{"id":55447,"date":"2026-06-10T23:44:39","date_gmt":"2026-06-10T23:44:39","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/10\/manfaat-aktivitas-luar-ruangan-2-jam-sehari-untuk-kesehatan-mata-anak\/"},"modified":"2026-06-10T23:44:39","modified_gmt":"2026-06-10T23:44:39","slug":"manfaat-aktivitas-luar-ruangan-2-jam-sehari-untuk-kesehatan-mata-anak","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/10\/manfaat-aktivitas-luar-ruangan-2-jam-sehari-untuk-kesehatan-mata-anak\/","title":{"rendered":"Manfaat Aktivitas Luar Ruangan 2 Jam Sehari untuk Kesehatan Mata Anak"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/11\/1781134793_6c42ea8aaecfeab42543.jpg\" alt=\"Manfaat Aktivitas Luar Ruangan 2 Jam Sehari untuk Kesehatan Mata Anak\"\/><figcaption>Ilustrasi(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENJAGA<b> <\/b>kesehatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/mata\" title=\"mata\">mata<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/anak\" title=\"anak\">anak<\/a> di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Tri Wahyu, Sp.M, menekankan pentingnya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/aktivitas-luar-ruangan\" title=\"aktivitas luar ruangan\">aktivitas luar ruangan<\/a> minimal selama dua jam setiap hari. Hal ini dinilai efektif untuk menjaga fungsi penglihatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.<\/p>\n<p>Menurut Tri, kegiatan di luar ruangan tidak hanya bermanfaat bagi mata, tetapi juga memberikan dampak positif pada berbagai aspek perkembangan anak.<\/p>\n<p>&#8220;Tujuannya adalah selain mendukung tumbuh kembang si anak, juga akan memengaruhi aspek sosial, perkembangan fungsi penglihatan, dan dukungan untuk pertumbuhan tulang,&#8221; ujarnya dalam sebuah diskusi di Jakarta, dikutip Kamis (11\/6).<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891546\/aktivitas-digital-anak-meningkat-ini-pentingnya-pemeriksaan-mata-sejak-dini\" title=\"Aktivitas Digital Anak Meningkat, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini\" target=\"_blank\">Aktivitas Digital Anak Meningkat, Ini Pentingnya Pemeriksaan Mata Sejak Dini<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Cegah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/miopia\" title=\"miopia\">Miopia<\/a> dengan Sinar Matahari<\/h3>\n<p>Paparan sinar matahari, terutama pada pagi hari, sangat dianjurkan bagi anak-anak. Bagi mereka yang sudah memiliki gangguan mata minus atau miopia, aktivitas luar ruangan menjadi krusial untuk menekan risiko pertambahan minus serta mengurangi ketergantungan pada layar gawai (<em>gadget<\/em>).<\/p>\n<p>Tri menjelaskan bahwa durasi <em>screen time<\/em> yang berlebihan memicu rangsangan pada bola mata untuk tumbuh lebih panjang. Kondisi inilah yang menyebabkan risiko miopia meningkat karena mata terus-menerus dipaksa melihat objek dalam jarak dekat dalam waktu lama.<\/p>\n<p>Berikut adalah ringkasan dampak negatif paparan layar gawai yang berlebihan terhadap kesehatan anak:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/817428\/ini-tanda-tanda-awal-gangguan-penglihatan-pada-anak\" title=\"Ini Tanda-Tanda Awal Gangguan Penglihatan pada Anak\" target=\"_blank\">Ini Tanda-Tanda Awal Gangguan Penglihatan pada Anak<\/a><\/strong><\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; border: 1px solid #ccc;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Kondisi Kesehatan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px; text-align: left;\">Gejala\/Dampak<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Gangguan Refraksi<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Mata minus (miopia) dan mata silinder (astigmatisme).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Computer Vision Syndrome<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Mata lelah (astenopia), pusing, dan leher kaku akibat ketegangan mata digital.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Pertumbuhan Bola Mata<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 8px;\">Rangsangan jarak dekat menyebabkan bola mata tumbuh lebih panjang.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<h3>Rekomendasi WHO dan IDAI<\/h3>\n<p>Sejalan dengan hal tersebut, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah mengeluarkan rekomendasi tegas. Anak berusia di bawah lima tahun (balita) disarankan untuk benar-benar bebas dari paparan gawai dan lebih banyak dialihkan pada aktivitas fisik.<\/p>\n<h3>Meluruskan Mitos Mata Malas<\/h3>\n<p>Dalam kesempatan tersebut, Tri juga meluruskan persepsi keliru di masyarakat mengenai &#8220;mata malas&#8221;. Banyak yang menganggap penggunaan gawai berlebih adalah penyebab utama mata malas, namun secara medis hal itu tidak tepat.<\/p>\n<p>Mata malas, menurutnya, berkaitan dengan fungsi saraf mata dan otak bagian belakang yang tidak berkembang maksimal untuk melihat. Kondisi ini menyebabkan gangguan penglihatan yang membuat mata terlihat sayu atau mengantuk, namun bukan disebabkan oleh durasi menatap layar. (Ant\/Z-1)<\/p>\n<p><strong>Saran Ahli:<\/strong> Ajaklah anak bergerak di bawah sinar matahari pagi minimal 120 menit sehari untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas visual jarak dekat dan jarak jauh.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/899264\/manfaat-aktivitas-luar-ruangan-2-jam-sehari-untuk-kesehatan-mata-anak\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(magnific) MENJAGA kesehatan mata anak di era digital menjadi tantangan tersendiri bagi orangtua. Dokter spesialis mata lulusan Universitas Padjadjaran, dr. Tri Wahyu, Sp.M, menekankan pentingnya aktivitas luar ruangan minimal selama dua jam setiap hari. Hal ini dinilai efektif untuk menjaga fungsi penglihatan sekaligus mendukung tumbuh kembang anak secara optimal. Menurut Tri, kegiatan di luar ruangan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":55448,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-55447","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55447","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=55447"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/55447\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/55448"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=55447"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=55447"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=55447"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}