{"id":56892,"date":"2026-06-13T17:55:30","date_gmt":"2026-06-13T17:55:30","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/apakah-1-suro-sama-dengan-1-muharram-ini-penjelasan-sejarahnya\/"},"modified":"2026-06-13T17:55:30","modified_gmt":"2026-06-13T17:55:30","slug":"apakah-1-suro-sama-dengan-1-muharram-ini-penjelasan-sejarahnya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/apakah-1-suro-sama-dengan-1-muharram-ini-penjelasan-sejarahnya\/","title":{"rendered":"Apakah 1 Suro Sama dengan 1 Muharram Ini Penjelasan Sejarahnya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/13\/1781355396_db1d0e915f99bc7ad2b8.png\" alt=\"Apakah 1 Suro Sama dengan 1 Muharram? Ini Penjelasan Sejarahnya\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Pertanyaan mengenai <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/apakah-1-suro-sama-dengan-1-muharram\" title=\"Apakah 1 Suro Sama dengan 1 Muharram\">apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram<\/a> sering muncul setiap kali pergantian tahun baru tiba. Secara kalender, keduanya memang jatuh pada hari yang sama, namun keduanya memiliki latar belakang sejarah, identitas budaya, dan cara perayaan yang berbeda.<\/p>\n<p>Secara teknis, 1 Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa, sedangkan 1 Muharram adalah hari pertama dalam kalender Hijriah (Islam). Berikut adalah penjelasan mendalam mengenai keterkaitan keduanya.<\/p>\n<h2>Sejarah Penggabungan Kalender oleh Sultan Agung<\/h2>\n<p>Persamaan waktu antara 1 Suro dan 1 Muharram bukanlah sebuah kebetulan, melainkan hasil dari kebijakan strategis <strong>Sultan Agung Hanyokrokusumo<\/strong>, Raja Mataram Islam, pada tahun 1633 Masehi (1555 Saka).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/900224\/kapan-malam-1-suro-2026-jadwal-makna-dan-tradisi-ritual-jawa\" title=\"Kapan Malam 1 Suro 2026? Jadwal, Makna, dan Tradisi Ritual Jawa\" target=\"_blank\">Kapan Malam 1 Suro 2026? Jadwal, Makna, dan Tradisi Ritual Jawa<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Pada masa itu, masyarakat Jawa menggunakan kalender Saka yang berbasis matahari (solar), sementara umat Islam menggunakan kalender Hijriah yang berbasis bulan (lunar). Untuk menyatukan rakyatnya dan memperkuat syiar Islam di tanah Jawa, Sultan Agung menciptakan <strong>Kalender Jawa<\/strong>.<\/p>\n<p>Sultan Agung mengubah sistem penanggalan Saka yang berbasis matahari menjadi berbasis bulan (lunar), mengikuti sistem Hijriah. Keputusan ini membuat awal tahun Jawa (1 Suro) selalu jatuh bersamaan dengan awal tahun Islam (1 Muharram).<\/p>\n<h2>Perbedaan Esensi: 1 Suro vs 1 Muharram<\/h2>\n<p>Meskipun jatuh pada tanggal yang sama, terdapat perbedaan mendasar dalam cara memandang kedua momen ini:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/900222\/asal-usul-malam-1-suro-sejarah-makna-spiritual-dan-mitosnya\" title=\"Asal Usul Malam 1 Suro: Sejarah, Makna Spiritual, dan Mitosnya\" target=\"_blank\">Asal Usul Malam 1 Suro: Sejarah, Makna Spiritual, dan Mitosnya<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ddd; margin-bottom: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">1 Muharram (Islam)<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">1 Suro (Jawa)<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Identitas<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Tahun Baru Hijriah.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Tahun Baru Jawa.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Makna Utama<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Mengenang peristiwa Hijrah Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Momen introspeksi diri (<em>nglaras rasa<\/em>) dan penyucian diri.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Tradisi Umum<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Doa awal dan akhir tahun, pengajian, dan santunan anak yatim.<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 10px; border: 1px solid #ddd;\">Kirab pusaka, Tapa Bisu, kungkum (berendam), dan ziarah.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Mengapa Namanya Menjadi &#8220;Suro&#8221;?<\/h2>\n<p>Kata &#8220;Suro&#8221; sebenarnya berasal dari kata bahasa Arab, <strong>Asyura<\/strong>, yang merujuk pada tanggal 10 Muharram. Dalam tradisi Islam, hari Asyura adalah hari yang sangat mulia dengan berbagai peristiwa sejarah nabi-nabi di dalamnya.<\/p>\n<p>Masyarakat Jawa kemudian menyerap istilah tersebut untuk menamai keseluruhan bulan pertama dalam kalender Jawa. Oleh karena itu, bulan Muharram dalam lidah masyarakat Jawa lebih dikenal dengan sebutan bulan Suro.<\/p>\n<h2>Kesimpulan<\/h2>\n<p>Jadi, apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram? Jawabannya adalah <strong>ya secara waktu penanggalan<\/strong>, namun <strong>berbeda secara konteks budaya<\/strong>. 1 Suro adalah bentuk akulturasi budaya antara nilai-nilai lokal Jawa dengan ajaran Islam yang digagas oleh Sultan Agung untuk menciptakan harmoni di tengah masyarakat.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin-top: 20px;\"><strong>FAQ Singkat:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Apakah 1 Suro selalu sama dengan 1 Muharram?<\/strong> Ya, karena kalender Jawa menggunakan sistem lunar yang sama dengan kalender Hijriah.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Kapan 1 Suro 2026?<\/strong> Berdasarkan kalender, 1 Suro 2026 jatuh pada Selasa, 16 Juni 2026.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Bolehkah merayakan keduanya?<\/strong> Bagi masyarakat Jawa Muslim, perayaan ini seringkali dilakukan beriringan sebagai bentuk syukur dan pelestarian tradisi.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/900225\/apakah-1-suro-sama-dengan-1-muharram-ini-penjelasan-sejarahnya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) Pertanyaan mengenai apakah 1 Suro sama dengan 1 Muharram sering muncul setiap kali pergantian tahun baru tiba. Secara kalender, keduanya memang jatuh pada hari yang sama, namun keduanya memiliki latar belakang sejarah, identitas budaya, dan cara perayaan yang berbeda. Secara teknis, 1 Suro adalah hari pertama dalam kalender Jawa, sedangkan 1 Muharram adalah hari [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56893,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56892","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56892","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56892"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56892\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56893"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56892"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56892"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56892"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}