{"id":55459,"date":"2026-06-11T00:20:10","date_gmt":"2026-06-11T00:20:10","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/mengenal-angina-pektoris-gejala-penyebab-dan-risiko-angin-duduk\/"},"modified":"2026-06-11T00:20:10","modified_gmt":"2026-06-11T00:20:10","slug":"mengenal-angina-pektoris-gejala-penyebab-dan-risiko-angin-duduk","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/11\/mengenal-angina-pektoris-gejala-penyebab-dan-risiko-angin-duduk\/","title":{"rendered":"Mengenal Angina Pektoris Gejala, Penyebab, dan Risiko Angin Duduk"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/11\/1781136576_8b2e4b7e2549f15866fa.jpg\" alt=\"Mengenal Angina Pektoris: Gejala, Penyebab, dan Risiko Angin Duduk\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>ISTILAH &#8220;<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/angin-duduk\" title=\"Angin Duduk\">angin duduk<\/a>&#8221; sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun, secara medis, kondisi ini dikenal sebagai <em><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/angina-pektoris\" title=\"angina pektoris\">Angina pektoris<\/a><\/em>, sebuah sinyal serius adanya gangguan pada otot <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/jantung\" title=\"jantung\">jantung<\/a> yang tidak boleh disepelekan.<\/p>\n<p>Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa angina pektoris terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan darah dan oksigen yang memadai. Padahal, sebagai organ vital, jantung membutuhkan asupan nutrisi dan oksigen yang stabil melalui pembuluh darah agar tetap berfungsi optimal.<\/p>\n<p>\u201cKalau pembuluh darahnya terhambat, berarti ada otot jantung yang tidak mendapat pasokan oksigen secara utuh. Saat kekurangan pasokan, otot itu akan &#8216;menjerit&#8217;, itulah yang menyebabkan rasa nyeri atau angina,\u201d ujar Febtusia dalam sebuah diskusi di Jakarta, dikutip Kamis (11\/6)<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899174\/waspada-kerokan-bukan-solusi-pertolongan-pertama-nyeri-dada\" title=\"Waspada, Kerokan Bukan Solusi Pertolongan Pertama Nyeri Dada\" target=\"_blank\">Waspada, Kerokan Bukan Solusi Pertolongan Pertama Nyeri Dada<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Asal-usul Istilah Angin Duduk<\/h3>\n<p>Secara etimologi, <em>Anginan<\/em> berasal dari bahasa Yunani Kuno yang berarti mencekik atau menyempit, sementara <em>pektoris<\/em> berarti dada. Gejala utamanya adalah nyeri dada yang terasa seperti tertekan beban berat dan menimbulkan rasa tidak nyaman yang hebat.<\/p>\n<p>Menariknya, istilah lokal &#8220;angin duduk&#8221; kemungkinan besar muncul dari perilaku penderita saat serangan terjadi. Penderita angina biasanya merasa sesak dan tidak nyaman jika berbaring santai, sehingga mereka secara naluriah akan mencari posisi duduk untuk memperbaiki pernapasan dan mengurangi rasa sakit.<\/p>\n<h3>Faktor Risiko dan Kerusakan Pembuluh Darah<\/h3>\n<p>Penyebab utama terhambatnya aliran darah ini adalah kerusakan pada dinding pembuluh darah. Febtusia mengibaratkan pembuluh darah seperti susunan batu bata yang rapi. Ketika terjadi kerusakan atau celah pada dinding tersebut, zat-zat seperti lemak atau kolesterol jahat (LDL) akan mudah menempel dan menumpuk.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896874\/penelitian-ungkap-semangka-berpotensi-bantu-jaga-kesehatan-jantung\" title=\"Penelitian Ungkap Semangka Berpotensi Bantu Jaga Kesehatan Jantung\" target=\"_blank\">Penelitian Ungkap Semangka Berpotensi Bantu Jaga Kesehatan Jantung<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi ini diperparah oleh tekanan darah tinggi (hipertensi). Batas tekanan darah yang masih bisa dikompensasi tubuh dengan baik adalah 130\/80 mmHg. Jika lebih tinggi, sel-sel pembentuk dinding pembuluh darah mulai mengalami disfungsi, menciptakan tempat bagi kolesterol untuk membentuk timbunan lemak atau <em>fatty streak<\/em>.<\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; background-color: #f9f9f9; margin-bottom: 20px;\">\n<h4 style=\"margin-top: 0;\">Tabel: Faktor Risiko Utama Angina Pektoris<\/h4>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Faktor Risiko<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Mekanisme Dampak pada Jantung<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Kolesterol Jahat (LDL)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Membentuk timbunan lemak (fatty streak) yang menyumbat pembuluh darah.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Hipertensi (&gt;130\/80)<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Menyebabkan disfungsi sel dinding pembuluh darah sehingga lemak mudah menempel.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Diabetes<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Kadar gula darah tinggi yang merusak struktur arteri.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Merokok<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Karbon monoksida dan nikotin membajak sel darah merah, mengurangi pasokan oksigen.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Bahaya Merokok bagi Oksigen Darah<\/h3>\n<p>Kebiasaan merokok menjadi salah satu pemicu paling berbahaya. dr. Febtusia menekankan bahwa zat berbahaya seperti karbon monoksida dan nikotin dalam rokok memiliki kemampuan untuk &#8220;membajak&#8221; sel darah merah.<\/p>\n<p>\u201cSeharusnya sel darah merah mengangkut oksigen, tetapi pada perokok, yang diangkut justru karbon monoksida. Akibatnya, kemampuan darah mengangkut oksigen berkurang drastis, regenerasi sel terganggu, dan memicu munculnya sel-sel ganas,\u201d pungkas dokter yang berafiliasi dengan Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) tersebut. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899271\/mengenal-angina-pektoris-gejala-penyebab-dan-risiko-angin-duduk\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) ISTILAH &#8220;angin duduk&#8221; sudah sangat akrab di telinga masyarakat Indonesia. Namun, secara medis, kondisi ini dikenal sebagai Angina pektoris, sebuah sinyal serius adanya gangguan pada otot jantung yang tidak boleh disepelekan. Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, dr. Febtusia Puspitasari, Sp.JP, FIHA, FASCC, menjelaskan bahwa angina pektoris terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan pasokan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55460,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55459","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55459","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55459"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55459\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55460"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55459"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55459"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55459"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}