{"id":57636,"date":"2026-06-15T11:23:39","date_gmt":"2026-06-15T11:23:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/ekovokasi-ditawarkan-sebagai-solusi-ketimpangan-urbanisasi-di-kota-besar\/"},"modified":"2026-06-15T11:23:39","modified_gmt":"2026-06-15T11:23:39","slug":"ekovokasi-ditawarkan-sebagai-solusi-ketimpangan-urbanisasi-di-kota-besar","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/ekovokasi-ditawarkan-sebagai-solusi-ketimpangan-urbanisasi-di-kota-besar\/","title":{"rendered":"Ekovokasi Ditawarkan sebagai Solusi Ketimpangan Urbanisasi di Kota Besar"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781522305_d9c6900e5391b8418347.jpeg\" alt=\"Ekovokasi Ditawarkan sebagai Solusi Ketimpangan Urbanisasi di Kota Besar\"\/><figcaption>Syaifudin pada Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Sekolah Pascasarjana UNJ.(UNJ)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ketimpangan\" title=\"ketimpangan\">Ketimpangan<\/a> yang muncul akibat proses <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/urbanisasi\" title=\"Urbanisasi\">urbanisasi<\/a> di kota-kota besar membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan hak-hak kelompok rentan. Menjawab tantangan tersebut, konsep Ekovokasi (Ekosistem Advokasi-Vokasi) ditawarkan sebagai model transformatif untuk memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan pemulihan martabat perempuan migran yang terpinggirkan dalam kehidupan perkotaan.<\/p>\n<p>Gagasan tersebut lahir dari penelitian doktoral Syaifudin pada Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Jakarta (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/unj\" title=\"UNJ\">UNJ<\/a>). Penelitian itu berhasil mengantarkannya meraih gelar doktor dengan predikat pujian dan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) sempurna 4,00 dalam sidang promosi yang digelar di Auditorium Sekolah Pascasarjana UNJ, Senin (15\/6).<\/p>\n<p>Melalui <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/disertasi\" title=\"Disertasi\">disertasi<\/a> berjudul <em>Dari Urbanisasi ke Ekovokasi: Rekonstruksi Hak Atas Kota bagi Perempuan Migran dalam Jeratan Prostitusi Perkotaan<\/em>, penelitian tersebut mengkaji dampak urbanisasi yang tidak selalu menghadirkan kesempatan yang setara bagi seluruh warga, khususnya perempuan migran di kawasan perkotaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899640\/labschool-hadirkan-model-pendidikan-unggul-berbasis-inovasi-dan-karakter\" title=\"Labschool Hadirkan Model Pendidikan Unggul Berbasis Inovasi dan Karakter\" target=\"_blank\">Labschool Hadirkan Model Pendidikan Unggul Berbasis Inovasi dan Karakter<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dengan pendekatan kualitatif berparadigma kritis yang memadukan wawancara mendalam, observasi lapangan, dan studi dokumen kebijakan, penelitian tersebut menemukan bahwa urbanisasi, ketimpangan pembangunan, dan lemahnya perlindungan sosial telah mendorong sebagian perempuan migran masuk ke sektor informal berisiko, termasuk prostitusi perkotaan.<\/p>\n<p>Temuan penelitian menunjukkan bahwa orientasi pembangunan kota yang lebih menitikberatkan pada pertumbuhan ekonomi dan kapitalisasi ruang telah melahirkan segregasi sosial maupun spasial. Kondisi ini berdampak pada terbatasnya akses kelompok rentan terhadap pekerjaan yang layak, perlindungan sosial, serta kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidup. Fenomena tersebut disebut sebagai urbanization of inequality, yakni proses urbanisasi yang justru memperkuat dan mereproduksi ketimpangan sosial di wilayah perkotaan.<\/p>\n<p>Penelitian ini juga mengidentifikasi adanya fenomena disconnected citizenship, yaitu situasi ketika perempuan migran secara administratif diakui sebagai warga kota, tetapi belum memperoleh akses yang setara terhadap hak-hak sosial, ekonomi, dan politik secara substantif. Akibatnya, mereka tetap berada dalam posisi rentan dan sulit keluar dari lingkaran kemiskinan maupun marginalisasi sosial.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898685\/unj-dan-billy-mambrasar-kembangkan-pendidikan-sdm-papua\" title=\"UNJ dan Billy Mambrasar Kembangkan Pendidikan SDM Papua\" target=\"_blank\">UNJ dan Billy Mambrasar Kembangkan Pendidikan SDM Papua<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sebagai jawaban atas persoalan tersebut, konsep Ekovokasi dikembangkan dengan mengintegrasikan berbagai aspek, mulai dari advokasi sosial, rehabilitasi sosial, jaminan sosial, perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, hingga penguatan keterampilan vokasional. Pendekatan ini diharapkan mampu menjadi instrumen pemulihan yang lebih komprehensif bagi kelompok rentan di kawasan perkotaan.<\/p>\n<p>Menurut Syaifudin, pembangunan kota yang berkelanjutan harus menempatkan manusia sebagai pusat pembangunan. Kota yang inklusif, kata dia, tidak hanya menyediakan ruang fisik bagi penduduknya, tetapi juga menjamin akses terhadap pekerjaan yang layak, perlindungan sosial, serta kesempatan hidup yang bermartabat. Ia berharap konsep Ekovokasi dapat menjadi alternatif pendekatan dalam memperjuangkan hak-hak perempuan migran yang selama ini kerap terpinggirkan dalam proses urbanisasi.<\/p>\n<p>Dari sisi akademik, penelitian ini menawarkan kebaruan melalui rekonstruksi kerangka teoritik Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) dengan memasukkan konsep Ekovokasi sebagai instrumen analisis sekaligus solusi. Temuan tersebut juga memperluas kajian mengenai hak atas kota, kewargaan, gender, dan lingkungan hidup dalam konteks urbanisasi kontemporer.<\/p>\n<p>Melalui konsep tersebut, pembangunan perkotaan diharapkan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mampu menghadirkan keadilan sosial dan perlindungan yang lebih kuat bagi kelompok masyarakat yang selama ini berada di pinggiran pembangunan. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900739\/ekovokasi-ditawarkan-sebagai-solusi-ketimpangan-urbanisasi-di-kota-besar\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Syaifudin pada Program Studi Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan Hidup (PKLH) Sekolah Pascasarjana UNJ.(UNJ) Ketimpangan yang muncul akibat proses urbanisasi di kota-kota besar membutuhkan pendekatan yang tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik, tetapi juga pemulihan hak-hak kelompok rentan. Menjawab tantangan tersebut, konsep Ekovokasi (Ekosistem Advokasi-Vokasi) ditawarkan sebagai model transformatif untuk memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan ekonomi, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57637,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57636","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57636","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57636"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57636\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57637"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57636"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57636"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57636"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}