><\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Dinamakan Muharam karena pada bulan ini bangsa Arab dilarang keras untuk berperang atau melakukan pertumpahan darah. Muharam adalah salah satu dari empat <i>Asyhurul Hurum<\/i> (bulan-bulan haram\/suci). Segala bentuk kezaliman sangat dilarang\u00a0dan amal kebajikan dilipatgandakan pahalanya.<\/p>\n<h2>2. Safar (\u0635\u0641\u0631)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Kosong, kuning, atau tiupan angin.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Nama Safar diambil dari kata <i>Sifr<\/i> yang berarti kosong. Secara historis, pada bulan ini perkampungan Arab menjadi kosong karena penduduknya pergi merantau, berdagang, atau berperang setelah berakhirnya masa larangan di bulan Muharam. Ada juga pendapat yang menyebutkan Safar merujuk pada musim dedaunan menguning.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/859509\/kemenag-prediksi-awal-ramadan-1447-h-jatuh-19-februari-2026-hormati-penetapan-muhammadiyah-18-februari\" title=\"Kemenag Prediksi Awal Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Hormati Penetapan Muhammadiyah 18 Februari\" target=\"_blank\">Kemenag Prediksi Awal Ramadan 1447 H Jatuh 19 Februari 2026, Hormati Penetapan Muhammadiyah 18 Februari<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>3. Rabiul Awal (\u0631\u0628\u064a\u0639 \u0627\u0644\u0623\u0648\u0644)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Musim semi pertama.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Kata <i>Rabi&#8217;<\/i> berarti menetap atau musim semi. Dinamakan demikian karena saat penamaan bulan ini dilakukan, alam sedang memasuki musim semi saat\u00a0tanaman mulai menghijau dan bunga bermekaran. Bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena merupakan bulan kelahiran Nabi Muhammad SAW.<\/p>\n<h2>4. Rabiul Akhir (\u0631\u0628\u064a\u0639 \u0627\u0644\u0622\u062e\u0631)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Musim semi terakhir.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Merupakan kelanjutan dari musim semi yang dimulai pada bulan sebelumnya. Kata <i>Akhir<\/i> menunjukkan penghujung masa menetap atau berakhirnya musim semi sebelum memasuki musim berikutnya.<\/p>\n<h2>5. Jumadil Awal (\u062c\u0645\u0627\u062f\u0649 \u0627\u0644\u0623\u0648\u0644\u0649)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Masa beku pertama.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Berasal dari kata <i>Jamada<\/i> yang berarti beku atau kering. Penamaan ini merujuk pada kondisi alam di Jazirah Arab yang saat itu mengalami musim dingin yang sangat ekstrem hingga air membeku. Dalam versi lain, musim kekeringan yang membuat tanah menjadi keras.<\/p>\n<h2>6. Jumadil Akhir (\u062c\u0645\u0627\u062f\u0649 \u0627\u0644\u0622\u062e\u0631\u0629)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Masa beku terakhir.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Merupakan bulan penutup bagi musim dingin atau masa kekeringan. Setelah bulan ini berlalu, cuaca biasanya mulai berubah menuju transisi berikutnya.<\/p>\n<h2>7. Rajab (\u0631\u062c\u0628)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Mulia atau mengagungkan.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Berasal dari kata <i>Tarjib<\/i> yang berarti menghormati. Rajab termasuk dalam bulan haram. Bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini dengan melepaskan mata tombak dan berhenti berperang demi menghormati kesucian bulan tersebut.<\/p>\n<h2>8. Syakban (\u0634\u0639\u0628\u0627\u0646)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Berpencar atau berkelompok.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Dinamakan Syakban karena masyarakat Arab biasanya berpencar (<i>tasy&#8217;aba<\/i>) untuk mencari sumber air atau melakukan ekspedisi perdagangan setelah berdiam diri pada bulan suci Rajab. Bulan ini juga menjadi jembatan persiapan menuju Ramadan.<\/p>\n<h2>9. Ramadan (\u0631\u0645\u0636\u0627\u0646)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Panas yang membakar.