{"id":55483,"date":"2026-06-11T01:28:40","date_gmt":"2026-06-11T01:28:40","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/skor-matematika-pelajar-as-jeblok-ancaman-serius-bagi-ekonomi-masa-depan\/"},"modified":"2026-06-11T01:28:40","modified_gmt":"2026-06-11T01:28:40","slug":"skor-matematika-pelajar-as-jeblok-ancaman-serius-bagi-ekonomi-masa-depan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/skor-matematika-pelajar-as-jeblok-ancaman-serius-bagi-ekonomi-masa-depan\/","title":{"rendered":"Skor Matematika Pelajar AS Jeblok, Ancaman Serius bagi Ekonomi Masa Depan"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/11\/1781140571_100aee6698ad01b11565.jpg\" alt=\"Skor Matematika Pelajar AS Jeblok, Ancaman Serius bagi Ekonomi Masa Depan\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DATA\u00a0pengujian federal Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu, 11 Juni 2026, menunjukkan peringatan serius bagi dunia pendidikan dan ekonomi. Skor rata-rata matematika untuk anak usia 9 dan 13 tahun di AS tetap lebih rendah dibandingkan satu dekade lalu. Fenomena ini dinilai para peneliti bukan sekadar dampak pandemi, melainkan tren stagnasi yang terjadi sejak 2012.<\/p>\n<p>Temuan ini berasal dari <i>National Assessment of Educational Progress<\/i> (NAEP), tes tren jangka panjang yang mengukur performa matematika dan membaca sejak 1970-an. Meskipun ada sedikit perbaikan pada skor membaca anak usia 9 tahun yang kembali ke level pra-pandemi (naik dari 215 ke 218), pencapaian anak usia 13 tahun justru hampir tidak bergerak sejak pengujian terakhir pada 2023.<\/p>\n<h2>Krisis di Tingkat Menengah<\/h2>\n<p>Lesley Muldoon, Direktur Eksekutif National Assessment Governing Board, menyatakan bahwa kurangnya kemajuan pada anak usia 13 tahun harus menjadi katalisator perubahan. Ia menyoroti bahwa skor matematika pada kelompok siswa dengan performa terendah kini secara statistik setara dengan tingkat skor terendah pada awal 1970-an.<\/p>\n<p>&#8220;Sebagai bangsa, kita harus memberikan fokus lebih besar pada tahun-tahun sekolah menengah,&#8221; tegas Muldoon, menggambarkan situasi ini sebagai hal yang sangat mengejutkan.<\/p>\n<h2>Ancaman Ekonomi senilai US$90 Triliun<\/h2>\n<p>Penurunan standar akademik ini diprediksi akan berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi di masa depan. Eric Hanushek, peneliti senior di Hoover Institution, Universitas Stanford, memperkirakan bahwa lulusan saat ini berisiko memiliki penghasilan 8 persen lebih rendah sepanjang hidup mereka dibandingkan lulusan angkatan 2013.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #ccc; margin: 20px 0;\"><strong>Estimasi Kerugian Ekonomi:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Total kerugian ekonomi AS diprediksi mencapai US$90 triliun hingga tahun 2100.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Sekitar 48 juta anak sekolah publik berisiko kehilangan pendapatan seumur hidup sebesar US$900 miliar akibat <i>learning loss<\/i>.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Hanushek mengibaratkan penurunan kemampuan matematika ini seperti pembunuh senyap\u00a0(<i>silent killer<\/i>) layaknya tekanan darah tinggi. &#8220;Ini adalah angka besar yang harus kita perhatikan karena memengaruhi posisi kita di dunia,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>Kesenjangan Keterampilan di Dunia Kerja<\/h2>\n<p>Courtney Brown dari Lumina Foundation menambahkan bahwa kesulitan dalam matematika dasar akan mempersempit peluang karier siswa di masa depan. Sektor-sektor krusial seperti layanan kesehatan, bisnis, teknologi informasi, dan manufaktur maju sangat bergantung pada kemahiran matematika.<\/p>\n<p>Survei terbaru menunjukkan lebih dari separuh pemberi kerja di AS saat ini sudah kesulitan menemukan kandidat dengan keterampilan yang tepat. Jika tren ini berlanjut, kesenjangan antara kebutuhan industri dan kemampuan lulusan akan semakin lebar.<\/p>\n<h2>Penyebab dan Harapan Pemulihan<\/h2>\n<p>Para ahli mencatat bahwa periode 2000 hingga 2012 sempat menunjukkan kemajuan berkat standar akuntabilitas federal yang ketat dan evaluasi guru yang kaku. Namun, sejak pertengahan 2010-an, fokus sekolah mulai terpecah pada isu-isu lain seperti kesehatan mental, kehadiran, dan penggunaan perangkat digital.<\/p>\n<p>Meskipun data saat ini mengkhawatirkan, Matthew Soldner dari National Center for Education Statistics tetap optimistis. Menurutnya, pencapaian tinggi yang pernah diraih satu dekade lalu adalah bukti bahwa peningkatan performa siswa sangat mungkin untuk dicapai kembali di masa depan melalui kebijakan yang tepat. (Washington Post\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/899293\/skor-matematika-pelajar-as-jeblok-ancaman-serius-bagi-ekonomi-masa-depan\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) DATA\u00a0pengujian federal Amerika Serikat yang dirilis pada Rabu, 11 Juni 2026, menunjukkan peringatan serius bagi dunia pendidikan dan ekonomi. Skor rata-rata matematika untuk anak usia 9 dan 13 tahun di AS tetap lebih rendah dibandingkan satu dekade lalu. Fenomena ini dinilai para peneliti bukan sekadar dampak pandemi, melainkan tren stagnasi yang terjadi sejak 2012. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55484,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55483","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55483","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55483"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55483\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55484"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55483"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55483"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55483"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}