{"id":56989,"date":"2026-06-14T04:28:40","date_gmt":"2026-06-14T04:28:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/film-dokumenter-djum-karya-mahasiswa-isi-yogyakarta-raih-penghargaan-di-bulgaria\/"},"modified":"2026-06-14T04:28:40","modified_gmt":"2026-06-14T04:28:40","slug":"film-dokumenter-djum-karya-mahasiswa-isi-yogyakarta-raih-penghargaan-di-bulgaria","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/film-dokumenter-djum-karya-mahasiswa-isi-yogyakarta-raih-penghargaan-di-bulgaria\/","title":{"rendered":"Film Dokumenter DJUM Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Penghargaan di Bulgaria"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781410789_28eb519a5cf39af682d6.jpg\" alt=\"Film Dokumenter DJUM Karya Mahasiswa ISI Yogyakarta Raih Penghargaan di Bulgaria\"\/><figcaption>Poster film Djum(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DUNIA<b> <\/b>perfilman Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, sebuah karya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/dokumenter\" title=\"Dokumenter\">dokumenter<\/a> pendek berjudul <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/djum\" title=\"djum\">DJUM<\/a><\/em> berhasil meraih penghargaan bergengsi <em>Best Production with Strong Social Message and Humanitarian Contribution Award<\/em> di ajang Golden FEMI <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/film\" title=\"film\">Film<\/a> Festival 2026 yang diselenggarakan di Sofia, Bulgaria.<\/p>\n<p>Film ini merupakan buah karya Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto, seorang sutradara muda yang juga mahasiswa Program Studi Film dan Televisi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta. Prestasi ini terasa luar biasa mengingat <em>DJUM<\/em> harus bersaing dengan lebih dari 9.600 film dari 130 negara di seluruh dunia.<\/p>\n<h3>Diplomasi Budaya di Sofia<\/h3>\n<p>Malam penganugerahan yang berlangsung pada 6 Juni 2026 di Royal Ballroom, Sofia Balkan Palace Hotel, menjadi saksi pengakuan dunia terhadap sinema Indonesia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/887455\/film-dokumenter-jejak-wallacea-suarakan-konservasi-pesisir-berbasis-komunitas\" title=\"Film Dokumenter Jejak Wallacea: Suarakan Konservasi Pesisir Berbasis Komunitas\" target=\"_blank\">Film Dokumenter Jejak Wallacea: Suarakan Konservasi Pesisir Berbasis Komunitas<\/a><\/strong><\/p>\n<p><iframe loading=\"lazy\" title=\"DJUM - Trailer | FFD 2025\" width=\"640\" height=\"360\" src=\"https:\/\/www.youtube.com\/embed\/BQgaQfSMjEE?feature=oembed\" frameborder=\"0\" allow=\"accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share\" referrerpolicy=\"strict-origin-when-cross-origin\" allowfullscreen><\/iframe><\/p>\n<p>Penghargaan untuk <em>DJUM<\/em> diterima secara simbolis oleh perwakilan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Sofia. Kehadiran KBRI tidak hanya sebagai bentuk dukungan terhadap sineas muda, tetapi juga sebagai bagian dari diplomasi budaya untuk mempererat hubungan antara Indonesia dan Bulgaria.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/golden-femi-film-festival\" title=\"Golden FEMI Film Festival\">Golden FEMI Film Festival<\/a> sendiri merupakan ajang bereputasi tinggi di Eropa yang berada di bawah patronase Wakil Presiden Republik Bulgaria, Iliana Iotova, serta sempat berada di bawah naungan Parlemen Eropa pada tahun 2025.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/879274\/hikayatussistance-film-dokumenter-hibrida-aceh-di-panggung-sinema-dunia\" title=\"Hikayatussistance: Film Dokumenter Hibrida Aceh di Panggung Sinema Dunia\" target=\"_blank\">Hikayatussistance: Film Dokumenter Hibrida Aceh di Panggung Sinema Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Profil Singkat Film DJUM<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; font-weight: bold;\">Sutradara<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Ahmad Brilian Maulana Vitjayanto<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; font-weight: bold;\">Produser<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Al Barr Nurwani<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; font-weight: bold;\">Produksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Selat Sunda Creative (ISI Yogyakarta)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; font-weight: bold;\">Durasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">18 Menit 46 Detik<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; font-weight: bold;\">Subjek Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jumadi (69), Penggerobak Sampah<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Kisah Keteguhan Seorang Ayah<\/h3>\n<p><em>DJUM<\/em> mengangkat realitas sosial yang menyentuh hati melalui sosok Jumadi, 69, seorang penggerobak sampah yang telah bekerja selama lebih dari empat dekade. Di balik kesederhanaannya, Jumadi berhasil menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang pendidikan tinggi. Namun, ujian datang saat istrinya mengalami stroke tepat menjelang pernikahan anak bungsunya.