{"id":55958,"date":"2026-06-11T22:10:36","date_gmt":"2026-06-11T22:10:36","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/memitigasi-efek-domino-penaikan-harga-bbm\/"},"modified":"2026-06-11T22:10:36","modified_gmt":"2026-06-11T22:10:36","slug":"memitigasi-efek-domino-penaikan-harga-bbm","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/memitigasi-efek-domino-penaikan-harga-bbm\/","title":{"rendered":"Memitigasi Efek Domino Penaikan Harga BBM"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/12\/1781212729_5adab3d86c5f4f0062ff.jpg\" alt=\"Memitigasi Efek Domino Penaikan Harga BBM\"\/><figcaption>(MI\/Seno)<\/figcaption><\/figure>\n<p>HARGA <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pertalite\" title=\"Pertalite\">pertalite<\/a> masih dipertahankan tidak naik. Namun, sejak 10 Juni 2026 harga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bbm-nonsubsidi\" title=\"BBM Nonsubsidi\">BBM nonsubsidi<\/a> tidak lagi sama. Pemerintah telah mengumumkan harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter serta pertamax<em>\u00a0green<\/em> 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penaikan-harga-bbm\" title=\"Penaikan Harga BBm\">Penaikan harga BBM<\/a> nonsubsidi sekitar 30% lebih itu sesungguhnya bukan hal yang mengejutkan. Di tengah keterbatasan dana APBN, pemerintah mau tidak mau memang harus menaikkan harga BBM nonsubsidi karena kenaikan harga minyak mentah di pasaran global sudah jauh di atas harga patokan APBN 2026.<\/p>\n<p>Bagi golongan masyarakat miskin, mereka barangkali tidak terdampak langsung karena sehari-hari mereka masih mungkin membeli BBM pertalite. Namun, bagi kelas menengah yang terbiasa menggunakan pertamax atau pertamax<em>\u00a0green<\/em> 95, penaikan harga yang cukup besar itu tentu akan merasakan akibatnya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/880858\/harga-bbm-hari-ini-pertamax-turbo--dex-dan-dexlite-naik-esdm-dampak-konflik-timur-tengah\" title=\"Harga BBM Hari Ini, Pertamax Turbo , Dex, dan Dexlite Naik, ESDM: Dampak Konflik Timur Tengah\" target=\"_blank\">Harga BBM Hari Ini, Pertamax Turbo , Dex, dan Dexlite Naik, ESDM: Dampak Konflik Timur Tengah<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Diperkirakan, kelas menengah dan masyarakat yang sedang menuju kelas menengah yang jumlahnya sekitar 66,35% dari total populasi Indonesia akan terdampak. Mereka yang selama ini merupakan konsumen BBM nonsubsidi bisa dipastikan akan merasakan dampaknya. Mengeluarkan uang yang sama jumlahnya, tetapi tangki mobil mereka tidak lagi penuh seperti hari-hari sebelumnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>EFEK DOMINO<\/strong><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/825619\/pertalite-berair-pemerintah-siap-ambil-tindakan-tegas\" title=\"Pertalite Berair? Pemerintah Siap Ambil Tindakan Tegas\" target=\"_blank\">Pertalite Berair? Pemerintah Siap Ambil Tindakan Tegas<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Penaikan harga pertamax menjadi Rp16.250 per liter bisa dipastikan akan memicu efek domino yang menekan daya beli kelas menengah dan mendorong migrasi massal konsumen ke BBM bersubsidi. Dampak berantai penaikan harga BBM nonsubsidi itu ujung-ujungnya akan menciptakan lonjakan biaya logistik, mengerek harga bahan pangan, dan membebani ruang fiskal APBN akibat membengkaknya alokasi anggaran untuk kompensasi energi.<\/p>\n<p>Meskipun pemerintah berharap bahwa dampak penaikan pertamax terhadap inflasi relatif terbatas karena bahan bakar itu umumnya tidak digunakan untuk sarana transportasi angkutan barang, kenyataan di lapangan membuktikan berbeda.