{"id":55876,"date":"2026-06-11T18:33:02","date_gmt":"2026-06-11T18:33:02","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/mentan-amran-ungkap-total-cetak-sawah-di-papua-capai-80-ribu-hektare\/"},"modified":"2026-06-11T18:33:02","modified_gmt":"2026-06-11T18:33:02","slug":"mentan-amran-ungkap-total-cetak-sawah-di-papua-capai-80-ribu-hektare","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/mentan-amran-ungkap-total-cetak-sawah-di-papua-capai-80-ribu-hektare\/","title":{"rendered":"Mentan Amran Ungkap Total Cetak Sawah di Papua Capai 80 Ribu Hektare"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/11\/1781190211_af496da66a2a2b5ab9b8.jpg\" alt=\"Mentan Amran Ungkap Total Cetak Sawah di Papua Capai 80 Ribu Hektare\"\/><figcaption>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(MI\/Naufal Zuhdi )<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hingga saat ini, luasan lahan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cetak-sawah\" title=\"cetak sawah\">cetak sawah<\/a> di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/papua\" title=\"papua\">Papua<\/a> telah mencapai 80 ribu hektare.<\/p>\n<p>&#8220;Total sekarang 80 ribu (untuk) 2025 dan 2026, 80 ribu hektare. Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan. Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. Kemudian tahun ini itu kurang lebih 50 ribu hektare. Di sana dulu saat kunjungan itu (produksinya) 3 ton per hektare, bisa naik menjadi 7 ton (per hektare), 5 ton (per hektare),\u201d kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Kamis (11\/6).<\/p>\n<p>Lebih lanjut, Amran menambahkan bahwa program cetak sawah akan dilakukan dengan metode mekanisasi secara penuh.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/758927\/pengamat-sebut-pembunuhan-pendulang-emas-di-yahukimo-akibat-ketidakadilan-sumber-daya-alam\" title=\"Pengamat Sebut Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo Akibat Ketidakadilan Sumber Daya Alam\" target=\"_blank\">Pengamat Sebut Pembunuhan Pendulang Emas di Yahukimo Akibat Ketidakadilan Sumber Daya Alam<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cJadi bukan lagi kalau mencangkul, kami juga dari kampung dulu mencangkul tanam padi. Sekarang kita gunakan traktor, alat pertanian canggih. Tadi ada dari itu kabupaten apa yang tadi 20 hektare, mencangkul. Langsung kami kirim traktor. Kirim traktor, insya Allah minggu ini kita kirim, mudah-mudahan dalam perjalanan 2 minggu, 3 minggu sudah tiba di sana. Traktornya ratusan totalnya,\u201d sambung Amran.<\/p>\n<p>Dirinya pun menjelaskan bahwa metode mekanisasi secara penuh pada program cetak sawah bertujuan agar program cetak sawah tersebut benar-benar berjalan sepenuhnya.<\/p>\n<p>\u201cSetiap kita cetak sawah, langsung diikuti dengan teknologi. Kenapa? Karena kalau luasan hamparan puluhan ribu, bahkan nanti ratusan ribu dengan kakao, kalau manual tidak mungkin. Pasti nanti sawahnya tidak dikerjakan. Jadi khusus sawah harus menggunakan modern, traktor, alat-alat modern,\u201d tandasnya. (E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/899632\/mentan-amran-ungkap-total-cetak-sawah-di-papua-capai-80-ribu-hektare\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman(MI\/Naufal Zuhdi ) MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyampaikan bahwa hingga saat ini, luasan lahan cetak sawah di Papua telah mencapai 80 ribu hektare. &#8220;Total sekarang 80 ribu (untuk) 2025 dan 2026, 80 ribu hektare. Sekarang sebagian berproduksi, sebagian sementara berjalan. Ini yang tahun lalu kurang lebih 30 ribu hektare. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55877,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55876","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55876","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55876"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55876\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55877"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55876"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55876"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55876"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}