<\/p>\n<p>Sutradara Ahmad Brilian mengungkapkan bahwa film ini adalah refleksi tentang kekuatan cinta dan pengorbanan seorang ayah.<\/p>\n<p>&#8220;Melalui Pak Jumadi, saya belajar bahwa kekuatan manusia sering kali lahir dari cinta, doa, dan kebaikan-kebaikan sederhana yang dilakukan setiap hari,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h3>Dari Tugas Kampus Menuju Panggung Dunia<\/h3>\n<p>Hal yang paling menginspirasi adalah fakta bahwa <em>DJUM<\/em> awalnya hanyalah sebuah proyek Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Dokumenter. Berawal dari tugas akademik, film ini kemudian dikembangkan secara profesional oleh komunitas Selat Sunda Creative hingga mampu menembus berbagai festival internasional.<\/p>\n<p>Selain <em>DJUM<\/em>, dua film Indonesia lainnya juga berjaya di ajang yang sama, yakni film panjang <em>Solata<\/em> karya Ichwan Persada dan film pelajar <em>Dolanan Nusantara<\/em> karya Dimas Surya Pratama.<\/p>\n<h3>Rekam Jejak Prestasi Internasional<\/h3>\n<p>Sebelum berjaya di Bulgaria, <em>DJUM<\/em> telah mengumpulkan berbagai apresiasi di berbagai negara. Berikut adalah daftar rekam jejak festival yang diikuti oleh film <em>DJUM<\/em>:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Festival Film<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Negara<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px; text-align: left;\">Status\/Penghargaan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Golden FEMI Film Festival (2026)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Bulgaria<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Award Winner<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Salisbury University Film Festival (2026)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">USA<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Award Winner<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Giuseppe \u0160ebesta Prize (2025)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Italia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Finalist<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Films That Move (2025)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Jamaika<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Honorable Mention<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Tianjin Int. Academic Film Festival (2025)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">China<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Semi-Finalist<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Festival Film Dokumenter (2025)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">Indonesia<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 8px;\">In Competition<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Keberhasilan ini membuktikan bahwa narasi lokal yang jujur memiliki kekuatan universal yang mampu melampaui batas bahasa dan budaya, sekaligus menegaskan posisi mahasiswa ISI Yogyakarta sebagai talenta muda yang patut diperhitungkan di industri film global. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/900328\/film-dokumenter-djum-karya-mahasiswa-isi-yogyakarta-raih-penghargaan-di-bulgaria\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Poster film Djum(MI\/HO) DUNIA perfilman Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Kali ini, sebuah karya dokumenter pendek berjudul DJUM berhasil meraih penghargaan bergengsi Best Production with Strong Social Message and Humanitarian Contribution Award di ajang Golden FEMI Film Festival 2026 yang diselenggarakan di Sofia, Bulgaria. Film ini merupakan buah karya Ahmad Brilian Maulana [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56990,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56989","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56989","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56989"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56989\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56990"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56989"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56989"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56989"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}