{"id":56431,"date":"2026-06-12T19:48:41","date_gmt":"2026-06-12T19:48:41","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/12\/di-hadapan-mahasiswa-dirjen-pemasyarakatan-tegaskan-lapas-bukan-lagi-tempat-pembalasan\/"},"modified":"2026-06-12T19:48:41","modified_gmt":"2026-06-12T19:48:41","slug":"di-hadapan-mahasiswa-dirjen-pemasyarakatan-tegaskan-lapas-bukan-lagi-tempat-pembalasan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/12\/di-hadapan-mahasiswa-dirjen-pemasyarakatan-tegaskan-lapas-bukan-lagi-tempat-pembalasan\/","title":{"rendered":"Di Hadapan Mahasiswa, Dirjen Pemasyarakatan Tegaskan Lapas Bukan Lagi Tempat Pembalasan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/13\/1781293609_52eebc6ce0b36112f2ec.jpg\" alt=\"Di Hadapan Mahasiswa, Dirjen Pemasyarakatan Tegaskan Lapas Bukan Lagi Tempat Pembalasan\"\/><figcaption>Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Irjen (Purn) Mashudi berbicara dalam acara diskusi publik bertajuk &#8220;Transformasi Lapas dalam Mewujudkan Pemasyarakatan Modern yang Berkeadilan Sosial&#8221;. Acara ini disel(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SISTEM<b> <\/b>pemasyarakatan di Indonesia tengah memasuki babak baru. Paradigma lama yang menitikberatkan pada pembalasan kini mulai ditinggalkan, berganti dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berorientasi pada pemulihan sosial bagi warga binaan.<\/p>\n<p>Penegasan tersebut disampaikan Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemen-imipas\" title=\"kemen imipas\">Kemen Imipas<\/a>), Irjen (Purn) Mashudi, dalam diskusi publik bertajuk <em>&#8220;Transformasi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lapas\" title=\"lapas\">Lapas<\/a> dalam Mewujudkan Pemasyarakatan Modern yang Berkeadilan Sosial&#8221;<\/em>. Acara ini diselenggarakan di Fakultas Hukum Universitas Pancasila di Jakarta, Jumat (12\/6\/2026).<\/p>\n<h3>Pergeseran Paradigma: Dari Pembalasan ke Pemulihan<\/h3>\n<p>Mashudi menekankan bahwa institusi pemasyarakatan kini tidak lagi sekadar menjadi pelaksana putusan pengadilan di hilir proses hukum. Sebaliknya, pemasyarakatan menjadi bagian integral sejak awal sistem peradilan pidana untuk memastikan keadilan yang lebih bermartabat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/899993\/mahasiswa-yang-hanyut-terseret-banjir-di-buleleng-ditemukan-meninggal-dunia\" title=\"Mahasiswa yang Hanyut Terseret Banjir di Buleleng Ditemukan Meninggal Dunia\" target=\"_blank\">Mahasiswa yang Hanyut Terseret Banjir di Buleleng Ditemukan Meninggal Dunia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cJika sebelumnya hukuman identik dengan pembalasan atas kesalahan, kini pemidanaan diarahkan untuk memperbaiki perilaku pelaku, memulihkan hubungan sosial yang rusak, serta mempersiapkan warga binaan kembali hidup produktif di tengah masyarakat,\u201d ujar Mashudi di Aula Nusantara Fakultas Hukum Universitas Pancasila.<\/p>\n<p>Salah satu langkah konkret dalam transformasi ini adalah penerapan <em>ultimum remedium<\/em>, yakni menjadikan penjara sebagai pilihan terakhir. Pemerintah mulai mendorong alternatif pemidanaan guna mengurangi ketergantungan pada lembaga pemasyarakatan yang selama ini terbebani kapasitas berlebih.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\"><strong>Poin Utama Transformasi Pemasyarakatan:<\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 10px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Aspek<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Pendekatan Baru<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Tujuan Utama<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Perbaikan perilaku dan pemulihan hubungan sosial.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Alternatif Pidana<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Pidana pengawasan dan pidana kerja sosial.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Kasus Narkotika<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Rehabilitasi medis dan sosial (tanggung jawab negara).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Prinsip Hukum<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\"><em>Ultimum Remedium<\/em> (penjara sebagai upaya terakhir).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Rehabilitasi dan Nilai Pancasila<\/h3>\n<p>Dalam konteks penyalahgunaan narkotika, Deputi Rehabilitasi Badan Narkotika Nasional (BNN), dr. Bina Ampera Bukit, M.Kes., menegaskan bahwa rehabilitasi bukanlah sekadar alternatif hukuman. Menurutnya, rehabilitasi adalah kewajiban negara untuk memulihkan fungsi fisik, mental, dan sosial individu.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/899922\/mahasiswa-di-buleleng-bali-hanyut-terseret-banjir-saat-hujan-deras\" title=\"Mahasiswa di Buleleng Bali Hanyut Terseret Banjir saat Hujan Deras\" target=\"_blank\">Mahasiswa di Buleleng Bali Hanyut Terseret Banjir saat Hujan Deras<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cMelalui pemulihan sosial, integrasi kembali ke masyarakat menjadi tolok ukur utama keberhasilan dari setiap program pemulihan,\u201d tegas Bina.<\/p>\n<p>Senada dengan hal tersebut, Dekan Fakultas Hukum Universitas Pancasila, Lisda Syamsumardian, mengingatkan pentingnya meninggalkan warisan kolonial dalam sistem hukum Indonesia. Ia berpendapat bahwa <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sistem-pemasyarakatan\" title=\"sistem pemasyarakatan\">sistem pemasyarakatan<\/a> harus berpijak pada nilai-nilai Pancasila yang memanusiakan manusia.<\/p>\n<p>Lisda juga menyoroti isu krusial mengenai overkapasitas lapas. Menurutnya, kepadatan berlebih bukan hanya masalah kenyamanan fisik, melainkan ancaman terhadap efektivitas pembinaan yang dapat memicu residivisme atau pengulangan tindak pidana.<\/p>\n<p>Diskusi yang dihadiri ratusan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mahasiswa\" title=\"mahasiswa\">mahasiswa<\/a> ini berlangsung dinamis. Para mahasiswa kritis mempertanyakan kondisi riil di lapangan serta tantangan yang dihadapi lapas saat ini. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/900034\/di-hadapan-mahasiswa-dirjen-pemasyarakatan-tegaskan-lapas-bukan-lagi-tempat-pembalasan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Irjen (Purn) Mashudi berbicara dalam acara diskusi publik bertajuk &#8220;Transformasi Lapas dalam Mewujudkan Pemasyarakatan Modern yang Berkeadilan Sosial&#8221;. Acara ini disel(MI\/HO) SISTEM pemasyarakatan di Indonesia tengah memasuki babak baru. Paradigma lama yang menitikberatkan pada pembalasan kini mulai ditinggalkan, berganti dengan pendekatan yang lebih manusiawi dan berorientasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":56432,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-56431","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56431","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=56431"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/56431\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/56432"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=56431"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=56431"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=56431"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}