{"id":57247,"date":"2026-06-14T15:54:23","date_gmt":"2026-06-14T15:54:23","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/menilik-ancaman-limbah-radioaktif-di-balik-pasokan-bahan-baku-senjata\/"},"modified":"2026-06-14T15:54:23","modified_gmt":"2026-06-14T15:54:23","slug":"menilik-ancaman-limbah-radioaktif-di-balik-pasokan-bahan-baku-senjata","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/menilik-ancaman-limbah-radioaktif-di-balik-pasokan-bahan-baku-senjata\/","title":{"rendered":"Menilik Ancaman Limbah Radioaktif di Balik Pasokan Bahan Baku Senjata"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781449821_b8465fe6fdfe6ae91ce8.jpeg\" alt=\"Menilik Ancaman Limbah Radioaktif di Balik Pasokan Bahan Baku Senjata\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific.com)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SETELAH hampir delapan dekade memegang teguh prinsip pasifisme (anti-perang) pasca-Perang Dunia II, Jepang kini resmi mengubah haluan politik luar negerinya menjadi lebih militeristik. Parlemen Jepang (Diet) dilaporkan telah mengamandemen konstitusi pasifis mereka guna membuka keran ekspor persenjataan ke berbagai negara mitra.<\/p>\n<p>Langkah geopolitik agresif ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang gencar memasarkan alutsista produksi Jepang ke negara-negara tetangga sekaligus memperkuat aliansi pertahanan regional guna membendung dominasi ekonomi dan militer China. Namun, ekspansi industri pertahanan Tokyo ini menyisakan dampak lingkungan kelam di Asia Tenggara, khususnya terkait ancaman limbah radioaktif dari pasokan bahan baku senjata.<\/p>\n<p>Dalam strategi barunya, PM Takaichi menjadikan isu Selat Taiwan sebagai bagian dari kepentingan keamanan nasional Jepang. Tokyo kini gencar menyuplai armada laut ke sejumlah negara. Takaichi menjual kapal perang ke Australia yakni fregat siluman (stealth) Mogami, menghibahkan armada kapal perusak (destroyer) Kelas Abukuma ke Filipina, dan merencanakan hal serupa yakni hibah kapal perusak kelas Asagiri ke Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/892922\/radiasi-katai-merah-diduga-hancurkan-atmosfer-planet-sub-neptunus\" title=\"Radiasi Katai Merah Diduga Hancurkan Atmosfer Planet Sub-Neptunus\" target=\"_blank\">Radiasi Katai Merah Diduga Hancurkan Atmosfer Planet Sub-Neptunus<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Komitmen kerja sama ini dipertegas dalam pertemuan bilateral di Tokyo (5\/6\/2026), di mana Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi dan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin secara khusus membahas rencana hibah kapal perang serta pengadaan berbagai jenis persenjataan dari Jepang.<\/p>\n<p>Ambisi militerisasi Jepang menghadapi tantangan besar karena hampir seluruh pasokan dunia untuk komponen inti industri senjata yaitu logam tanah jarang kadar berat (heavy-grade rare earth mineral) dikendalikan oleh Tiongkok. Akibat larangan ekspor material tersebut dari Beijing ke industri pertahanan Jepang, Tokyo mengalihkan investasi besarnya ke korporasi luar Tiongkok.<\/p>\n<p>Sejak 2011, konsorsium Jepang yang terdiri dari Sojitz dan Japan Oil, Gas, and Metals National Corporation (JOGMEC) telah menyuntikkan modal sebesar 250 juta dolar AS ke perusahaan tambang Lynas Corp di Australia untuk mengamankan pasokan minimum 8.500 ton logam tanah jarang per tahun, atau setara 30 persen kebutuhan domestik Jepang.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/880741\/hrw-desak-dunia-hentikan-penjualan-senjata-ke-israel-terkait-kejahatan-perang-di-libanon\" title=\"HRW Desak Dunia Hentikan Penjualan Senjata ke Israel terkait Kejahatan Perang di Libanon\" target=\"_blank\">HRW Desak Dunia Hentikan Penjualan Senjata ke Israel terkait Kejahatan Perang di Libanon<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Langkah ini diperkuat oleh Mitsubishi melalui Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) yang mengakuisisi saham Lynas. Dana tersebut terhubung langsung dengan Mitsubishi Heavy Industries (MHI), produsen utama kapal perang modern Kelas Mogami yang tengah memproduksi tiga unit komoditas tersebut di Jepang dan tiga unit di Australia.