{"id":57261,"date":"2026-06-14T16:36:26","date_gmt":"2026-06-14T16:36:26","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/mahasiswa-tak-perlu-menunggu-lulus-untuk-memulai-karier-di-industri-kreatif\/"},"modified":"2026-06-14T16:36:26","modified_gmt":"2026-06-14T16:36:26","slug":"mahasiswa-tak-perlu-menunggu-lulus-untuk-memulai-karier-di-industri-kreatif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/mahasiswa-tak-perlu-menunggu-lulus-untuk-memulai-karier-di-industri-kreatif\/","title":{"rendered":"Mahasiswa Tak Perlu Menunggu Lulus untuk Memulai Karier di Industri Kreatif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781454465_dd7402527a66e01a14e8.jpg\" alt=\"Mahasiswa Tak Perlu Menunggu Lulus untuk Memulai Karier di Industri Kreatif\"\/><figcaption>UIC College mendorong mahasiswa untuk membangun portofolio dan pengalaman industri sejak masa studi melalui berbagai proyek nyata yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.(Dok. UIC College)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BATAS antara ruang kelas dan dunia kerja di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-kreatif\" title=\"industri kreatif\">industri kreatif<\/a> semakin tipis. Jika dulu mahasiswa umumnya baru mulai membangun karier setelah lulus, kini tidak sedikit yang telah menghasilkan karya, berkolaborasi dengan pelaku industri, hingga terlibat dalam proyek profesional sebelum menyelesaikan pendidikan.<\/p>\n<p>Tren tersebut menjadi salah satu pendekatan yang diterapkan UIC College dalam pendidikan musik. Kampus ini mendorong mahasiswa untuk membangun portofolio dan pengalaman industri sejak masa studi melalui berbagai proyek nyata yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.<\/p>\n<p>Program Leader Music UIC College, Irfas, mengatakan pendidikan musik saat ini tidak lagi cukup berfokus pada penguasaan teori. Menurutnya, mahasiswa perlu dibekali pengalaman berkarya yang relevan dengan kebutuhan industri agar memiliki kesiapan profesional sejak dini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/weekend\/600391\/kompetisi-jawara-muda-cetak-talenta-pemasaran-kreatif\" title=\"Kompetisi Jawara Muda Cetak Talenta Pemasaran Kreatif\" target=\"_blank\">Kompetisi Jawara Muda Cetak Talenta Pemasaran Kreatif<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Mahasiswa tidak cukup hanya menguasai teori. Mereka harus membangun portofolio, menghasilkan karya, berkolaborasi, dan memahami standar industri sejak awal. Karena itu kami mendorong siswa untuk mulai bekerja melalui proyek-proyek nyata selama masa studi mereka,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Pendekatan tersebut merupakan bagian dari kurikulum Pearson BTEC asal Inggris yang diterapkan di UIC College. Kurikulum ini menempatkan pengalaman praktik industri sebagai bagian inti dari proses pembelajaran. Melalui program 2+1 UIC College, mahasiswa menempuh dua tahun pertama studi di Indonesia sebelum melanjutkan tahun terakhir di universitas mitra di Inggris.<\/p>\n<p>Sebagai bagian dari USG Education Group, UIC College juga secara konsisten menghadirkan berbagai proyek dan resital sebagai bentuk penerapan <em>applied learning<\/em>. Melalui pendekatan <em>project-based learning<\/em> dan <em>real-world learning<\/em>, mahasiswa didorong menghasilkan karya yang relevan dengan kebutuhan industri sekaligus membangun portofolio profesional sejak masa studi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/595421\/kembangkan-industri-kreatif-mahasiswa-universitas-bsi-lolos-p2mw-2023\" title=\"Kembangkan Industri Kreatif, Mahasiswa Universitas BSI Lolos P2MW 2023\" target=\"_blank\">Kembangkan Industri Kreatif, Mahasiswa Universitas BSI Lolos P2MW 2023<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Salah satu hasil dari pendekatan tersebut terlihat dari perjalanan Sere Pasaribu, mahasiswi Program Musik UIC College yang telah merilis lima lagu orisinal dan terlibat sebagai pengisi vokal <em>soundtrack<\/em> film Malam 3 Yasinan bahkan sebelum menyelesaikan pendidikan.<\/p>\n<p>Perjalanan kreatif tersebut dirangkum Sere dalam <em>Senior Vocal Recital<\/em> bertajuk <em>To Love, To Lose, To Learn<\/em> yang digelar di Balai Resital Kertanegara, Jakarta, pada Jumat (12\/6). Melalui lima babak bertajuk <em>Naive, Heartbreak, Return, Reblooming<\/em>, dan <em>Bittersweet<\/em>, penonton diajak menyusuri perjalanan emosional tentang cinta, kehilangan, hingga proses menemukan makna dan pertumbuhan dari setiap pengalaman hidup.