{"id":5497,"date":"2024-07-03T12:51:37","date_gmt":"2024-07-03T12:51:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/03\/ayam-kecap-dan-suwir-sebabkan-keracunan-massal-di-lembang\/"},"modified":"2024-07-03T12:51:37","modified_gmt":"2024-07-03T12:51:37","slug":"ayam-kecap-dan-suwir-sebabkan-keracunan-massal-di-lembang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2024\/07\/03\/ayam-kecap-dan-suwir-sebabkan-keracunan-massal-di-lembang\/","title":{"rendered":"Ayam Kecap dan Suwir Sebabkan Keracunan Massal di Lembang"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n<img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/disk.mediaindonesia.com\/thumbs\/800x467\/news\/2024\/07\/48412850b30c7143f4cd3dea6adb850c.jpg\" alt=\"Ayam Kecap dan Suwir Sebabkan Keracunan Massal di Lembang\"\/><figcaption>Korban keracunan makanan di Lembang, Bandung Barat, dalam perawatan tim medis.(MI\/DEPI GUNAWAN)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SUMBER <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/keracunan-makanan\" title=\"keracunan makanan\" rel=\"dofollow\">keracunan makanan<\/a> yang menimpa puluhan warga Kampung Karamat RT 03\/07, Desa Cikahuripan, Kecamatan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lembang\" title=\"Lembang\" rel=\"dofollow\">Lembang<\/a>, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya terungkap.<\/p>\n<p>Ternyata, penyebab keracunan dari hidangan hajatan yang digelar pada Rabu (19\/6) lalu itu dipicu bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E.coli).\n<\/p>\n<p>Hasil itu berdasarkan uji Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Jawa<br \/>Barat terhadap sampel makanan yang dibagikan kepada warga yang menghadiri acara syukuran pernikahan di Kampung Keramat. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/562020\/satu-korban-keracunan-makanan-di-lembang-meninggal\" title=\"Satu Korban Keracunan Makanan Di Lembang Meninggal \" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Satu Korban Keracunan Makanan Di Lembang Meninggal <\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>&#8220;Ditemukan sampel ayam bumbu kecap dan ayam suwir yang positif bakteri<br \/>Staphylococcus aureus dan E coli,&#8221; terang Sekretaris Dinas Kesehatan<br \/>Bandung Barat, Maisara Hanif, Rabu (3\/7).\n<\/p>\n<p>Dinas Kesehatan sebelumnya telah mengirimkan 12 sampel makanan, di antaranya sayur sop, tempe orek, kikil bumbu kuning, capcay, ayam suwir, ikan asin, sambel, ayam bumbu merah, ayam bumbu<br \/>kecap, nasi putih dan lalapan. Selain itu, turut dibawa pula sampel<br \/>muntahan korban serta air bersih yang dipakai memasak.\n<\/p>\n<p>&#8220;Jadi yang positif hanya dua jenis sampel, sedangkan yang lainnya negatif dari jenis bakteri pemicu keracunan,&#8221; katanya. <\/p>\n<p><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/561789\/korban-keracunan-makanan-di-lembang-capai-217-orang\" title=\"Korban Keracunan Makanan Di Lembang Capai 217 Orang\" target=\"_blank\" rel=\"dofollow noopener\">Korban Keracunan Makanan Di Lembang Capai 217 Orang<\/a><\/strong>\n<\/p>\n<p>Ia menjelaskan, bakteri Staphylococcus aureus merupakan bakteri yang<br \/>memiliki sifat resistensi terhadap panas. Bakteri jenis ini sering<br \/>ditemukan pada permukaan kulit, lubang hidung, serta bagian tenggorokan<br \/>dalam tubuh manusia dan hewan.\n<\/p>\n<p>Ketika bakteri sudah berpindah ke makanan, lanjut dia, proses kembang<br \/>biaknya pesat dan akhirnya menyebabkan infeksi pencernaan. Gejala yang<br \/>ditimbulkan jika mengalami infeksi ini adalah diare, nyeri, kram perut,<br \/>hingga mual dan muntah.\n<\/p>\n<p>&#8220;Jika makanan terkontaminasi, bakteri ini dapat berkembang biak dalam<br \/>makanan dan menghasilkan racun yang dapat membuat orang sakit. Bakteri<br \/>Staphylococcus aureus dapat dibunuh dengan proses pemasakan, tetapi<br \/>racunnya tidak hancur dan masih dapat menyebabkan penyakit,&#8221; ungkapnya.\n<\/p>\n<p>Bakteri ini diduga berkembang biak dalam makanan dan menghasilkan racun<br \/>terutama jika makanan disimpan pada suhu kamar. Racun mungkin ada dalam<br \/>jumlah berbahaya pada makanan yang tidak memiliki tanda-tanda pembusukan, seperti bau yang tidak sedap.\n<\/p>\n<p>&#8220;Makanan yang tidak dimasak setelah penanganan seperti irisan daging,<br \/>produk unggas dan telur, susu dan produk susu, puding, kue kering,<br \/>sandwich, dan lainnya sangat berisiko terkontaminasi Staphylococcus<br \/>aureus,&#8221; jelasnya.\n<\/p>\n<\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/682455\/ayam-kecap-dan-suwir-sebabkan-keracunan-massal-di-lembang\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Korban keracunan makanan di Lembang, Bandung Barat, dalam perawatan tim medis.(MI\/DEPI GUNAWAN) SUMBER keracunan makanan yang menimpa puluhan warga Kampung Karamat RT 03\/07, Desa Cikahuripan, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, akhirnya terungkap. Ternyata, penyebab keracunan dari hidangan hajatan yang digelar pada Rabu (19\/6) lalu itu dipicu bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli (E.coli). Hasil itu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":5498,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-5497","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5497","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=5497"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/5497\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/5498"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=5497"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=5497"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=5497"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}