{"id":57259,"date":"2026-06-14T16:30:10","date_gmt":"2026-06-14T16:30:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/penjajah-israel-renggut-ribuan-nyawa-warga-gaza-hingga-sulit-diidentifikasi\/"},"modified":"2026-06-14T16:30:10","modified_gmt":"2026-06-14T16:30:10","slug":"penjajah-israel-renggut-ribuan-nyawa-warga-gaza-hingga-sulit-diidentifikasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/penjajah-israel-renggut-ribuan-nyawa-warga-gaza-hingga-sulit-diidentifikasi\/","title":{"rendered":"Penjajah Israel Renggut Ribuan Nyawa Warga Gaza Hingga Sulit Diidentifikasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781454381_73cad61bcd0d7122449a.png\" alt=\"Penjajah Israel Renggut Ribuan Nyawa Warga Gaza Hingga Sulit Diidentifikasi\"\/><figcaption>Tanah Gaza, Palestina, yang tak kunjung merdeka dari penjajahan Israel.(The Guardian)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KOMITE\u00a0Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa ribuan warga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/palestina\" title=\"Palestina\">Palestina<\/a> yang diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gaza\" title=\"Gaza\">Gaza<\/a> mungkin tidak akan pernah dapat diidentifikasi, seiring upaya pencarian dan evakuasi jenazah yang masih menghadapi berbagai kendala besar, menurut laporan The Guardian.<\/p>\n<p>Laporan tersebut menyebutkan bahwa operasi penyelamatan dan pemulihan jenazah masih berjalan lambat meskipun gencatan senjata rapuh yang dimediasi Amerika Serikat mulai berlaku pada Oktober. Sementara itu, berlalunya waktu meningkatkan kemungkinan kondisi jenazah memburuk hingga tidak lagi dapat dikenali.<\/p>\n<p>\u201cTidak diragukan lagi bahwa jenazah-jenazah itu dalam waktu dekat bisa menjadi sulit diidentifikasi,\u201d kata juru bicara Palang Merah di Yerusalem, Pat Griffiths.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/897768\/penjajah-israel-lakukan-1659-serangan-ke-palestina-selama-mei\" title=\"Penjajah Israel Lakukan 1.659 Serangan ke Palestina Selama Mei\" target=\"_blank\">Penjajah Israel Lakukan 1.659 Serangan ke Palestina Selama Mei<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cSemakin lama proses evakuasi jenazah tertunda, semakin sulit pula proses identifikasi akan dilakukan. Semakin lama korban berada di bawah reruntuhan, semakin besar kemungkinan mereka mengalami pembusukan tingkat lanjut, bahkan hanya tersisa kerangka saat akhirnya ditemukan,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa para ahli forensik dapat kehilangan akses terhadap bukti-bukti pendukung yang selama ini digunakan untuk membantu memastikan identitas korban.<\/p>\n<p>Warga Palestina kini mulai menyisir sekitar 61 juta ton puing yang menumpuk selama perang. Otoritas kesehatan di Gaza memperkirakan sedikitnya 10.000 orang masih tertimbun reruntuhan, sementara sejumlah pakar meyakini jumlah tersebut dapat mencapai 14.000 orang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/800354\/madonna-desak-paus-leo-kunjungi-gaza-untuk-selamatkan-anak-anak\" title=\"Madonna Desak Paus Leo Kunjungi Gaza untuk Selamatkan Anak-anak\" target=\"_blank\">Madonna Desak Paus Leo Kunjungi Gaza untuk Selamatkan Anak-anak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menurut laporan The Guardian, tim pencari sebagian besar mengandalkan peralatan sederhana seperti sekop, beliung, gerobak dorong, garu, cangkul, bahkan tangan kosong untuk mengevakuasi jenazah.<\/p>\n<p>Permintaan yang berulang kali diajukan untuk mengizinkan masuknya ekskavator dan alat berat lain guna mempercepat proses pemulihan hingga kini belum memperoleh persetujuan.<\/p>\n<p>\u201cTim pencarian dan pemulihan membutuhkan akses ke seluruh lokasi yang diduga terdapat jenazah,\u201d kata Griffiths.<\/p>\n<p>\u201cKami mengetahui bahwa sebagian besar mesin dan peralatan tersebut masih hampir mustahil untuk dibawa masuk ke Gaza saat ini. Karena itu, kami terus menyerukan dan membahas secara langsung dengan otoritas terkait agar peralatan tersebut diizinkan masuk ke Gaza,\u201d lanjutnya.<\/p>\n<p>Pejabat penjajah\u00a0Israel yang dihubungi The Guardian menyatakan bahwa belum ada persetujuan untuk memasukkan peralatan yang digunakan dalam proses evakuasi jenazah ke Gaza.<\/p>\n<p>ICRC menilai keterlambatan yang berkepanjangan dapat menghambat upaya identifikasi di masa depan. Kondisi lingkungan, perpindahan jenazah, serta hilangnya barang-barang pribadi berpotensi menghapus bukti forensik penting yang dibutuhkan dalam proses identifikasi.<\/p>\n<p>\u201cKami melihat besarnya tugas yang harus dilakukan dan memahami apa yang dipertaruhkan. Ribuan keluarga masih mencari jawaban mengenai nasib orang-orang yang mereka cintai. Itulah yang dipertaruhkan, yakni hak mereka untuk mengetahui nasib anggota keluarga mereka,\u201d kata Griffiths. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/900503\/penjajah-israel-renggut-ribuan-nyawa-warga-gaza-hingga-sulit-diidentifikasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tanah Gaza, Palestina, yang tak kunjung merdeka dari penjajahan Israel.(The Guardian) KOMITE\u00a0Palang Merah Internasional (ICRC) memperingatkan bahwa ribuan warga Palestina yang diyakini masih terkubur di bawah reruntuhan di Gaza mungkin tidak akan pernah dapat diidentifikasi, seiring upaya pencarian dan evakuasi jenazah yang masih menghadapi berbagai kendala besar, menurut laporan The Guardian. Laporan tersebut menyebutkan bahwa [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57260,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57259","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57259","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57259"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57259\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57260"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57259"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57259"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57259"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}