{"id":57590,"date":"2026-06-15T09:25:58","date_gmt":"2026-06-15T09:25:58","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/jerman-sebut-indonesia-pilar-stabilitas-asean\/"},"modified":"2026-06-15T09:25:58","modified_gmt":"2026-06-15T09:25:58","slug":"jerman-sebut-indonesia-pilar-stabilitas-asean","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/jerman-sebut-indonesia-pilar-stabilitas-asean\/","title":{"rendered":"Jerman Sebut Indonesia Pilar Stabilitas ASEAN"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781515301_09a6c785c9eee25b2c0a.png\" alt=\"Jerman Sebut Indonesia Pilar Stabilitas ASEAN\"\/><figcaption>Presiden Prabowo Subianto(Biro Pers Sekretariat Presiden)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PRESIDEN Republik Federal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jerman\" title=\"Jerman\">Jerman<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/frank-walter-steinmeier\" title=\"Frank-Walter Steinmeier\">Frank-Walter Steinmeier<\/a> menegaskan pentingnya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indonesia\" title=\"Indonesia\">Indonesia<\/a> bagi Jerman di tengah meningkatnya ketidakpastian dan konflik di berbagai kawasan dunia. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Istana Merdeka, Senin (15\/6), Steinmeier menyebut Indonesia sebagai faktor stabilitas yang semakin penting di kawasan Asia Tenggara.<\/p>\n<p>Kunjungan kali ini merupakan yang keempat bagi Steinmeier ke Indonesia. Menurutnya, frekuensi kunjungan tersebut mencerminkan betapa strategisnya hubungan kedua negara yang telah terjalin selama puluhan tahun. &#8220;Jumlah kunjungan ini menunjukkan betapa pentingnya hubungan dengan Indonesia bagi kami di Jerman,&#8221; kata Steinmeier.<\/p>\n<p>Ia menggambarkan dunia saat ini tengah menghadapi situasi yang sulit. Perang di Eropa, konflik yang masih berlangsung di berbagai kawasan, serta meningkatnya kekerasan global menjadi tantangan yang membutuhkan kerja sama antarnegara yang semakin erat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/335447\/menilik-laku-trump-as-dan-indonesia\" title=\" Menilik Laku Trump, AS, dan Indonesia\" target=\"_blank\"> Menilik Laku Trump, AS, dan Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dalam kondisi tersebut, Steinmeier menilai kemitraan Indonesia dan Jerman memiliki makna yang lebih besar dari sekadar hubungan bilateral. Kedua negara, kata dia, sama-sama berkomitmen menjaga tatanan dunia yang berlandaskan aturan dan prinsip-prinsip internasional.<\/p>\n<p>&#8220;Di dalam situasi dimana dunia terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan dunia yang makin meningkat, kemitraan seperti antara Jerman dengan Indonesia sangat berarti,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Menurut Steinmeier, fondasi hubungan kedua negara telah diperkuat sejak Deklarasi Jakarta pada 2012. Namun, potensi kerja sama masih sangat luas untuk terus dikembangkan, mulai dari bidang iklim, pendidikan, penelitian, hingga kebudayaan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/499729\/kunjungan-presiden-jerman-menperin-perkuat-kerja-samaindustri\" title=\"Kunjungan Presiden Jerman, Menperin : Perkuat Kerja Sama\u00a0Industri\" target=\"_blank\">Kunjungan Presiden Jerman, Menperin : Perkuat Kerja Sama\u00a0Industri<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia juga menyoroti semakin pentingnya keterkaitan antara kawasan Eropa dan Indo-Pasifik. Bagi Jerman, perkembangan di Asia Pasifik tidak lagi bisa dipisahkan dari dinamika global yang memengaruhi Eropa.<\/p>\n<p>Dalam konteks itu, Steinmeier memuji peran <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/asean\" title=\"ASEAN\">ASEAN<\/a> sebagai pilar arsitektur keamanan kawasan. Indonesia, menurutnya, memegang posisi sentral dalam menjaga stabilitas regional.<\/p>\n<p>&#8220;Indonesia merupakan faktor stabilitas penting di dalam kawasan ASEAN. Dan kami melihat bahwa Indonesia tidak hanya yakin akan peran itu, tapi makin mengembangkan peran pentingnya ini,&#8221; katanya.