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Berasal dari kata <i>Ar-Ramad<\/i> yang berarti panas terik matahari. Hal ini merujuk pada kondisi cuaca di Arab yang sangat panas saat bulan ini dinamakan. Secara filosofis, Ramadan dimaknai sebagai bulan untuk membakar dosa-dosa melalui ibadah puasa.<\/p>\n<h2>10. Syawal (\u0634\u0648\u0627\u0644)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Mengangkat atau naik.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Nama ini diambil dari perilaku unta betina yang mengangkat ekornya (<i>syalat adzanabaha<\/i>) karena kekurangan air susu atau sedang musim kawin. Syawal juga dimaknai sebagai bulan peningkatan kualitas ibadah setelah digembleng di bulan Ramadan.<\/p>\n<h2>11. Zulkaidah (\u0630\u0648 \u0627\u0644\u0642\u0639\u062f\u0629)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Pemilik duduk\/istirahat.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Berasal dari kata <i>Qa&#8217;ada<\/i> yang berarti duduk. Bulan ini merupakan awal dari tiga bulan haram yang berurutan. Masyarakat Arab biasanya duduk\u00a0atau berdiam diri di rumah, berhenti berperang, dan mulai mempersiapkan diri untuk perjalanan haji.<\/p>\n<h2>12. Zulhijah (\u0630\u0648 \u0627\u0644\u062d\u062c\u0629)<\/h2>\n<p><strong>Makna:<\/strong> Pemilik haji.<\/p>\n<p><strong>Asal-usul:<\/strong> Sesuai namanya, bulan ini adalah waktu pelaksanaan ibadah haji ke Baitullah. Sejak zaman sebelum Islam hingga sekarang, bulan ini menjadi puncak kunjungan peziarah ke Mekah untuk melaksanakan ritual haji dan kurban.<\/p>\n<p><strong>Catatan Sejarah:<\/strong> Kalender Hijriah secara resmi ditetapkan pada masa Khalifah Umar bin Khattab RA. Momentum yang dijadikan titik awal (tahun 1) adalah peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Mekah ke Madinah, karena peristiwa tersebut merupakan titik balik kemenangan dakwah Islam.<\/p>\n<h3>FAQ: Pertanyaan Umum Seputar Bulan Hijriah<\/h3>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apa saja 4 bulan haram dalam Islam?<\/strong> Muharam, Rajab, Zulkaidah, dan Zulhijah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Mengapa kalender Hijriah lebih pendek dari Masehi?<\/strong> Karena kalender Hijriah berbasis bulan (29-30 hari per bulan), sehingga total setahun sekitar 354-355 hari, lebih pendek 11 hari dari kalender matahari.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Siapa yang memprakarsai nama-nama bulan ini?<\/strong> Nama-nama ini sudah digunakan oleh bangsa Arab sebelum Islam (masa jahiliah). Namun maknanya disempurnakan dan aturannya ditetapkan secara syar&#8217;i setelah Islam datang.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Bulan apa yang paling mulia?<\/strong> Ramadan dikenal sebagai Sayyidusy Syuhur (penghulu bulan).\u00a0Namun empat bulan haram juga memiliki kemuliaan khusus dalam hal larangan berbuat dosa.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900971\/mengenal-12-nama-bulan-hijriah-makna-asal-usul-dan-sejarahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) KALENDER Hijriah atau penanggalan Islam menggunakan peredaran bulan (qamariyah) sebagai acuannya. Berbeda dengan kalender Masehi yang didasarkan pada peredaran matahari, penamaan bulan dalam kalender Hijriah memiliki akar sejarah yang kuat dari tradisi masyarakat Arab kuno yang kemudian disempurnakan dalam Islam. Nama-nama bulan ini mencerminkan kondisi alam, kebiasaan sosial, hingga aturan peperangan pada masa itu. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":58035,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-58034","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58034","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=58034"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/58034\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/58035"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=58034"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=58034"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=58034"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}