<\/p>\n<p>Imbas boikot China ini justru membuat saham perusahaan pemasok non-China meroket tajam pada awal tahun 2026. Saham Lynas Rare Earth Ltd di Australia melonjak hingga 16 persen, sementara korporasi Toyo Engineering Corp asal Jepang melesat 20 persen berkat inovasi teknologi penambangan logam tanah jarang dari dasar laut.<\/p>\n<p>Sisi Kelam Militerisasi: Ancaman Horor Radioaktif di Malaysia<\/p>\n<p>Di balik moncernya bisnis alutsista Jepang, terdapat ancaman kesehatan masif yang membayangi warga di Negara Bagian Pahang, Malaysia. Pasokan komponen magnet pertahanan yang diolah oleh Pabrik Lynas Rare Earth Malaysia di Gebeng Industrial Park menyisakan gunungan limbah radioaktif yang telah didemo oleh warga setempat selama lebih dari dua dekade.<\/p>\n<p>Proses pemisahan tahap satu logam tanah jarang dipastikan menghasilkan residu nuklir berbahaya. Kasus serupa pernah terjadi pada dekade 1980-an di Bukit Merah, Ipoh, Malaysia, saat pabrik pemurnian milik Mitsubishi Chemicals memicu polusi radioaktif parah yang memicu trauma ekologi hingga saat ini.<\/p>\n<p>\u201cPolusi radioaktif di Bukit Merah mengakibatkan anak lahir cacat dan aneka gangguan kesehatan. Ini menjadi kekhawatiran kami akan terulang di daerah kami di Pahang,\u201d kata Tan Bun Tit (78), aktivis lingkungan hidup asal Kuantan, Pahang.<\/p>\n<p>Tan mengungkapkan, paparan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/radiasi\" title=\"radiasi\">radiasi<\/a> jangka panjang berisiko tinggi memicu kanker ganas serta mutasi genetik pada bayi baru lahir, salah satunya sindrom kepala lunak (Jelly Fish Head). Ia juga menyayangkan minimnya pemberitaan lokal di Malaysia karena adanya dugaan tekanan terhadap media massa serta keterlibatan aktor-aktor penting dalam bisnis bernilai miliaran dolar ini. Berbeda dengan di Australia yang mewajibkan penyimpanan limbah di dalam kubah beton tertutup, limbah radioaktif Lynas di Malaysia dilaporkan hanya ditumpuk di tempat terbuka yang rawan erosi angin dan hujan.<\/p>\n<p>Merespons tekanan publik, Kementerian Sains, Teknologi, dan Inovasi (MOSTI) Malaysia dalam sidang parlemen (2\/3\/2026) menyatakan bahwa izin operasional Lynas diperpanjang dengan syarat ketat, di mana korporasi wajib menghentikan seluruh aktivitas pembuangan limbah radioaktif di wilayah Malaysia pada tahun 2031. Menteri MOSTI Datuk Chang Lih Kang menegaskan, Lynas harus beroperasi penuh dalam koridor keselamatan material radioaktif yang ketat.<\/p>\n<p>Kendati demikian, kelompok pegiat lingkungan hidup regional tetap menuntut pemerintah bersikap lebih tegas. Mereka mendesak agar seluruh residu nuklir yang telah menumpuk segera dikapalkan kembali ke Australia, sebagai negara asal komoditas tambang yang memiliki fasilitas penyimpanan limbah radioaktif yang jauh lebih layak dan aman.(H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/900495\/menilik-ancaman-limbah-radioaktif-di-balik-pasokan-bahan-baku-senjata\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific.com) SETELAH hampir delapan dekade memegang teguh prinsip pasifisme (anti-perang) pasca-Perang Dunia II, Jepang kini resmi mengubah haluan politik luar negerinya menjadi lebih militeristik. Parlemen Jepang (Diet) dilaporkan telah mengamandemen konstitusi pasifis mereka guna membuka keran ekspor persenjataan ke berbagai negara mitra. Langkah geopolitik agresif ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Sanae Takaichi, yang gencar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57248,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57247","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57247","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57247"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57247\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57248"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57247"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57247"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57247"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}