<\/p>\n<p>Selain isu geopolitik, pembahasan kedua pemimpin negara juga menyentuh kerja sama ekonomi. Steinmeier berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) yang telah berlangsung lama dapat segera dituntaskan dan ditandatangani.<\/p>\n<p>Menurut dia, perjanjian tersebut berpotensi menghapus hingga 90% hambatan tarif perdagangan dan membuka peluang investasi baru antara Indonesia dan negara-negara Eropa.<\/p>\n<p>Jerman, lanjutnya, merasa memiliki tanggung jawab untuk mendukung proses ratifikasi agar manfaat ekonomi dari perjanjian tersebut dapat segera dirasakan. Ia meyakini kesepakatan itu akan mempererat kerja sama inovasi, memperluas investasi, serta membuka jalan bagi perusahaan kecil dan menengah Jerman untuk masuk ke Indonesia.<\/p>\n<p>Steinmeier menilai Indonesia bukan hanya pasar yang menarik, tetapi juga tujuan investasi yang menjanjikan. Hal itu tercermin dari kehadiran sejumlah perusahaan Jerman yang telah lama beroperasi di Indonesia serta partisipasi delegasi bisnis yang turut mendampinginya dalam kunjungan kali ini.<\/p>\n<p>Ia menyebut sejumlah perusahaan Jerman telah menjadikan Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan bisnis mereka. Menurutnya, tren tersebut menunjukkan kepercayaan dunia usaha Jerman terhadap prospek ekonomi Indonesia.<\/p>\n<p>Kerja sama di bidang energi juga menjadi perhatian utama. Steinmeier melihat transisi menuju energi terbarukan tidak mungkin dilakukan secara terpisah oleh masing-masing negara, terutama ketika dunia masih menghadapi ketergantungan tinggi terhadap energi fosil.<\/p>\n<p>Karena itu, ia meyakini masih banyak peluang kolaborasi yang dapat dibangun antara perusahaan Indonesia dan Jerman untuk mempercepat pengembangan energi bersih sekaligus memperkuat ketahanan energi.<\/p>\n<p>Di luar agenda politik dan ekonomi, Steinmeier juga menyoroti nilai toleransi yang menurutnya menjadi salah satu kekuatan Indonesia. Usai pertemuan di Istana Merdeka, ia dijadwalkan mengunjungi Masjid Istiqlal dan meninjau Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan masjid tersebut dengan Gereja Katedral Jakarta.<\/p>\n<p>Berdasarkan pengalamannya pada kunjungan-kunjungan sebelumnya, Steinmeier menilai Indonesia berhasil memelihara kerukunan antarumat beragama dan menjadikannya sebagai nilai penting dalam kehidupan berbangsa.<\/p>\n<p>Presiden Jerman itu turut menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan pemerintah Indonesia serta optimisme bahwa hubungan kedua negara akan semakin kuat di masa mendatang.<\/p>\n<p>Ia berharap berbagai pembicaraan yang telah dilakukan bersama Presiden Prabowo Subianto dapat terus berlanjut dan menghasilkan kerja sama konkret yang menguntungkan kedua negara. (Mir\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/900681\/jerman-sebut-indonesia-pilar-stabilitas-asean\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto(Biro Pers Sekretariat Presiden) PRESIDEN Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menegaskan pentingnya Indonesia bagi Jerman di tengah meningkatnya ketidakpastian dan konflik di berbagai kawasan dunia. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Istana Merdeka, Senin (15\/6), Steinmeier menyebut Indonesia sebagai faktor stabilitas yang semakin penting di kawasan Asia Tenggara. Kunjungan kali ini merupakan yang keempat bagi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57591,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57590","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57590","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57590"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57590\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57591"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57590"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57590"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57590"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}