{"id":56965,"date":"2026-06-14T03:22:26","date_gmt":"2026-06-14T03:22:26","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/anak-alergi-susu-sapi-kenali-gejala-dan-solusi-nutrisinya\/"},"modified":"2026-06-14T03:22:26","modified_gmt":"2026-06-14T03:22:26","slug":"anak-alergi-susu-sapi-kenali-gejala-dan-solusi-nutrisinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/14\/anak-alergi-susu-sapi-kenali-gejala-dan-solusi-nutrisinya\/","title":{"rendered":"Anak Alergi Susu Sapi Kenali Gejala dan Solusi Nutrisinya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/14\/1781406571_e36035583c6f8e0010be.jpg\" alt=\"Anak Alergi Susu Sapi? Kenali Gejala dan Solusi Nutrisinya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>ALERGI Protein Susu Sapi (APSS) merupakan kondisi yang kerap dialami anak usia dini. Studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2025) menyebutkan prevalensi global APSS mencapai 2% hingga 7,5%. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mencatat angka kejadian yang serupa, yakni hingga 7,5%.<\/p>\n<p>Sayangnya, gejala APSS seperti ruam kulit, gangguan pencernaan, hingga perubahan perilaku sering kali menyerupai penyakit umum lain sehingga terlambat disadari. Padahal, penanganan yang salah bisa berdampak serius.<\/p>\n<p>Medical and Scientific Affairs Director Sarihusada, Dr. dr. Ray Wagiu Basrowi, MKK, FRSPH, memperingatkan, \u201cTata laksana alergi susu sapi yang tidak tepat dapat memengaruhi kecukupan asupan yang dibutuhkan anak untuk tumbuh kembang secara optimal. Dalam jangka panjang, hal ini dapat berujung pada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/stunting\" title=\"stunting\">stunting<\/a>. Studi menemukan risiko stunting mencapai hingga 24% pada kelompok anak alergi protein susu sapi. Selain itu, dampak alergi susu sapi juga dapat dirasakan pada kualitas hidup anak secara keseluruhan, termasuk aspek psikologis, sosial, finansial serta memberikan tantangan tersendiri bagi keluarga dalam proses pengelolaan sehari-hari.\u201d<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899673\/bkkbn-tekankan-pentingnya-data-presisi-dalam-penurunan-stunting\" title=\"BKKBN Tekankan Pentingnya Data Presisi dalam Penurunan Stunting\" target=\"_blank\">BKKBN Tekankan Pentingnya Data Presisi dalam Penurunan Stunting<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Menyambut World Allergy Week 2026 bertema &#8220;Allergy Care is Essential Care&#8221;, Sarihusada memperkuat inisiatif SADAR Alergi (Skrining Awal dan Asupan Rekomendasi Alergi). Healthcare Nutrition Director Sarihusada, Vera Saw, menegaskan pentingnya edukasi berbasis sains untuk menghindari self-diagnosis tanpa konsultasi medis.<\/p>\n<h2>Rekomendasi Nutrisi Sesuai Gejala<\/h2>\n<p>Dokter Spesialis Anak Konsultan Alergi Imunologi, Molly Dumakuri Oktarina menjelaskan penanganan harus terarah dan berbasis evaluasi medis.<\/p>\n<p>\u201cSetiap anak memiliki kondisi yang berbeda, sehingga pendekatan penanganannya pun tidak bisa disamaratakan. ASI merupakan nutrisi terbaik bagi anak, termasuk pada anak dengan alergi protein susu sapi, namun Ibu perlu menghindari konsumsi susu sapi dan produk turunannya sebagai bagian dari penanganan,&#8221; papar Molly.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899261\/krisis-iklim-picu-lonjakan-kasus-stunting-anak-anak-di-afrika\" title=\"Krisis Iklim Picu Lonjakan Kasus Stunting Anak-Anak di Afrika\" target=\"_blank\">Krisis Iklim Picu Lonjakan Kasus Stunting Anak-Anak di Afrika<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sedangkan pada anak yang membutuhkan asupan tambahan karena indikasi medis tertentu, pemilihan nutrisi perlu disesuaikan berdasarkan rekomendasi dan pemantauan dokter anak seperti formula terhidrolisa ekstensif (EHF) untuk alergi ringan-sedang. Sedangkan, amino acid formula (AAF) diberikan untuk kondisi alergi yang lebih berat atau apabila alergi tidak bisa ditangani dengan EHF, dan formula Soya sebagai alternatif pada alergi ringan-sedang apabila terdapat kendala biaya atau ketersediaan EHF. Sedangkan susu terhidrolisat parsial (PHF) bukan pilihan untuk terapi alergi susu sapi.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Karena tidak semua formula cocok untuk setiap anak, sehingga seluruh proses mulai dari diagnosis serta pemilihan nutrisi perlu dilakukan di bawah pengawasan dokter anak agar kebutuhan nutrisi dan tumbuh kembang anak tetap terjaga,\u201d papar Molly.<\/p>\n<p>Pengalaman nyata juga dibagikan oleh Sandra Devita, seorang momfluencer dengan anak APSS. Ia mengaku sempat cemas dan bolak-balik ke dokter. \u201cDari pengalaman ini saya belajar bahwa menjadi orang tua tidak cukup hanya SADAR alergi saja, tetapi juga perlu mengambil langkah nyata seperti berkonsultasi dengan dokter spesialis anak untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat sesuai kondisi anak, bukan langsung mengambil kesimpulan sendiri. Karena setiap anak memiliki kondisi yang berbeda, proses penanganannya pun perlu dipantau secara berkala dan tidak cukup hanya dalam satu kali konsultasi,\u201d ungkapnya. Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/900315\/anak-alergi-susu-sapi-kenali-gejala-dan-solusi-nutrisinya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Magnific) ALERGI Protein Susu Sapi (APSS) merupakan kondisi yang kerap dialami anak usia dini. Studi dalam Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition (2025) menyebutkan prevalensi global APSS mencapai 2% hingga 7,5%. Di Indonesia, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) juga mencatat angka kejadian yang serupa, yakni hingga 7,5%. Sayangnya, gejala APSS seperti ruam kulit, gangguan pencernaan, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56966,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56965","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56965","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56965"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56965\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56966"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56965"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56965"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56965"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}