{"id":56680,"date":"2026-06-13T08:33:40","date_gmt":"2026-06-13T08:33:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/jaga-stok-pertalite-dpr-minta-pemerintah-tata-ulang-penerima-bbm-subsidi\/"},"modified":"2026-06-13T08:33:40","modified_gmt":"2026-06-13T08:33:40","slug":"jaga-stok-pertalite-dpr-minta-pemerintah-tata-ulang-penerima-bbm-subsidi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/jaga-stok-pertalite-dpr-minta-pemerintah-tata-ulang-penerima-bbm-subsidi\/","title":{"rendered":"Jaga Stok Pertalite, DPR Minta Pemerintah Tata Ulang Penerima BBM Subsidi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/13\/1781338716_dde2a4dd4cbd93f373f1.jpg\" alt=\"Jaga Stok Pertalite, DPR Minta Pemerintah Tata Ulang Penerima BBM Subsidi\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Deny Susanto)<\/figcaption><\/figure>\n<p>ANGGOTA Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menyoroti potensi perpindahan konsumen dari <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertamax\" title=\"pertamax\">Pertamax<\/a> ke <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertalite\" title=\"pertalite\">Pertalite<\/a> akibat selisih harga yang semakin lebar. Jika itu tidak diantisipasi, katanya, akan terjadi migrasi konsumsi secara masif dari pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.\u00a0<\/p>\n<p>\u201cInilah yang berpotensi membebani APBN dan mengganggu ketahanan pasokan Pertalite,\u201d ujar legislator dari Fraksi PKS itu dalam keterangan yang dikutip, Sabtu (13\/6).\u00a0<\/p>\n<p>Ia mengingatkan kuota Pertalite tahun 2026 telah ditetapkan sebesar 29,2 juta kiloliter. Apabila terjadi lonjakan konsumsi akibat perpindahan pengguna kendaraan kelas menengah yang sebelumnya menggunakan Pertamax, kuota tersebut berisiko tidak mencukupi hingga akhir tahun. Karena itu, kata Ateng, langkah yang paling rasional bukan menaikkan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/harga-pertalite\" title=\"harga Pertalite\">harga Pertalite<\/a>, melainkan mempercepat penataan penerima BBM subsidi agar tepat sasaran.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/899807\/penjualan-pertamax-di-spbu-pantura-subang-turun-drastis-\" title=\"Penjualan Pertamax di SPBU Pantura Subang Turun Drastis \" target=\"_blank\">Penjualan Pertamax di SPBU Pantura Subang Turun Drastis <\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cPemerintah harus memastikan subsidi tidak dinikmati oleh kelompok masyarakat yang mampu membeli BBM nonsubsidi. Jangan sampai rakyat kecil yang menjadi korban akibat lemahnya pengawasan,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Karena itu, menurutnya, pemerintah harus mempercepat penyelesaian revisi Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014 yang selama ini menjadi dasar pengaturan distribusi BBM subsidi. Ia menilai pembatasan konsumen berdasarkan kriteria kendaraan dan kemampuan ekonomi merupakan langkah yang jauh lebih rasional dibandingkan menaikkan harga Pertalite.<\/p>\n<p>Menurut Ateng, pendekatan tersebut merupakan opsi yang paling realistis dan mudah diterapkan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/899799\/kebijakan-pertahankan-harga-bbm-subsidi-langkah-penting-jaga-daya-beli-masyarakat-berpenghasilan-rendah\" title=\"Kebijakan Pertahankan Harga BBM Subsidi Langkah Penting Jaga Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah\" target=\"_blank\">Kebijakan Pertahankan Harga BBM Subsidi Langkah Penting Jaga Daya Beli Masyarakat Berpenghasilan Rendah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cKendaraan kategori mewah dan berkapasitas mesin besar sudah semestinya tidak memperoleh akses terhadap BBM subsidi, sementara kendaraan keluarga sederhana, kendaraan LCGC, kendaraan roda dua, dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah tetap mendapatkan perlindungan negara,\u201d paparnya.<\/p>\n<p>Ia juga mengatakan bahwa penguatan sistem distribusi berbasis digital, termasuk optimalisasi QR Code dan integrasi data konsumen melalui MyPertamina, dapat menjadi instrumen penting untuk mengurangi kebocoran subsidi dan menjaga keberlanjutan fiskal negara.<\/p>\n<p>&#8220;Selama harga minyak dunia belum bertahan secara permanen di atas level psikologis US$100 per barel dan pemerintah mampu menertibkan distribusi BBM subsidi, tidak ada alasan mendesak untuk menaikkan harga Pertalite,\u201d ujar Ateng.<\/p>\n<p>\u201cPemerintah harus fokus memperbaiki ketepatan sasaran subsidi, mempercepat pembatasan distribusi, dan menjaga daya beli rakyat. Itu lebih penting,\u201d pungkasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/900149\/jaga-stok-pertalite-dpr-minta-pemerintah-tata-ulang-penerima-bbm-subsidi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Deny Susanto) ANGGOTA Komisi XII DPR RI Ateng Sutisna menyoroti potensi perpindahan konsumen dari Pertamax ke Pertalite akibat selisih harga yang semakin lebar. Jika itu tidak diantisipasi, katanya, akan terjadi migrasi konsumsi secara masif dari pengguna BBM nonsubsidi ke BBM subsidi.\u00a0 \u201cInilah yang berpotensi membebani APBN dan mengganggu ketahanan pasokan Pertalite,\u201d ujar legislator dari Fraksi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56681,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56680","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56680","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56680"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56680\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56681"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56680"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56680"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56680"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}