<\/p>\n<p>Bagi Sere, resital tersebut bukan sekadar pertunjukan musik. Panggung itu menjadi ruang untuk merefleksikan pengalaman yang membentuk dirinya sebagai individu sekaligus musisi muda.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap orang pernah mencintai sesuatu, kehilangan sesuatu, lalu belajar dari pengalaman itu. Pengalaman-pengalaman itulah yang saya terjemahkan ke dalam musik dan karya yang saya tulis sendiri. Bagi saya, musik adalah cara untuk memahami dan membagikan pengalaman hidup kepada orang lain. Selama kuliah, saya mendapat banyak kesempatan untuk mengembangkan karya tersebut sekaligus belajar menulis, bereksperimen, dan menemukan identitas artistik saya,&#8221; ujar Sere.<\/p>\n<p>Selain tampil dalam resital, Sere juga aktif menghasilkan karya orisinal yang tersedia di berbagai platform <em>streaming digital<\/em>. Lagu-lagu seperti <em>Like I Always Do, Stupid For Loving U, 18th, Buatku Berart<\/em>i, dan <em>Mungkin Tak Harus Terjawab<\/em> merupakan karya yang ia tulis sendiri dan telah dirilis melalui UIC College of Music dan Nayanara Svara.<\/p>\n<p>Tak hanya itu, Sere juga terlibat sebagai pengisi vokal <em>soundtrack<\/em> film Malam 3 Yasinan. Pengalaman tersebut memberinya kesempatan untuk merasakan langsung proses produksi musik dalam lingkungan profesional.<\/p>\n<p>&#8220;Terlibat dalam <em>soundtrack<\/em> film membuat saya melihat dunia musik dari perspektif yang berbeda. Saya merasakan langsung bagaimana sebuah karya lahir dalam lingkungan profesional dengan ekspektasi dan tanggung jawab yang nyata,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Director of Marketing and Student Experience USG Education, Niluh Komang Aimee Sukesna, mengatakan perjalanan Sere mencerminkan perubahan yang tengah terjadi dalam pendidikan tinggi kreatif. Menurutnya, semakin banyak mahasiswa yang mulai membangun karier profesional mereka selama masih menempuh pendidikan.<\/p>\n<p>&#8220;Dulu mahasiswa belajar terlebih dahulu lalu bekerja setelah lulus. Hari ini kami melihat semakin banyak mahasiswa yang mulai membangun karier profesional mereka selama masa studi. Ketika pendidikan dirancang untuk mendekatkan mahasiswa pada dunia nyata, hasilnya bukan hanya gelar, tetapi juga karya, pengalaman, dan kesiapan menghadapi industri,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<p>Aimee menambahkan, pendekatan tersebut sejalan dengan semangat <em>The World is Here<\/em> yang diusung UIC College. Melalui pengalaman belajar yang terhubung dengan praktik industri, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh kompetensi akademik, tetapi juga kesiapan untuk beradaptasi dan berkembang di dunia profesional yang semakin kompetitif.<\/p>\n<p>Dengan semakin tingginya tuntutan industri kreatif terhadap pengalaman dan portofolio kerja, keterlibatan mahasiswa dalam proyek-proyek nyata selama masa studi dinilai menjadi salah satu cara untuk mempersempit kesenjangan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri. Bagi UIC College, proses membangun karier tidak lagi menunggu wisuda, melainkan dimulai sejak mahasiswa berada di bangku kuliah. (E-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900504\/mahasiswa-tak-perlu-menunggu-lulus-untuk-memulai-karier-di-industri-kreatif\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>UIC College mendorong mahasiswa untuk membangun portofolio dan pengalaman industri sejak masa studi melalui berbagai proyek nyata yang terintegrasi dalam proses pembelajaran.(Dok. UIC College) BATAS antara ruang kelas dan dunia kerja di industri kreatif semakin tipis. Jika dulu mahasiswa umumnya baru mulai membangun karier setelah lulus, kini tidak sedikit yang telah menghasilkan karya, berkolaborasi dengan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57262,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57261","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57261","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57261"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57261\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57262"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57261"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57261"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57261"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}