{"id":57452,"date":"2026-06-15T04:03:42","date_gmt":"2026-06-15T04:03:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/studi-terbaru-ungkap-ketajaman-otak-bisa-ditingkatkan-di-segala-usia\/"},"modified":"2026-06-15T04:03:42","modified_gmt":"2026-06-15T04:03:42","slug":"studi-terbaru-ungkap-ketajaman-otak-bisa-ditingkatkan-di-segala-usia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/studi-terbaru-ungkap-ketajaman-otak-bisa-ditingkatkan-di-segala-usia\/","title":{"rendered":"Studi Terbaru Ungkap Ketajaman Otak Bisa Ditingkatkan di Segala Usia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781481142_6fa3f5e307e0239a0eda.jpg\" alt=\"Studi Terbaru Ungkap Ketajaman Otak Bisa Ditingkatkan di Segala Usia\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SEBUAH keyakinan umum yang beredar di masyarakat menyebutkan fungsi kognitif dan ketajaman berpikir manusia pasti akan menurun secara drastis seiring bertambahnya usia. Namun, sebuah studi baru selama tiga tahun yang dilakukan oleh para peneliti dari Center for BrainHealth (CBH) di Universitas Texas, Dallas, mematahkan anggapan tersebut.<\/p>\n<p>Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports ini menunjukkan \u00a0penuaan tidak otomatis berarti kehilangan ketajaman mental. Sebaliknya, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-otak\" title=\"Kesehatan Otak\">kesehatan otak<\/a> dan kemampuan kognitif terbukti dapat terus ditingkatkan sepanjang hidup manusia.<\/p>\n<p>Dalam riset tersebut, tim peneliti memantau 3.966 orang dewasa dengan rentang usia yang sangat luas, mulai dari 19 hingga 94 tahun. Selama tiga tahun, para peserta diminta menyelesaikan aktivitas latihan otak singkat yang hanya memakan waktu 5 hingga 15 minutes per hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898763\/pola-tidur-buruk-di-usia-paruh-baya-percepat-penuaan-otak\" title=\"Pola Tidur Buruk di Usia Paruh Baya Percepat Penuaan Otak\" target=\"_blank\">Pola Tidur Buruk di Usia Paruh Baya Percepat Penuaan Otak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk mengukur perkembangannya, peneliti menggunakan alat penilaian khusus bernama BrainHealth Index (BHI). Alat ini mengukur tiga area utama, yaitu kejelasan berpikir, keseimbangan emosional, dan keterhubungan dengan orang lain serta tujuan hidup.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap otak unik seperti sidik jari dan memiliki potensi untuk tumbuh,&#8221; kata Lori Cook, PhD, direktur penelitian klinis di CBH sekaligus penulis korespondensi studi tersebut. &#8220;Studi ini menantang narasi yang berkembang tentang penurunan kognitif yang tak terhindarkan, dan sebaliknya menunjukkan bahwa kesehatan otak dapat ditumbuhkan secara proaktif pada usia berapa pun.&#8221;<\/p>\n<p>Hasil mengejutkan terlihat pada peserta yang berada di usia 80-an tahun. Mereka tetap menunjukkan perubahan positif yang signifikan. Artinya, upaya untuk meningkatkan kesehatan otak tetap efektif dilakukan di usia senja, jauh sebelum gejala penyakit saraf muncul.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898384\/bukan-slip-memori-ilmuwan-ungkap-apa-yang-terjadi-pada-otak-saat-dj-vu\" title=\"Bukan Slip Memori, Ilmuwan Ungkap Apa yang Terjadi pada Otak Saat D\u00e9j\u00e0 Vu\" target=\"_blank\">Bukan Slip Memori, Ilmuwan Ungkap Apa yang Terjadi pada Otak Saat D\u00e9j\u00e0 Vu<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, kelompok peserta yang mengawali studi dengan skor BHI terendah justru mengalami peningkatan yang paling besar karena motivasi mereka yang tinggi untuk berkembang. Peneliti juga menemukan bahwa tingkat keterlibatan dan konsistensi peserta dalam latihan harian menjadi penentu utama kesuksesan, bukan faktor usia, jenis kelamin, atau tingkat pendidikan mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Sudah terlalu lama kita beroperasi di bawah pemikiran kuno bahwa kita harus menunggu sampai sesuatu yang buruk terjadi pada otak kita sebelum kita melakukan sesuatu untuk menjaganya,&#8221; ujar Sandra Bond Chapman, PhD, penulis senior studi tersebut sekaligus direktur utama CBH. &#8220;Studi ini mengingatkan kita bahwa otak kita tidak didefinisikan oleh usia, otak kita didefinisikan oleh kemungkinan.&#8221;<\/p>\n<p>Melalui temuan ini, para peneliti berharap masyarakat dapat menyadari adanya konsep neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk terus berubah dan beradaptasi. Manusia memiliki kendali penuh untuk aktif membentuk dan menjaga kesehatan otaknya sendiri seiring berjalannya waktu agar tetap tajam hingga tua. (Science Daily\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900547\/studi-terbaru-ungkap-ketajaman-otak-bisa-ditingkatkan-di-segala-usia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) SEBUAH keyakinan umum yang beredar di masyarakat menyebutkan fungsi kognitif dan ketajaman berpikir manusia pasti akan menurun secara drastis seiring bertambahnya usia. Namun, sebuah studi baru selama tiga tahun yang dilakukan oleh para peneliti dari Center for BrainHealth (CBH) di Universitas Texas, Dallas, mematahkan anggapan tersebut. Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah Scientific Reports [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57453,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57452","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57452","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57452"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57452\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57453"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57452"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57452"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57452"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}