{"id":57053,"date":"2026-06-14T07:23:46","date_gmt":"2026-06-14T07:23:46","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/gagal-juara-australia-terbuka-2026-anatrias-akui-kurang-tenang-di-poin-kritis\/"},"modified":"2026-06-14T07:23:46","modified_gmt":"2026-06-14T07:23:46","slug":"gagal-juara-australia-terbuka-2026-anatrias-akui-kurang-tenang-di-poin-kritis","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/gagal-juara-australia-terbuka-2026-anatrias-akui-kurang-tenang-di-poin-kritis\/","title":{"rendered":"Gagal Juara Australia Terbuka 2026, AnaTrias Akui Kurang Tenang di Poin Kritis"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781421294_922f5e582a0d8453a5f1.jpg\" alt=\"Gagal Juara Australia Terbuka 2026, Ana\/Trias Akui Kurang Tenang di Poin Kritis\"\/><figcaption>Febriana Dwipuji Kusuma\/Meilysa Trias Puspitasari harus puas menjadi runner-up Australia Terbuka 2026(Dok. PBSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PASANGAN ganda putri Indonesia, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/febriana-dwipuji-kusuma\" title=\"Febriana Dwipuji Kusuma\">Febriana Dwipuji Kusuma<\/a>\/<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/meilysa-trias-puspitasari\" title=\"Meilysa Trias Puspitasari\">Meilysa Trias Puspitasari<\/a>, mengakui kurangnya ketenangan pada poin-poin kritis menjadi penyebab kegagalan mereka meraih gelar juara di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/australia-terbuka-2026\" title=\"australia terbuka 2026\">Australia Terbuka 2026<\/a>. Dalam laga final yang berlangsung di Quaycentre, Minggu (14\/6) siang WIB, pasangan yang akrab disapa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anatrias\" title=\"Ana\/Trias\">Ana\/Trias<\/a> ini harus mengakui keunggulan wakil Tiongkok, Jia Yi Fan\/Shu Xian Zhang.<\/p>\n<p>Ana\/Trias kalah dalam pertarungan dua gim langsung dengan skor ketat 22-24 dan 13-21. Padahal, pada gim pertama, ganda putri Indonesia ini sempat mendominasi permainan dan memimpin jauh 11-5 saat interval.<\/p>\n<p>Usai pertandingan, Febriana Dwipuji Kusuma mengungkapkan bahwa situasi unggul justru membuat mereka kehilangan kendali emosi. &#8220;Kami memang dari awal sebenarnya sudah pegang permainan, tapi pada saat poin-poin kritis itu butuh ketenangan yang lebih lagi dan lebih sabar lagi,&#8221; ujar Ana dalam keterangannya, Minggu (14\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/899687\/tekad-anatrias-upgrade-gelar-prestasi-di-australia-terbuka-2026\" title=\"Tekad Ana\/Trias Upgrade Gelar Prestasi di Australia Terbuka 2026\" target=\"_blank\">Tekad Ana\/Trias Upgrade Gelar Prestasi di Australia Terbuka 2026<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ana menambahkan bahwa keinginan untuk segera menyelesaikan pertandingan justru menjadi bumerang bagi mereka.<\/p>\n<p>&#8220;Kami malah jadi terburu-buru ketika unggul. Di gim kedua coba lagi tapi mereka sudah lebih siap,&#8221; imbuhnya.<\/p>\n<p>Jalannya pertandingan gim pertama sejatinya sangat menjanjikan bagi Indonesia. Namun, selepas jeda, Jia Yi Fan\/Shu Xian Zhang tampil lebih agresif dan berhasil menyamakan kedudukan menjadi 18-18. Tekanan yang meningkat di poin tua membuat Ana\/Trias kehilangan momentum hingga menyerah 22-24.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/898389\/rachelfebi-dan-anatrias-berpeluang-mengulang-all-indonesian-final-di-australia-terbuka\" title=\"Rachel\/Febi dan Ana\/Trias Berpeluang Mengulang All Indonesian Final di Australia Terbuka\" target=\"_blank\">Rachel\/Febi dan Ana\/Trias Berpeluang Mengulang All Indonesian Final di Australia Terbuka<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Memasuki gim kedua, dominasi pasangan Tiongkok semakin sulit dibendung. Meski sempat memberikan perlawanan di awal, Ana\/Trias tertinggal 8-11 di interval dan akhirnya harus merelakan gelar juara setelah lawan menutup gim kedua dengan skor 21-13.<\/p>\n<p>Meski kembali harus puas di posisi <i>runner-up,\u00a0<\/i>mengulang hasil edisi sebelumnya, Meilysa Trias Puspitasari tetap mengambil sisi positif dari turnamen ini.<\/p>\n<p>&#8220;Kami tetap mensyukuri hasil ini walaupun belum bisa <i>upgrade<\/i>. Positifnya di sini kami dapat suasana dan hawa pertandingannya, semoga ke depan bisa seperti ini terus,&#8221; kata Trias.<\/p>\n<p>Kekalahan ini menjadi bahan evaluasi besar bagi pasangan peringkat atas Indonesia tersebut. Ana menekankan pentingnya aspek mental untuk turnamen mendatang. &#8220;Ke depan yang harus ditingkatkan dari segi keyakinan dan lebih nekat, sabar dan tenangnya juga serta fokus di poin-poin akhir,&#8221; pungkasnya. (Z-10)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/900367\/gagal-juara-australia-terbuka-2026-anatrias-akui-kurang-tenang-di-poin-kritis\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Febriana Dwipuji Kusuma\/Meilysa Trias Puspitasari harus puas menjadi runner-up Australia Terbuka 2026(Dok. PBSI) PASANGAN ganda putri Indonesia, Febriana Dwipuji Kusuma\/Meilysa Trias Puspitasari, mengakui kurangnya ketenangan pada poin-poin kritis menjadi penyebab kegagalan mereka meraih gelar juara di Australia Terbuka 2026. Dalam laga final yang berlangsung di Quaycentre, Minggu (14\/6) siang WIB, pasangan yang akrab disapa Ana\/Trias [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57054,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57053","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57053","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57053"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57053\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57054"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57053"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57053"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57053"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}