{"id":57723,"date":"2026-06-15T15:15:45","date_gmt":"2026-06-15T15:15:45","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/tren-tooth-gem-viral-mengenal-aksesori-gigi-populer-di-kalangan-gen-z\/"},"modified":"2026-06-15T15:15:45","modified_gmt":"2026-06-15T15:15:45","slug":"tren-tooth-gem-viral-mengenal-aksesori-gigi-populer-di-kalangan-gen-z","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/tren-tooth-gem-viral-mengenal-aksesori-gigi-populer-di-kalangan-gen-z\/","title":{"rendered":"Tren Tooth Gem Viral Mengenal Aksesori Gigi Populer di Kalangan Gen Z"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781520944_6ef87b3efdc5aef68bd6.jpg\" alt=\"Tren Tooth Gem Viral: Mengenal Aksesori Gigi Populer di Kalangan Gen Z\"\/><figcaption>Ilustrasi, gigi.(Dok. Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DUNIA kecantikan dan gaya hidup terus berputar, melahirkan tren unik yang terkadang melampaui batas konvensional. Salah satu yang kini tengah naik daun dan menjadi perbincangan hangat di media sosial adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tooth-gem\" title=\"Tooth gem\">tooth gem<\/a> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perhiasan-gigi\" title=\"perhiasan gigi\">perhiasan gigi<\/a>. Tren ini kembali populer, terutama di kalangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gen-z\" title=\"gen z\">Gen Z<\/a> yang gemar mengeksplorasi estetika retro tahun 90-an dan Y2K.<\/p>\n<p>Tooth gem bukan sekadar aksesori biasa; ia adalah pernyataan gaya (<em>fashion statement<\/em>) yang memberikan kilau tambahan pada senyuman seseorang. Namun, di balik estetikanya yang menarik, ada beberapa hal yang perlu dipahami mengenai prosedur, keamanan, dan perawatannya.<\/p>\n<h2>Apa Itu Tooth Gem?<\/h2>\n<p>Tooth gem adalah perhiasan kecil berupa kristal, batu mulia, atau logam mulia (seperti emas atau perak) yang ditempelkan pada permukaan gigi. Berbeda dengan tindik (<em>piercing<\/em>), pemasangan tooth gem tidak melibatkan pengeboran atau pelubangan struktur gigi. Perhiasan ini direkatkan menggunakan bahan perekat khusus medis yang serupa dengan lem untuk pemasangan behel (braket gigi).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897549\/saat-skincare-dan-olahraga-jadi-tren-kesehatan-gigi-masih-sering-terlupakan\" title=\"Saat Skincare dan Olahraga Jadi Tren, Kesehatan Gigi Masih Sering Terlupakan\" target=\"_blank\">Saat Skincare dan Olahraga Jadi Tren, Kesehatan Gigi Masih Sering Terlupakan<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Mengapa Viral di Kalangan Gen Z?<\/h2>\n<p>Popularitas tooth gem didorong oleh beberapa faktor utama yang sangat relevan dengan budaya Gen Z saat ini:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Estetika Y2K: Kebangkitan tren mode awal tahun 2000-an membawa kembali aksesori yang mencolok dan berkilau.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Ekspresi Diri: Gen Z dikenal sangat menghargai keunikan individu. Tooth gem menawarkan cara baru untuk menonjolkan identitas diri melalui senyuman.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Pengaruh Selebritas: Banyak ikon pop dan <em>influencer<\/em> global yang memamerkan kilau gigi mereka di karpet merah maupun konten TikTok, yang kemudian memicu gelombang tren secara masif.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Prosedur Pemasangan yang Aman<\/h2>\n<p>Meskipun banyak tersedia paket pemasangan mandiri (<em>DIY kit<\/em>) di pasaran, para ahli sangat menyarankan agar pemasangan dilakukan oleh profesional. Berikut adalah tahapan umum yang dilakukan:<\/p>\n<ol>&#13;<\/p>\n<li>Pembersihan: Permukaan gigi dibersihkan secara mendalam untuk memastikan tidak ada plak atau kotoran yang menghalangi perekat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Etsa Gigi: Penggunaan bahan kimia ringan untuk menciptakan tekstur mikroskopis pada email gigi agar lem menempel kuat.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Aplikasi Perekat: Lem khusus medis (<em>bonding agent<\/em>) dioleskan pada gigi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Penyinaran: Menggunakan lampu LED atau sinar UV untuk mengeraskan perekat sehingga perhiasan terkunci dengan aman.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ol>\n<p>Hindari memasang tooth gem sendiri di rumah menggunakan lem instan atau lem kerajinan. Bahan kimia non-medis dapat merusak email gigi secara permanen dan menyebabkan iritasi pada gusi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900333\/studi-kaspersky-50-persen-pelaku-kekerasan-online-berasal-dari-lingkaran-terdekat\" title=\"Studi Kaspersky: 50 Persen Pelaku Kekerasan Online Berasal dari Lingkaran Terdekat\" target=\"_blank\">Studi Kaspersky: 50 Persen Pelaku Kekerasan Online Berasal dari Lingkaran Terdekat<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Risiko dan Hal yang Perlu Diperhatikan<\/h2>\n<p>Sebelum memutuskan untuk mengikuti tren ini, pertimbangkan beberapa risiko kesehatan berikut:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Risiko \/ Dampak<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Akumulasi Plak<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Sisa makanan mudah tersangkut di sekitar perhiasan, meningkatkan risiko karies (lubang gigi).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Iritasi Mulut<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Bagian tepi perhiasan yang tajam dapat menggores bagian dalam bibir atau pipi.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Kerusakan Email<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Jika dilepas secara paksa tanpa bantuan profesional, lapisan pelindung gigi bisa ikut terkikis.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Tips Merawat Tooth Gem<\/h2>\n<p>Agar gigi tetap sehat dan perhiasan bertahan lama (biasanya 6 bulan hingga 1 tahun), lakukan langkah-langkah berikut:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Tetap menyikat gigi secara rutin dua kali sehari, namun lakukan dengan lembut di area sekitar perhiasan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Gunakan <em>dental floss<\/em> untuk membersihkan sela-sela gigi.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Hindari mengonsumsi makanan yang terlalu keras atau lengket tepat di area gigi yang dipasang aksesori.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Lakukan pemeriksaan rutin ke dokter gigi untuk memastikan tidak ada pembusukan di bawah atau di sekitar perhiasan.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Tooth gem adalah cara yang menyenangkan dan estetis untuk mempercantik penampilan, terutama bagi mereka yang ingin tampil beda. Namun, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-gigi\" title=\"kesehatan gigi\">kesehatan gigi<\/a> tetap harus menjadi prioritas utama. Pastikan untuk melakukan prosedur ini di klinik yang terpercaya dan selalu menjaga kebersihan mulut agar kilau senyuman Anda tidak berujung pada masalah kesehatan di masa depan.<\/p>\n<p>(H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900734\/tren-tooth-gem-viral-mengenal-aksesori-gigi-populer-di-kalangan-gen-z\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi, gigi.(Dok. Magnific) DUNIA kecantikan dan gaya hidup terus berputar, melahirkan tren unik yang terkadang melampaui batas konvensional. Salah satu yang kini tengah naik daun dan menjadi perbincangan hangat di media sosial adalah tooth gem atau perhiasan gigi. Tren ini kembali populer, terutama di kalangan Gen Z yang gemar mengeksplorasi estetika retro tahun 90-an dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57724,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57723","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57723","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57723"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57723\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57724"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57723"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57723"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57723"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}