<\/p>\n<p>Di berbagai daerah, bisa dipastikan para pelaku usaha logistik, bisnis pengiriman barang, hingga distributor bahan pangan skala kecil yang armada operasionalnya selama ini menggunakan BBM nonsubsidi tentu mau tidak mau harus menanggung kenaikan biaya operasional. Ketika harga BBM yang dikonsumsi naik, otomatis biaya operasional sehari-hari ikut terkerek naik.<\/p>\n<p>Studi yang dilakukan Sudarso (2020) menemukan dampak berantai atau efek domino dari penaikan harga BBM biasanya meliputi kenaikan biaya logistik yang memicu lonjakan harga bahan pokok (sembako), meningkatnya ongkos transportasi, serta penurunan daya beli masyarakat yang bermuara pada ancaman inflasi.<\/p>\n<p>Dalam usaha apa pun, biaya transportasi memang memengaruhi penentuan harga jual akhir produk. Ketika biaya transportasi meningkat, para pelaku usaha akan dihadapkan pada dua pilihan sulit: menaikkan harga jual barang atau menanggung margin keuntungan yang semakin tipis. Bisa diprediksi, ketika batas toleransi terhadap keuntungan tidak lagi bisa ditahan, kebanyakan pelaku usaha akhirnya memilih untuk melakukan penyesuaian harga.<\/p>\n<p>Situasi itulah yang menjadi pemicu utama terjadinya inflasi di masyarakat, dengan harga berbagai kebutuhan secara perlahan mengalami kenaikan di tingkat grosir hingga pasar tradisional. Itu proses yang terjadi, yang membuat efek domino penaikan harga BBM nonsubsidi tidak hanya ditanggung kelas menengah, tetapi juga akan berdampak pada masyarakat miskin yang menjadi konsumen.<\/p>\n<p>Memang untuk jangka pendek, dampak penaikan harga BBM nonsubsidi paling dirasakan kelas menengah atau masyarakat dengan status sedang menuju kelas menengah. Namun, dalam perkembangannya dampak penaikan harga BBM nonsubsidi itu akan merembes dan harus dihadapi masyarakat miskin walaupun mereka masih mengandalkan mengonsumsi pertalite. Ada dua alasan yang menyebabkan masyarakat miskin tetap menjadi korban akibat kebijakan penaikan harga BBM nonsubsidi.<\/p>\n<p>Pertama, kecenderungan kelas menengah yang mengalihkan beban atau kerugian yang mereka tanggung kepada masyarakat miskin yang menjadi konsumen produk yang mereka hasilkan. Alih-alih bersedia mengurangi keuntungan yang diperoleh dari usaha yang dikembangkan, kelas menengah biasanya lebih memilih melakukan penyesuaian harga atas produk yang mereka hasilkan sebagai kompensasi dari kenaikan biaya produksi yang dipicu penaikan harga BBM nonsubsidi. Bukan tidak mungkin terjadi upah buruh akan dipotong atau bahkan buruh yang ada akan dikurangi jam kerja dan upah mereka dengan alasan permintaan produk di pasar sedang turun.<\/p>\n<p>Kedua, berkaitan dengan posisi masyarakat miskin sebagai konsumen produk yang dihasilkan kelas menengah. Meski tidak berdampak langsung atas terjadinya penaikan harga BBM nonsubsidi, masyarakat miskin tetap akan menanggung beban kenaikan produk pascapenaikan harga BBM nonsubsidi.<\/p>\n<p>Berbagai produk yang dikonsumsi masyarakat miskin dalam kehidupan sehari-hari bisa dipastikan akan naik harga. Sementara itu, masyarakat miskin tidak memiliki pilihan yang lain. Jadi, penaikan harga BBM nonsubsidi ujung-ujungnya akan menempatkan masyarakat miskin sebagai korban lapis kedua yang harus menanggung dampaknya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>MITIGASI<\/strong><\/p>\n<p>Penaikan harga BBM nonsubsidi yang tidak paralel diikuti kenaikan upah atau penghasilan masyarakat bagaimanapun pasti akan berdampak makin <em>menjejas<\/em> masyarakat untuk masuk pusaran situasi krisis. Bisa dibayangkan apa yang terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada inflasi yang membuat kemampuan mereka memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari turun.