{"id":57974,"date":"2026-06-16T03:20:30","date_gmt":"2026-06-16T03:20:30","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/sisa-sisa-ledakan-supernova-ditemukan-dekat-jantung-galaksi-bima-sakti\/"},"modified":"2026-06-16T03:20:30","modified_gmt":"2026-06-16T03:20:30","slug":"sisa-sisa-ledakan-supernova-ditemukan-dekat-jantung-galaksi-bima-sakti","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/sisa-sisa-ledakan-supernova-ditemukan-dekat-jantung-galaksi-bima-sakti\/","title":{"rendered":"Sisa-Sisa Ledakan Supernova Ditemukan Dekat Jantung Galaksi Bima Sakti"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781579558_28b076ee4f00c6044730.jpg\" alt=\"Sisa-Sisa Ledakan Supernova Ditemukan Dekat Jantung Galaksi Bima Sakti\"\/><figcaption>Teleskop Chandra milik NASA mendeteksi puing-puing supernova yang melaju 3,2 juta km\/jam di dekat Sagittarius A*, lubang hitam pusat Bima Sakti.(NASA\/CXC\/UCLA\/Z. Zhu et al.; ESA\/XMM-Newton; Optical: PanSTARRS; Radio: MeerKAT; Image Processing: NASA\/CXC\/SAO\/L. Frattare and P. Edmonds)<\/figcaption><\/figure>\n<p>WAHANA antariksa sinar-X milik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a>, Chandra, berhasil mendeteksi puing-puing sisa ledakan bintang mati (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/supernova\" title=\"supernova\">supernova<\/a>) di lokasi yang sangat dekat dengan pusat galaksi kita. Puing-puing kosmik ini ditemukan berada di sekitar lubang hitam supermasif yang menjadi jantung Galaksi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bima-sakti\" title=\"Bima Sakti\">Bima Sakti<\/a>, Sagittarius A* (Sgr A*), berjarak sekitar 26.000 tahun cahaya dari Bumi.<\/p>\n<p>Para astronom yang terlibat dalam penemuan ini memperkirakan bahwa bintang yang menjadi asal-usul puing tersebut meledak sekitar 1.700 tahun yang lalu. Penemuan ini resmi menjadi sisa-sisa kehancuran supernova terdekat yang pernah ditemukan dari lubang hitam pusat kita.<\/p>\n<p>Puing-puing tersebut terletak di dalam sebuah gelembung gas hidrogen terionisasi yang memancarkan gelombang radio kuat, sebuah wilayah yang dinamakan Sagittarius C (Sgr C). Teleskop Chandra, yang bekerja sama dengan teleskop luar angkasa XMM-Newton milik ESA, menangkap sisa ledakan ini sebagai sebuah &#8220;gumpalan&#8221; sinar-X yang terang. Luar biasanya, cangkang material yang dimuntahkan oleh ledakan purba tersebut terdeteksi masih bergerak dengan kecepatan fantastis, yakni mencapai 3,2 juta kilometer per jam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/846092\/lewat-james-webb-nasa-amati-supernova-paling-awal-dan-jauh-di-alam-semesta\" title=\"Lewat James Webb, NASA Amati Supernova Paling Awal dan Jauh di Alam Semesta\" target=\"_blank\">Lewat James Webb, NASA Amati Supernova Paling Awal dan Jauh di Alam Semesta<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penemuan sisa-sisa supernova seperti ini memiliki peran krusial bagi para ilmuwan untuk memahami pengayaan kimiawi di dalam galaksi. Ketika sebuah bintang masif meledak, mereka melontarkan elemen-elemen berat yang sebelumnya mereka tempa dari hidrogen dan helium ke ruang angkasa di sekitarnya.<\/p>\n<p>Elemen-elemen berat inilah yang nantinya akan bercampur dengan awan gas dan debu antarbintang. Seiring berjalannya waktu, wilayah yang dingin dan padat pada awan molekul tersebut runtuh akibat gravitasinya sendiri, lalu melahirkan generasi bintang baru serta membentuk planet-planet di sekitarnya.<\/p>\n<p>Meski demikian, para ilmuwan mencatat masih ada sedikit teka-teki di balik penemuan ini. Tim peneliti belum menemukan peningkatan jumlah elemen berat yang biasanya dilepaskan secara masif oleh bintang yang meledak.<\/p>\n<p>Ada dua kemungkinan terkait kondisi tersebut. Pertama, material sisa ledakan kemungkinan sudah sepenuhnya bercampur dengan gas dan debu di sekitarnya. Kedua, ada hipotesis alternatif yang menyebut bahwa gumpalan sinar-X itu bukanlah hasil dari supernova, melainkan gas yang dipanaskan oleh gugusan bintang muda yang masif di wilayah tersebut. Namun, tim peneliti menilai kemungkinan kedua sangat kecil karena pancaran sinar-X yang terdeteksi di Sgr C ini sepuluh kali lipat lebih terang daripada emisi tipikal gugusan bintang muda.<\/p>\n<p>Studi mendalam mengenai fenomena astronomi ini telah resmi diterbitkan dalam jurnal ilmiah The Astrophysical Journal. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/900934\/sisa-sisa-ledakan-supernova-ditemukan-dekat-jantung-galaksi-bima-sakti\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teleskop Chandra milik NASA mendeteksi puing-puing supernova yang melaju 3,2 juta km\/jam di dekat Sagittarius A*, lubang hitam pusat Bima Sakti.(NASA\/CXC\/UCLA\/Z. Zhu et al.; ESA\/XMM-Newton; Optical: PanSTARRS; Radio: MeerKAT; Image Processing: NASA\/CXC\/SAO\/L. Frattare and P. Edmonds) WAHANA antariksa sinar-X milik NASA, Chandra, berhasil mendeteksi puing-puing sisa ledakan bintang mati (supernova) di lokasi yang sangat dekat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57975,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57974","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57974","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57974"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57974\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57975"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57974"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57974"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57974"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}