{"id":57179,"date":"2026-06-14T12:52:19","date_gmt":"2026-06-14T12:52:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/124-juta-hektare-lahan-kritis-bakal-dipulihkan-dengan-bambu\/"},"modified":"2026-06-14T12:52:19","modified_gmt":"2026-06-14T12:52:19","slug":"124-juta-hektare-lahan-kritis-bakal-dipulihkan-dengan-bambu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/124-juta-hektare-lahan-kritis-bakal-dipulihkan-dengan-bambu\/","title":{"rendered":"12,4 Juta Hektare Lahan Kritis Bakal Dipulihkan dengan Bambu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781441283_84f6189089d0d8af0d0d.png\" alt=\"12,4 Juta Hektare Lahan Kritis Bakal Dipulihkan dengan Bambu\"\/><figcaption>Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat(dok.istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p>\u200b\u200bMENTERI\u00a0Lingkungan Hidup (LH) Moh. <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jumhur-hidayat\" title=\"Jumhur Hidayat\">Jumhur Hidayat<\/a> menyebut penanaman bambu sebagai solusi rehabilitasi lingkungan. Selain itu, langkah ini dinilai mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui skema perdagangan karbon (carbon trading).<\/p>\n<p>\u200bHal itu disampaikan Jumhur dalam Sarasehan &#8220;Gerakan Menanam Bambu Selamatkan Bumi, Serumpun Bambu untuk Sejuta Manfaat&#8221; yang diselenggarakan Yayasan Bambu Indonesia dan Pencanangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gerakan-menanam-bambu-nusantara-2026\" title=\"Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026\">Gerakan Menanam Bambu Nusantara 2026<\/a>\u00a0di Cibinong, Bogor, Minggu (14\/6). Sarasehan tersebut diikuti unsur pemerintah pusat dan daerah, akademisi, komunitas lingkungan, pegiat konservasi, hingga masyarakat.<\/p>\n<p>\u200bMenurut Jumhur, mekanisme perdagangan karbon dapat berjalan ketika emisi dari aktivitas industri melebihi batas yang diperbolehkan. Kelebihan tersebut nantinya wajib dikompensasi melalui penanaman vegetasi penyerap karbon, salah satunya pohon bambu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898059\/taubat-ekologis-harus-diikuti-perubahan-kebijakan-dan-tindakan-nyata\" title=\"Taubat Ekologis Harus Diikuti Perubahan Kebijakan dan Tindakan Nyata\" target=\"_blank\">Taubat Ekologis Harus Diikuti Perubahan Kebijakan dan Tindakan Nyata<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u200b\u201cKetika ada proses industrialisasi, tentu menghasilkan emisi. Emisi itu ada batasannya. Kalau melebihi yang diperbolehkan, maka harus di-offset dengan penanaman tertentu sehingga emisi yang keluar bisa diserap kembali,\u201d kata Jumhur.<\/p>\n<p>\u200bIa menjelaskan, proyek penghijauan seperti penanaman bambu memiliki nilai ekonomi karena kemampuan tanaman tersebut dalam menyerap karbon dioksida\u00a0dapat dihitung menggunakan metodologi tertentu. Setelah dihitung dan diverifikasi, pemerintah akan menerbitkan sertifikat emisi yang dapat diperdagangkan di pasar karbon.<\/p>\n<p>\u200bMelalui skema tersebut, Jumhur optimistis masyarakat bisa mendapatkan dua sumber penghasilan sekaligus (double income). \u200b\u201cPohonnya aman, masyarakat dapat penghasilan. Jadi ada dua pemasukan, dari budidaya bambunya sendiri dan dari nilai karbon hasil pengurangan emisinya,\u201d jelasnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/889936\/pemerintah-targetkan-persoalan-sampah-tuntas-dalam-dua-tahun\" title=\"Pemerintah Targetkan Persoalan Sampah Tuntas dalam Dua Tahun\" target=\"_blank\">Pemerintah Targetkan Persoalan Sampah Tuntas dalam Dua Tahun<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u200bSelain memberi keuntungan finansial, perdagangan karbon berbasis penghijauan ini juga dinilai mampu membuka peluang lapangan kerja baru yang ramah lingkungan (green jobs) di tingkat komunitas. Pemerintah saat ini terus mendorong keterlibatan aktif masyarakat agar mereka mendapat penghasilan lebih, sambil tetap menjaga kelestarian alam.<\/p>\n<p>\u200bDi sisi lain, Jumhur juga menegaskan potensi besar bambu sebagai tanaman konservasi sekaligus bagian dari kearifan lokal Indonesia. Apalagi, bambu sangat efektif untuk memulihkan kawasan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lahan-kritis\" title=\"Lahan Kritis\">lahan kritis<\/a> dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/daerah-aliran-sungai\" title=\"daerah aliran sungai\">daerah aliran sungai<\/a> (DAS).<\/p>\n<p>\u200b\u201cKita punya sekitar 12,4 juta hektare lahan kritis. Saya ingin mencanangkan gerakan besar-besaran menanam bambu di mana-mana. Secara nasional, jumlahnya bisa jutaan, bahkan mungkin ratusan juta bambu ditanam,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>\u200bMenutup arahannya, Jumhur pun menantang komunitas lingkungan dan pegiat bambu untuk mulai menyiapkan pembibitan secara masif demi menyukseskan gerakan nasional tersebut. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900456\/124-juta-hektare-lahan-kritis-bakal-dipulihkan-dengan-bambu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat(dok.istimewa) \u200b\u200bMENTERI\u00a0Lingkungan Hidup (LH) Moh. Jumhur Hidayat menyebut penanaman bambu sebagai solusi rehabilitasi lingkungan. Selain itu, langkah ini dinilai mampu menjadi sumber penghasilan tambahan bagi masyarakat melalui skema perdagangan karbon (carbon trading). \u200bHal itu disampaikan Jumhur dalam Sarasehan &#8220;Gerakan Menanam Bambu Selamatkan Bumi, Serumpun Bambu untuk Sejuta Manfaat&#8221; yang diselenggarakan Yayasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57180,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57179","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57179","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57179"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57179\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57180"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57179"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57179"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57179"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}