<\/p>\n<p>Dalam situasi biaya hidup secara umum sudah meningkat dan pertumbuhan upah sering kali tidak sejalan dengan kenaikan harga barang, tambahan beban itu akan memaksa masyarakat melakukan langkah-langkah penghematan. Mereka akan mengerem pengeluaran untuk hal-hal yang sifatnya sekunder dan tersier, seperti berbelanja ritel, rekreasi, hingga makan di restoran. Bahkan, biaya untuk pos-pos pengeluaran barang-barang kebutuhan primer pun bisa saja harus dikurangi dengan menyesuaikan situasi di lapangan. Akibatnya, sektor-sektor penopang ekonomi domestik berpotensi mengalami perlambatan permintaan yang bisa mengganggu pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan.<\/p>\n<p>Untuk memastikan agar masyarakat tidak kolaps terkena imbas efek domino penaikan harga BBM nonsubsidi, langkah-langkah intervensi dan mitigasi kebijakan sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya krisis daya beli. Pertama, pemerintah ada baiknya mengkaji ulang berbagai paket-paket stimulus atau insentif yang digulirkan agar benar-benar tepat sasaran. Tidak hanya paket bantuan untuk masyarakat miskin, pemerintah seyogianya menimbang perlunya paket bantuan sosial untuk melindungi kelas menengah agar tidak &#8216;turun kelas&#8217; menjadi orang miskin baru.<\/p>\n<p>Kedua, ke depan pemerintah harus memikirkan ulang pendekatan dan kebijakan energi yang dikembangkan. Dengan berkaca pada krisis yang terjadi di Timur Tengah, sudah saatnya kebijakan energi nasional bergeser secara jangka panjang.<\/p>\n<p>Ketergantungan masyarakat terhadap bahan bakar fosil yang harganya sangat rentan terhadap gejolak geopolitik global harus mulai dikurangi. Pemerintah perlu mempercepat pembangunan ekosistem transportasi publik yang massal, terjangkau, dan terintegrasi, serta memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk beralih ke energi alternatif yang lebih bersih dan ramah lingkungan.<\/p>\n<p>Penaikan harga BBM nonsubsidi sesungguhnya ialah semacam alarm bahwa ketahanan energi kita tengah diuji. Respons kebijakan yang cepat, tepat, dan berkeadilan menjadi kunci utama untuk meredam efek domino yang merugikan, sekaligus menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk melakukan transformasi sistem energi yang lebih mandiri dan berkelanjutan.<\/p>\n<p>Tanpa ada upaya untuk mengembangkan diversifikasi energi, jangan kaget jika terjadi situasi yang sama kesempatan untuk bangkit dan keluar dari tekanan krisis akan benar-benar hilang. Bagaimana pendapat Anda?<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/899688\/memitigasi-efek-domino-penaikan-harga-bbm\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(MI\/Seno) HARGA pertalite masih dipertahankan tidak naik. Namun, sejak 10 Juni 2026 harga BBM nonsubsidi tidak lagi sama. Pemerintah telah mengumumkan harga pertamax naik dari Rp12.300 per liter menjadi Rp16.250 per liter serta pertamax\u00a0green 95 naik dari Rp12.900 per liter menjadi Rp17.000 per liter. Penaikan harga BBM nonsubsidi sekitar 30% lebih itu sesungguhnya bukan hal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55959,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55958","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55958","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55958"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55958\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55959"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55958"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55958"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55958"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}