{"id":55906,"date":"2026-06-11T19:55:09","date_gmt":"2026-06-11T19:55:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/cambridge-english-didenda-rp21-miliar-akibat-salah-skor-ielts\/"},"modified":"2026-06-11T19:55:09","modified_gmt":"2026-06-11T19:55:09","slug":"cambridge-english-didenda-rp21-miliar-akibat-salah-skor-ielts","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/cambridge-english-didenda-rp21-miliar-akibat-salah-skor-ielts\/","title":{"rendered":"Cambridge English Didenda Rp21 Miliar akibat Salah Skor IELTS"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/11\/1781189379_976682959550945858f0.png\" alt=\"Cambridge English Didenda Rp21 Miliar akibat Salah Skor IELTS\"\/><figcaption>Ilustrasi(Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KANTOR<strong>\u00a0<\/strong>Regulasi Kualifikasi dan Ujian Inggris (Ofqual) menjatuhkan denda sebesar 875.000 pound sterling atau sekitar Mata Uang Rupiah 21 miliar kepada <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cambridge-english\" title=\"Cambridge English\">Cambridge English<\/a>. Sanksi ini diberikan menyusul adanya kesalahan sistem penilaian pada ujian International English Language Testing System (IELTS) yang berdampak pada puluhan ribu peserta di seluruh dunia.<\/p>\n<p>Dalam pernyataan resminya pada Kamis (11\/6), Ofqual mengungkapkan bahwa denda tersebut merupakan konsekuensi atas diterbitkannya hasil ujian yang keliru. Kesalahan teknis pada sistem komputer dalam pemrosesan hasil IELTS selama periode 2023-2025 menyebabkan skor yang diterima peserta menjadi tidak akurat.<\/p>\n<p>Dampak dari kesalahan ini sangat signifikan mengingat sertifikat IELTS merupakan syarat krusial bagi individu yang tengah mengurus visa, proses relokasi, hingga pendaftaran masuk ke perguruan tinggi internasional.<\/p>\n<p>\u201cSebanyak 62.794 peserta menerima hasil keliru untuk komponen <em>listening<\/em> dan <em>reading<\/em>, yang kemudian diperbaiki. Sekitar sepertiga di antaranya, atau 21.717 peserta, menerima perubahan pada skor keseluruhan mereka,\u201d tulis pernyataan resmi Ofqual.<\/p>\n<p>Berdasarkan data yang dirilis, mayoritas peserta yang terdampak mengalami penurunan nilai secara keliru. Sebaliknya, terdapat sekitar 1.000 peserta yang justru menerima nilai lebih tinggi dari yang seharusnya mereka dapatkan.<\/p>\n<p>Ofqual memastikan bahwa seluruh hasil yang salah kini telah diperbaiki. Dalam proses koreksi tersebut, hampir seluruh kasus mencatat perubahan skor sebesar 0,5 poin, sementara terdapat dua kasus spesifik yang mengalami kenaikan hingga 1 poin pada skor keseluruhan mereka. (Ant\/I-1)<\/p>\n<p>Cambridge English merupakan salah satu penyelenggara utama tes kemampuan bahasa Inggris global. Ofqual, sebagai departemen pemerintah non-kementerian di Inggris, bertanggung jawab memastikan standar kualifikasi dan ujian tetap terjaga demi integritas sistem pendidikan.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/899622\/cambridge-english-didenda-rp21-miliar-akibat-salah-skor-ielts\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Antara) KANTOR\u00a0Regulasi Kualifikasi dan Ujian Inggris (Ofqual) menjatuhkan denda sebesar 875.000 pound sterling atau sekitar Mata Uang Rupiah 21 miliar kepada Cambridge English. Sanksi ini diberikan menyusul adanya kesalahan sistem penilaian pada ujian International English Language Testing System (IELTS) yang berdampak pada puluhan ribu peserta di seluruh dunia. Dalam pernyataan resminya pada Kamis (11\/6), Ofqual [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55907,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55906","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55906","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55906"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55906\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55907"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55906"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55906"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55906"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}