{"id":57958,"date":"2026-06-16T02:33:36","date_gmt":"2026-06-16T02:33:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/eddy-tansil-buron-legendaris-30-tahun-yang-asetnya-disita-negara\/"},"modified":"2026-06-16T02:33:36","modified_gmt":"2026-06-16T02:33:36","slug":"eddy-tansil-buron-legendaris-30-tahun-yang-asetnya-disita-negara","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/16\/eddy-tansil-buron-legendaris-30-tahun-yang-asetnya-disita-negara\/","title":{"rendered":"Eddy Tansil Buron Legendaris 30 Tahun yang Asetnya Disita Negara"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/16\/1781576723_cba89f52af3eca81acff.jpg\" alt=\"Eddy Tansil Buron Legendaris 30 Tahun yang Asetnya Disita Negara\"\/><figcaption>KORUPTOR 1,3 TRILIUN YANG KABUR DARI INDONESIA Eddy Tansil(dok.MI)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/eddy-tansil\" title=\"Eddy Tansil\">EDDY Tansil<\/a> tercatat sebagai salah satu buron yang belum berhasil ditangkap selama 30 tahun. Pelariannya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang pada tahun 1996 terkait kasus yang menimbulkan keuangan negara fantastis akibat skandal kredit macet Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo).<\/p>\n<h2>Profil dan Skandal Bapindo 1994<\/h2>\n<p>Eddy Tansil, pemilik grup Golden Key, terjerat kasus korupsi setelah mendapatkan kredit dari Bapindo sebesar US$430 juta (sekitar Rp1,3 triliun pada kurs saat itu) melalui pembukaan <i>Letter of Credit<\/i> (L\/C). Proyek pembangunan pabrik petrokimia yang dijanjikan ternyata fiktif, dan dana tersebut diselewengkan.<\/p>\n<p>Pada tahun 1994, Pengadilan Negeri Jakarta Pusat menjatuhkan vonis 20 tahun penjara, denda Mata Uang Rupiah sebesar 30 juta, serta kewajiban membayar uang pengganti sebesar Rp500 miliar. Namun, baru menjalani dua tahun masa hukuman, Eddy Tansil berhasil melarikan diri secara misterius dari penjara.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/900673\/kejaksaan-agung-usul-tambahan-anggaran-rp2815-triliun-pada-2027\" title=\"Kejaksaan Agung Usul Tambahan Anggaran Rp28,15 Triliun pada 2027\" target=\"_blank\">Kejaksaan Agung Usul Tambahan Anggaran Rp28,15 Triliun pada 2027<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Upaya Penyitaan Aset Negara<\/h2>\n<p>Pemerintah Indonesia melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kejaksaan-agung\" title=\"Kejaksaan Agung\">Kejaksaan Agung<\/a> terus berupaya melakukan pengejaran terhadap aset-asetnya. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi pemulihan kerugian keuangan negara.\u00a0Badan Pemulihan Aset (BPA) Kejaksaan Agung telah menyerahkan sejumlah aset milik Bos PT Golden Key Group (PT GKG), Eddy Tansil, selaku terpidana kasus pembobolan uang negara sebesar US$430 juta atau sekitar Rp1,3 triliun. Aset yang diserahkan itu berupa uang tunai Rp51,6 miliar, 20 bidang tanah, vila, hingga pabrik. Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengapresiasi Kejagung yang berhasil menelusuri <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aset-eddy-tansil\" title=\"Aset Eddy Tansil\">aset Eddy Tansil<\/a> sebesar Rp51,6 miliar.<\/p>\n<p>&#8220;Kasus Eddy Tansil yang telah lama menjadi ingatan publik, uangnya masih bisa diperoleh lagi,&#8221; ucap Purbaya di Kejaksaan Agung, kemarin (15\/6). Turut hadir Jaksa Agung ST Burhanuddin dan\u00a0Ketua Lembaga Pelindungan Saksi dan Korban (LPSK) Achmadi,<\/p>\n<h3>Daftar Aset Eddy Tansil yang Diselamatkan Negara<\/h3>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Uang tunai sejumlah Rp51.682.537.548.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>1 bidang tanah seluas 1.550 meter persegi (m2) dan 4 bangunan villa di Desa Megamendung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>1 bidang tanah seluas 26.403 m\u00b2 dan bangunan pabrik PT Rimba Subur Sejahtera (ex pabrik Becks Beer) di Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>1 bidang tanah seluas 26.403 m\u00b2 dan bangunan pabrik PT Rimba Subur Sejahtera (ex pabrik Becks Beer) di Tlajung Udik, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>18 bidang tanah kosong di Desa Argawana, Kecamatan Bojonegoro, Kabupaten Serang, Banten (diperoleh sejak tahun 2025).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>(H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/900921\/eddy-tansil-buron-legendaris-30-tahun-yang-asetnya-disita-negara\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KORUPTOR 1,3 TRILIUN YANG KABUR DARI INDONESIA Eddy Tansil(dok.MI) EDDY Tansil tercatat sebagai salah satu buron yang belum berhasil ditangkap selama 30 tahun. Pelariannya dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang pada tahun 1996 terkait kasus yang menimbulkan keuangan negara fantastis akibat skandal kredit macet Bank Pembangunan Indonesia (Bapindo). Profil dan Skandal Bapindo 1994 Eddy Tansil, pemilik [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}