{"id":56536,"date":"2026-06-13T01:44:10","date_gmt":"2026-06-13T01:44:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/ariana-grande-protes-lagunya-digunakan-gedung-putih-dalam-video-imigrasi\/"},"modified":"2026-06-13T01:44:10","modified_gmt":"2026-06-13T01:44:10","slug":"ariana-grande-protes-lagunya-digunakan-gedung-putih-dalam-video-imigrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/13\/ariana-grande-protes-lagunya-digunakan-gedung-putih-dalam-video-imigrasi\/","title":{"rendered":"Ariana Grande Protes Lagunya DIgunakan Gedung Putih dalam Video Imigrasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/13\/1781314291_d4830c308661c5d6fb1e.jpg\" alt=\"Ariana Grande Protes Lagunya DIgunakan Gedung Putih dalam Video Imigrasi\"\/><figcaption>Ariana Grande(AFP\/Frederic J. Brown)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PENYANYI pop kenamaan asal <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/ariana-grande\" title=\"Ariana Grande\">Ariana Grande<\/a>, melayangkan protes keras terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gedung-putih\" title=\"Gedung Putih\">Gedung Putih<\/a> setelah salah satu lagunya digunakan tanpa izin dalam video promosi kebijakan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/imigrasi\" title=\"imigrasi\">imigrasi<\/a>. Grande secara tegas meminta agar karyanya tidak dikaitkan dengan agenda politik yang ia nilai tidak manusiawi.<\/p>\n<p>Ketegangan ini bermula ketika sebuah video <em>reel<\/em> diunggah di akun TikTok resmi Gedung Putih pada Senin (8\/6) waktu setempat. Video tersebut menampilkan cuplikan petugas perbatasan yang sedang memborgol sejumlah orang, dengan latar belakang lagu hit Grande tahun 2024 berjudul <em>Bye<\/em>. Unggahan itu disertai takarir (caption): <em>&#8220;Bye-bye&#8230; Presiden Trump telah mewujudkan perbatasan paling aman dalam sejarah.&#8221;<\/em><\/p>\n<h2>Reaksi Keras Ariana Grande<\/h2>\n<p>Melalui kolom komentar pada unggahan tersebut, bintang film <em>Wicked<\/em> ini menyampaikan keberatannya secara langsung. Grande menuliskan pesan menohok yang mengecam penggunaan musiknya untuk konten tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/890306\/trump-dan-xi-jinping-sepakat-selat-hormuz-harus-tetap-terbuka-iran-tidak-boleh-miliki-senjata-nuklir\" title=\"Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka, Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir\" target=\"_blank\">Trump dan Xi Jinping Sepakat Selat Hormuz Harus Tetap Terbuka, Iran Tidak Boleh Miliki Senjata Nuklir<\/a><\/strong><\/p>\n<p style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #ccc; font-style: italic;\">&#8220;Tolong jangan gunakan musik saya terkait dengan omong kosong yang biadab, tidak manusiawi, dan keji ini,&#8221; tulis Grande.<\/p>\n<p>Merespons kritik tersebut, juru bicara Gedung Putih, Abigail Jackson, memberikan pernyataan balasan kepada media AS. Jackson justru membalikkan istilah yang digunakan Grande untuk membela kebijakan pemerintah.<\/p>\n<p>&#8220;Yang sebenarnya biadab, tidak manusiawi, dan keji adalah para pendatang ilegal kriminal yang telah melukai dan membunuh warga negara Amerika yang tidak bersalah,&#8221; ujar Jackson.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/884516\/tanpa-kamera-pertemuan-raja-charles-iii-dan-donald-trump-diselimuti-kekhawatiran\" title=\"Tanpa Kamera! Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Diselimuti Kekhawatiran\" target=\"_blank\">Tanpa Kamera! Pertemuan Raja Charles III dan Donald Trump Diselimuti Kekhawatiran<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Tindakan Lanjutan dan Konteks Kebijakan<\/h2>\n<p>Tidak lama setelah komentar Grande viral, video di akun TikTok tersebut terpantau telah dibisukan (muted) dan komentar sang artis dihapus. Namun, langkah ini memicu reaksi dari netizen yang menyadari hilangnya suara latar dan komentar kritis Grande.<\/p>\n<p>Insiden ini terjadi di tengah langkah agresif pemerintahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/donald-trump\" title=\"Donald Trump\">Donald Trump<\/a> dalam memperketat keamanan perbatasan. Baru-baru ini, Trump menandatangani undang-undang yang menyetujui pendanaan lebih dari US$70 miliar untuk lembaga imigrasi selama sisa masa jabatannya.<\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan data terkait pendanaan dan daftar musisi yang pernah memprotes penggunaan karya mereka oleh tim Trump:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px; text-align: left;\">Kategori<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px; text-align: left;\">Detail Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Total Anggaran Imigrasi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Lebih dari US$70 Miliar<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Lagu yang Digunakan (2026)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">&#8220;Bye&#8221; oleh Ariana Grande<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Artis Lain yang Memprotes<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Sabrina Carpenter, ABBA, C\u00e9line Dion, Beyonc\u00e9<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">Durasi Pendanaan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ddd; padding: 10px;\">2,5 tahun sisa masa jabatan presiden<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h2>Tren Penolakan Musisi<\/h2>\n<p>Ariana Grande menambah panjang daftar musisi yang menolak musik mereka dijadikan alat kampanye atau promosi kebijakan Trump. Tahun lalu, Sabrina Carpenter juga menyampaikan keberatan serupa setelah lagunya yang berjudul <em>Juno<\/em>\u00a0digunakan dalam kompilasi video operasi ICE (Immigration and Customs Enforcement).<\/p>\n<p>Sebelumnya, nama-nama besar seperti ABBA, C\u00e9line Dion, hingga Beyonc\u00e9 juga telah mendesak tim kampanye Trump agar tidak memutar lagu-lagu mereka dalam rapat umum maupun materi promosi politik lainnya. (bbc\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/900071\/ariana-grande-protes-lagunya-digunakan-gedung-putih-dalam-video-imigrasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ariana Grande(AFP\/Frederic J. Brown) PENYANYI pop kenamaan asal Amerika Serikat, Ariana Grande, melayangkan protes keras terhadap Gedung Putih setelah salah satu lagunya digunakan tanpa izin dalam video promosi kebijakan imigrasi. Grande secara tegas meminta agar karyanya tidak dikaitkan dengan agenda politik yang ia nilai tidak manusiawi. Ketegangan ini bermula ketika sebuah video reel diunggah di [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56537,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56536","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56536","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56536"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56536\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56537"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56536"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56536"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56536"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}