{"id":57013,"date":"2026-06-14T05:31:54","date_gmt":"2026-06-14T05:31:54","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/pengamat-pernyataan-prabowo-terbuka-pada-kritik-redakan-kekhawatiran-otoritarianisme\/"},"modified":"2026-06-14T05:31:54","modified_gmt":"2026-06-14T05:31:54","slug":"pengamat-pernyataan-prabowo-terbuka-pada-kritik-redakan-kekhawatiran-otoritarianisme","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/pengamat-pernyataan-prabowo-terbuka-pada-kritik-redakan-kekhawatiran-otoritarianisme\/","title":{"rendered":"Pengamat Pernyataan Prabowo Terbuka pada Kritik Redakan Kekhawatiran Otoritarianisme"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781414678_94b38d647080dfe05428.jpg\" alt=\"Pengamat: Pernyataan Prabowo Terbuka pada Kritik Redakan Kekhawatiran Otoritarianisme\"\/><figcaption>Presiden Prabowo Subianto(sekretariat negara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENGAMAT komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan Presiden <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/prabowo-subianto\" title=\"Prabowo Subianto\">Prabowo Subianto<\/a> yang kembali menegaskan keterbukaannya terhadap kritik menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sikap tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran publik terhadap kemungkinan menguatnya praktik pemerintahan yang otoriter.<\/p>\n<p>Jamiluddin mengatakan pernyataan Prabowo mengenai keterbukaan terhadap kritik bukan kali pertama disampaikan. Menurut dia, sikap itu telah berulang kali ditegaskan Presiden dalam berbagai kesempatan.<\/p>\n<p>\u201cPernyataan senada sebenarnya sudah berulang dinyatakan Presiden Prabowo dalam berbagai kesempatan. Hal itu menunjukkan adanya konsistensi pernyataan Prabowo terkait keterbukaannya terhadap kritik,\u201d kata Jamiluddin dalam keterangannya, Minggu (15\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/852797\/prabowo-resmikan-peran-indonesia-di-dewan-keamanan-gaza-apa-itu-dewan-perdamaian-trump\" title=\"Prabowo Resmikan Peran Indonesia di Dewan Keamanan Gaza, Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?\" target=\"_blank\">Prabowo Resmikan Peran Indonesia di Dewan Keamanan Gaza, Apa Itu Dewan Perdamaian Trump?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ia menilai konsistensi tersebut juga menjadi jawaban atas anggapan sebagian pihak yang menilai Prabowo sebagai sosok yang anti kritik. \u201cPengulangan pernyataan itu tentu melegakan. Sebab, pernyataan Prabowo itu sekaligus menepis kekhawatiran Indonesia akan kembali menjadi negara otoriter,\u201d ujarnya.<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Jamiluddin menilai komitmen Presiden untuk menerima kritik merupakan jaminan bahwa Indonesia tetap berjalan dalam koridor demokrasi sebagaimana amanat reformasi dan konstitusi.<\/p>\n<p>\u201cPernyataan Prabowo itu juga menggaransi Indonesia akan tetap dalam koridor negara demokrasi. Komitmen tersebut kiranya sejalan dengan amanat konstitusi dan reformasi,\u201d katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/899408\/prabowo-tegaskan-komitmen-demokrasi-indonesia-di-majalah-the-economist\" title=\"Prabowo Tegaskan Komitmen Demokrasi Indonesia di Majalah The Economist\" target=\"_blank\">Prabowo Tegaskan Komitmen Demokrasi Indonesia di Majalah The Economist<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Karena itu, ia berpandangan masyarakat seharusnya tidak lagi merasa takut menyampaikan kritik terhadap pemerintah maupun Presiden.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya tidak ada lagi kehawatiran bagi siapa pun untuk mengkritik pemerintah, termasuk Prabowo sebagai kepala pemerintahan dan kepala negara,\u201d tuturnya.<\/p>\n<p>Jamiluddin juga meminta lingkungan terdekat Presiden serta para pendukungnya memahami dan menjalankan semangat keterbukaan tersebut. Menurut dia, tindakan intimidatif terhadap pengkritik justru dapat merugikan citra Presiden.<\/p>\n<p>\u201cSetidaknya tidak ada lagi telepon yang akan mengirim paket pasca pengamat melayangkan kritik terhadap penguasa. Termasuk tentunya teror lain melalui telepon atau merasa dikuntit oleh orang yang tidak dikenal,\u201d ucapnya.<\/p>\n<p>Ia menegaskan bahwa apabila intimidasi terhadap pengkritik masih terjadi, pihak yang paling dirugikan adalah Presiden sendiri.<\/p>\n<p>\u201cKalau hal itu masih terjadi, tentu yang dirugikan nama presiden. Padahal presiden sangat terbuka terhadap kritik dan berupaya menjadi sosok demokrat,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Menurut Jamiluddin, seluruh elemen masyarakat perlu menjaga komitmen demokrasi yang telah ditegaskan Presiden. Ia menilai tindakan yang bertentangan dengan semangat tersebut dapat dianggap sebagai bentuk pengkhianatan terhadap komitmen yang dibangun Prabowo.<\/p>\n<p>\u201cSemua pihak perlu menjaga marwah presiden sebagai sosok yang menjaga dan menjamin demokrasi tetap langgeng di negara tercinta. Siapa yang menodainya, berarti ia menjadi sosok yang berkhianat kepada Presiden Prabowo,\u201d pungkasnya. (Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/900340\/pengamat-pernyataan-prabowo-terbuka-pada-kritik-redakan-kekhawatiran-otoritarianisme\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Presiden Prabowo Subianto(sekretariat negara) PENGAMAT komunikasi politik, M. Jamiluddin Ritonga menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang kembali menegaskan keterbukaannya terhadap kritik menjadi sinyal positif bagi keberlangsungan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, sikap tersebut sekaligus meredakan kekhawatiran publik terhadap kemungkinan menguatnya praktik pemerintahan yang otoriter. Jamiluddin mengatakan pernyataan Prabowo mengenai keterbukaan terhadap kritik bukan kali pertama disampaikan. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":57014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-57013","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=57013"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/57013\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/57014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=57013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=57013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=57013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}