{"id":57382,"date":"2026-06-15T00:55:49","date_gmt":"2026-06-15T00:55:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/curacao-vs-jerman-1-7-di-piala-dunia-dick-advocaat-tidak-perlu-malu\/"},"modified":"2026-06-15T00:55:49","modified_gmt":"2026-06-15T00:55:49","slug":"curacao-vs-jerman-1-7-di-piala-dunia-dick-advocaat-tidak-perlu-malu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/15\/curacao-vs-jerman-1-7-di-piala-dunia-dick-advocaat-tidak-perlu-malu\/","title":{"rendered":"Curacao vs Jerman 1-7 di Piala Dunia, Dick Advocaat Tidak Perlu Malu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/15\/1781484547_0193bb5e7e0fd39eeee5.jpg\" alt=\"Curacao vs Jerman 1-7 di Piala Dunia, Dick Advocaat: Tidak Perlu Malu\"\/><figcaption>Pelatih Curacao, Dick Advocaat, menegaskan kekalahan telak 1-7 dari Jerman di laga debut Piala Dunia bukanlah hal yang memalukan bagi negaranya.(FIFA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DEBUT Curacao di panggung Piala Dunia harus berakhir dengan tamparan realitas setelah dihajar 1-7 oleh juara empat kali, Jerman. Kendati demikian, kepala pelatih <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dick-advocaat\" title=\"Dick Advocaat\">Dick Advocaat<\/a> menegaskan hasil tersebut &#8220;bukan sesuatu yang memalukan.&#8221;<\/p>\n<p>Advocaat, yang kini berusia 78 tahun dan memecahkan rekor sebagai pelatih tertua yang tampil di putaran final Piala Dunia, sempat bersorak dari kursinya ketika tendangan terarah Livano Comenencia menyamakan kedudukan menjadi 1-1.<\/p>\n<p>Namun, harapan itu pupus setelah Nico Schlotterbeck, Kai Havertz (dua gol), Jamal Musiala, Nathaniel Brown, dan Deniz Undav bergantian membobol gawang Curacao. Gol-gol tersebut sekaligus menutup peluang terjadinya salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/900314\/curacao-vs-jerman-di-piala-dunia-2026-dick-advocaat-siap-cetak-sejarah-dan-curi-poin-dari-tim-panser\" title=\"Curacao vs Jerman di Piala Dunia 2026: Dick Advocaat Siap Cetak Sejarah dan 'Curi Poin' dari Tim Panser\" target=\"_blank\">Curacao vs Jerman di Piala Dunia 2026: Dick Advocaat Siap Cetak Sejarah dan &#8216;Curi Poin&#8217; dari Tim Panser<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Tidak memalukan kalah seperti itu melawan tim sekelas mereka,&#8221; ujar Advocaat dalam konferensi pers pascapertandingan di Houston.<\/p>\n<p>&#8220;Tim ini (Jerman) bernilai 850 juta, sementara Curacao hanya 25 juta.&#8221;<\/p>\n<p>Curacao, yang merupakan negara dengan populasi terkecil yang pernah lolos ke putaran final Piala Dunia, awalnya berharap bisa menumbangkan tim raksasa. &#8220;Namun hal itu tidak terjadi,&#8221; kata Advocaat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/900515\/livano-comenencia-cetak-gol-bersejarah-curacao-ke-gawang-jerman\" title=\"Livano Comenencia Cetak Gol Bersejarah Curacao ke Gawang Jerman\" target=\"_blank\">Livano Comenencia Cetak Gol Bersejarah Curacao ke Gawang Jerman<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Mereka bermain sangat kuat dan kami memberikan terlalu banyak gol mudah,&#8221; sesal Advocaat, yang juga sempat melatih timnas Belanda pada Piala Dunia di Amerika Serikat 32 tahun silam.<\/p>\n<p>Advocaat, yang kembali menukari Curacao setelah sempat mundur pada Februari lalu karena putrinya sakit, menyatakan bahwa tugas utamanya kini adalah mengembalikan mental tim menjelang laga lanjutan Grup E melawan Ekuador pada Sabtu depan.<\/p>\n<p>&#8220;Jelas 1-7 adalah kekalahan yang berat,&#8221; ucapnya.<\/p>\n<p>&#8220;Kami harus memastikan tidak ada satu pun pemain yang tertunduk lesu, agar mereka tidak terus berada dalam kondisi mental yang buruk. Namun, saya tidak terlalu khawatir hal itu akan terjadi.&#8221;<\/p>\n<p>Meski menelan kekalahan besar, Advocaat yang sempat menyeka air mata sebelum sepak mula mengaku terhibur oleh atmosfer luar biasa di stadion. &#8220;Pemandangan kebahagiaan yang fantastis di tribun penonton&#8221; ditunjukkan oleh para pendukung mereka yang dikenal dengan julukan &#8216;Blue Wave&#8217;.<\/p>\n<p>&#8220;Apa yang kami capai dengan lolos ke putaran final ini sudah sangat luar biasa,&#8221; tuturnya. &#8220;Dan kita harus menyadari hal itu. Yang perlu kami lakukan sekarang hanyalah menunjukkan kemampuan terbaik kami di sini.&#8221;<\/p>\n<p>Advocaat menambahkan, bahkan jika Curacao gagal membuat kejutan di sisa laga fase grup, di mana mereka juga akan menghadapi Pantai Gading di laga pamungkas,&#8221;kami akan tetap bahagia karena telah berkompetisi di ajang terbesar di dunia ini.&#8221; (AFP\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/900557\/curacao-vs-jerman-1-7-di-piala-dunia-dick-advocaat-tidak-perlu-malu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pelatih Curacao, Dick Advocaat, menegaskan kekalahan telak 1-7 dari Jerman di laga debut Piala Dunia bukanlah hal yang memalukan bagi negaranya.(FIFA) DEBUT Curacao di panggung Piala Dunia harus berakhir dengan tamparan realitas setelah dihajar 1-7 oleh juara empat kali, Jerman. Kendati demikian, kepala pelatih Dick Advocaat menegaskan hasil tersebut &#8220;bukan sesuatu yang memalukan.&#8221; Advocaat, yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57383,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57382","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57382","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57382"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57382\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57383"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57382"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57382"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57382"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}