{"id":57725,"date":"2026-06-15T15:21:20","date_gmt":"2026-06-15T15:21:20","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/sering-makan-nasi-waspadai-lonjakan-gula-darah-dan-simak-cara-mencegahnya\/"},"modified":"2026-06-15T15:21:20","modified_gmt":"2026-06-15T15:21:20","slug":"sering-makan-nasi-waspadai-lonjakan-gula-darah-dan-simak-cara-mencegahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/sering-makan-nasi-waspadai-lonjakan-gula-darah-dan-simak-cara-mencegahnya\/","title":{"rendered":"Sering Makan Nasi Waspadai Lonjakan Gula Darah dan Simak Cara Mencegahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781536637_25058452a9da67edc96d.jpeg\" alt=\"Sering Makan Nasi? Waspadai Lonjakan Gula Darah dan Simak Cara Mencegahnya\"\/><figcaption>Simak tips menekan lonjakan gula darah saat makan nasi.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasi\" title=\"Nasi\">NASI<\/a> tetap menjadi primadona di meja makan masyarakat Indonesia, namun kekhawatiran akan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lonjakan-gula-darah\" title=\"lonjakan gula darah\">lonjakan gula darah<\/a> sering kali membayangi para konsumennya. Untuk menyiasati hal tersebut, terdapat sejumlah metode efektif guna menekan dampak glukosa tanpa harus menghilangkan nasi dari menu harian.<\/p>\n<p>Sebagai sumber karbohidrat utama, nasi akan dipecah tubuh menjadi glukosa untuk energi. Namun, konsumsi yang tidak tepat berisiko memicu lonjakan gula darah, terutama bagi kelompok berisiko <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/diabetes\" title=\"diabetes\">diabetes<\/a>. Mengutip informasi dari laman<em> Azko.id <\/em>pada Senin (15\/6), langkah pertama yang disarankan adalah beralih ke jenis beras kaya serat seperti <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/beras-merah\" title=\"Beras merah\">beras merah<\/a> atau organik.<\/p>\n<p>Beras merah memiliki <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indeks-glikemik\" title=\"indeks glikemik\">indeks glikemik<\/a> yang lebih rendah dibandingkan beras putih. Kandungan seratnya terbukti mampu memperlambat penyerapan glukosa ke dalam aliran darah. Bagi yang belum terbiasa, pencampuran beras merah dan putih secara bertahap bisa menjadi solusi awal.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/687175\/penderita-diabetes-tidak-boleh-makan-nasi-sama-sekali-mitos-atau-fakta\" title=\"Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Nasi Sama Sekali, Mitos atau Fakta?\" target=\"_blank\">Penderita Diabetes Tidak Boleh Makan Nasi Sama Sekali, Mitos atau Fakta?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain pemilihan jenis beras, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/teknik-memasak\" title=\"teknik memasak\">teknik memasak<\/a> dan penyajian juga memegang peranan krusial:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Menambah Biji-bijian: Mengombinasikan beras dengan <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/multigrain\" title=\"multigrain\">multigrain<\/a><\/em> seperti quinoa, oat, atau jagung dapat meningkatkan nilai gizi dan menurunkan indeks glikemik secara keseluruhan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Membentuk Pati Resisten: Teknik merendam beras sebelum dimasak atau menambahkan sedikit minyak kelapa saat memasak dapat membantu pembentukan pati resisten (<em>resistant starch<\/em>) yang lebih sulit dicerna tubuh.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Metode Pendinginan: Mendinginkan nasi matang atau menyimpannya di lemari pendingin sebelum dipanaskan kembali diketahui dapat mengubah struktur pati menjadi lebih lambat diserap darah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Inovasi Teknologi: Penggunaan <em>rice cooker low sugar<\/em> yang memisahkan air rebusan pati juga menjadi alternatif populer untuk mengurangi kadar gula pada nasi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Pakar kesehatan juga menekankan pentingnya kontrol porsi, dengan acuan sekitar 100 hingga 150 gram per porsi makan. Nasi sebaiknya tidak dikonsumsi tunggal, melainkan didampingi protein seperti ikan atau tahu, serta sayuran hijau untuk menjaga keseimbangan nutrisi.<\/p>\n<p>Perlu diingat bahwa kandungan karbohidrat dalam nasi tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Berbagai metode di atas merupakan upaya mitigasi untuk menjaga stabilitas gula darah. Pola makan seimbang yang disertai olahraga rutin tetap menjadi kunci utama dalam menjaga kesehatan metabolik jangka panjang. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900832\/sering-makan-nasi-waspadai-lonjakan-gula-darah-dan-simak-cara-mencegahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Simak tips menekan lonjakan gula darah saat makan nasi.(Dok. Magnific) NASI tetap menjadi primadona di meja makan masyarakat Indonesia, namun kekhawatiran akan lonjakan gula darah sering kali membayangi para konsumennya. Untuk menyiasati hal tersebut, terdapat sejumlah metode efektif guna menekan dampak glukosa tanpa harus menghilangkan nasi dari menu harian. Sebagai sumber karbohidrat utama, nasi akan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57726,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57725","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57725","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57725"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57725\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57726"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57725"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57725"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57725"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}