{"id":57984,"date":"2026-06-16T03:46:27","date_gmt":"2026-06-16T03:46:27","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/kurang-tidur-saat-masih-kecil-lipat-gandakan-risiko-depresi-saat-remaja\/"},"modified":"2026-06-16T03:46:27","modified_gmt":"2026-06-16T03:46:27","slug":"kurang-tidur-saat-masih-kecil-lipat-gandakan-risiko-depresi-saat-remaja","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/kurang-tidur-saat-masih-kecil-lipat-gandakan-risiko-depresi-saat-remaja\/","title":{"rendered":"Kurang Tidur Saat Masih Kecil Lipat Gandakan Risiko Depresi Saat Remaja"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781565244_dfbb369c8f1c6639d881.jpg\" alt=\"Kurang Tidur Saat Masih Kecil Lipat Gandakan Risiko Depresi Saat Remaja\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KUALITAS tidur pada masa kanak-kanak ternyata berdampak besar bagi kesehatan mental di masa depan. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur yang buruk berisiko jauh lebih tinggi didiagnosis menderita depresi ketika mereka beranjak remaja.<\/p>\n<p>Tim akademisi dari University of Birmingham meneliti data lebih dari 15.000 anak. Para peneliti memantau durasi tidur peserta sejak bayi (usia 6, 18, dan 30 bulan) hingga masa kanak-kanak (usia 3,5 sampai 7 tahun). Selanjutnya, kondisi kesehatan mental mereka dipantau kembali melalui laporan mandiri terkait gejala depresi pada rentang usia 12 hingga 22 tahun.<\/p>\n<p>Hasilnya mengejutkan. Anak-anak yang memiliki pola tidur lebih pendek secara terus-menerus sejak usia 6 bulan hingga 7 tahun, memiliki risiko dua kali lipat mengalami depresi berat saat memasuki usia remaja hingga dewasa muda (13\u201322 tahun).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895759\/deteksi-dini-kesehatan-mental-anak-mulai-dari-orangtua-dan-sekolah\" title=\"Deteksi Dini Kesehatan Mental Anak Mulai dari Orangtua dan Sekolah\" target=\"_blank\">Deteksi Dini Kesehatan Mental Anak Mulai dari Orangtua dan Sekolah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dr. Isabel Morales-Mu\u00f1oz, peneliti utama studi ini, menjelaskan meskipun angka risikonya terdengar besar, gangguan tidur kronis ini sebenarnya hanya memengaruhi sebagian kecil anak di dalam penelitian. Namun, ia menekankan pentingnya intervensi dini.<\/p>\n<p>&#8220;Tidur merupakan salah satu elemen masa kanak-kanak yang dapat diperbaiki tanpa memerlukan intervensi medis. Upaya untuk mengatasi masalah kurang tidur yang terus-menerus selama masa kanak-kanak akan memberikan banyak manfaat, termasuk mengatasi potensi risiko kesehatan mental,&#8221; ujar Dr. Morales-Mu\u00f1oz.<\/p>\n<p>Kabar baiknya, pola tidur adalah faktor yang bisa diubah dan disesuaikan orangtua. Beberapa langkah yang disarankan antara lain menerapkan jam tidur yang konsisten, mengurangi screen time sebelum tidur, memastikan anak tetap aktif secara fisik di siang hari, serta menciptakan suasana kamar tidur yang tenang.<\/p>\n<p>&#8220;Saya tahu hal-hal tersebut terkadang tidak mudah dilakukan, tetapi terkadang cara itu jauh lebih mudah daripada harus mengobati gejala emosional (depresi) nantinya,&#8221; tambah Dr. Morales-Mu\u00f1oz.<\/p>\n<p>Selain itu, penelitian ini juga melihat adanya jalur biologis seperti peradangan (inflammation) dalam tubuh yang dipicu oleh kurang tidur kronis, yang kemudian berkontribusi pada gangguan mental jangka panjang. Oleh karena itu, memperbaiki kebiasaan dan rutinitas tidur anak sejak dini dinilai dapat memutus efek buruk tersebut. (People\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900879\/kurang-tidur-saat-masih-kecil-lipat-gandakan-risiko-depresi-saat-remaja\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) KUALITAS tidur pada masa kanak-kanak ternyata berdampak besar bagi kesehatan mental di masa depan. Sebuah studi terbaru mengungkapkan bahwa anak-anak yang memiliki kebiasaan tidur yang buruk berisiko jauh lebih tinggi didiagnosis menderita depresi ketika mereka beranjak remaja. Tim akademisi dari University of Birmingham meneliti data lebih dari 15.000 anak. Para peneliti memantau durasi tidur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57985,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57984","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57984","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57984"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57984\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57985"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57984"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57984"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57984"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}