{"id":54910,"date":"2026-06-09T22:10:24","date_gmt":"2026-06-09T22:10:24","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/rahasia-teknologi-nasa-di-balik-bola-resmi-piala-dunia-fifa-2026\/"},"modified":"2026-06-09T22:10:24","modified_gmt":"2026-06-09T22:10:24","slug":"rahasia-teknologi-nasa-di-balik-bola-resmi-piala-dunia-fifa-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/rahasia-teknologi-nasa-di-balik-bola-resmi-piala-dunia-fifa-2026\/","title":{"rendered":"Rahasia Teknologi NASA di Balik Bola Resmi Piala Dunia FIFA 2026"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/10\/1781042377_38b2b9c2ee3a66a35c15.jpg\" alt=\"Rahasia Teknologi NASA di Balik Bola Resmi Piala Dunia FIFA 2026\"\/><figcaption>Siapa sangka sains antariksa ikut mendesain bola sepak? NASA bawa teknologi stasiun luar angkasa dan program Artemis ke Piala Dunia FIFA 2026.(NASA)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PIALA Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pesepak bola terbaik di bumi, tetapi juga menjadi tempat unjuk gigi bagi teknologi antariksa. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/nasa\" title=\"NASA\">NASA<\/a>) turut ambil bagian dalam memeriahkan turnamen akbar yang berlangsung dari 11 Juni hingga 19 Juli 2026 tersebut dengan membawa sains canggih dari luar angkasa ke lapangan hijau.<\/p>\n<p>NASA dijadwalkan membuka pameran interaktif khusus di FIFA Fan Festival\u2122 Houston di East Downtown, Houston. Melalui pameran gratis ini, para penggemar sepak bola dapat melihat langsung bagaimana penelitian di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) bermanfaat bagi kehidupan di Bumi, sekaligus merasakan simulasi misi peluncuran ke Bulan lewat program Artemis.<\/p>\n<p>Puncaknya pada 20 Juni 2026, Direktur Johnson Space Center, Vanessa Wyche, akan memperkenalkan sejumlah kru misi bersejarah Artemis II yang baru saja menyelesaikan perjalanan mengitari Bulan. Para astronaut ini akan menyapa para penggemar di panggung utama festival menjelang pertandingan antara Belanda dan Swedia di Houston.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/sepak-bola\/875440\/italia-tersingkir-dan-munculnya-tim-debutan-apa-yang-perlu-anda-ketahui-dari-piala-dunia-2026\" title=\"Italia Tersingkir dan Munculnya Tim Debutan, Apa yang Perlu Anda Ketahui dari Piala Dunia 2026?\" target=\"_blank\">Italia Tersingkir dan Munculnya Tim Debutan, Apa yang Perlu Anda Ketahui dari Piala Dunia 2026?<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Namun, hubungan antara NASA dan sepak bola sebenarnya jauh lebih mendalam daripada sekadar pameran. Teknologi spinoff (turunan) milik NASA ternyata ikut membentuk kecanggihan bola yang digunakan dalam turnamen internasional.<\/p>\n<p>Sejak tahun 2022, Adidas telah menanamkan sensor elektronik di dalam bola resmi pertandingan untuk melacak kecepatan, posisi, dan waktu sentuhan secara real-time guna membantu wasit serta kebutuhan siaran. Namun, penempatan sensor ini menambah bobot di titik tertentu yang berpotensi mengganggu keseimbangan bola saat melayang di udara.<\/p>\n<p>Untuk mengatasi hal tersebut, para peneliti memanfaatkan lingkungan mikrogravitasi di ISS pada tahun 2019. Mereka mempelajari bagaimana massa internal bola memengaruhi pergerakan, stabilitas, dan rotasinya. Memahami hubungan antara titik pusat massa dan titik pusat geometris ini merupakan kunci utama yang juga digunakan NASA untuk memprediksi pergerakan wahana antariksa, satelit, dan pesawat terbang. Hasil riset luar angkasa inilah yang kemudian diaplikasikan untuk mengevaluasi dan menyempurnakan performa bola Piala Dunia agar tetap stabil saat ditendang.<\/p>\n<p>Riset ini melengkapi penelitian aerodinamika sebelumnya di Fluid Mechanics Laboratory milik NASA Ames Research Center. Kala itu, para insinyur menguji bola &#8220;Brazuca&#8221; (Piala Dunia 2014) di dalam terowongan angin (wind tunnel) untuk mempelajari efek knuckling, kondisi di mana bola bergerak secara tidak terprediksi akibat aliran udara yang tidak stabil pada jahitan bola. Lewat penyesuaian bentuk panel, kedalaman jahitan, dan tekstur permukaan, konsistensi arah terbang bola dapat ditingkatkan secara drastis.<\/p>\n<p>Kini, melalui kolaborasi terbaru, NASA dan Adidas menghadirkan video edukasi (STEMonstration) yang memperlihatkan perbedaan pergerakan bola dengan berbagai variasi keseimbangan dalam kondisi mikrogravitasi. Melalui proyek ini, NASA membuktikan bahwa hukum fisika yang mengatur pergerakan objek di luar angkasa adalah hukum yang sama dengan yang mengatur jalannya pertandingan sepak bola yang ditonton jutaan manusia di Bumi. (NASA\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/piala-dunia-2026\/898807\/rahasia-teknologi-nasa-di-balik-bola-resmi-piala-dunia-fifa-2026\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Siapa sangka sains antariksa ikut mendesain bola sepak? NASA bawa teknologi stasiun luar angkasa dan program Artemis ke Piala Dunia FIFA 2026.(NASA) PIALA Dunia FIFA 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi para pesepak bola terbaik di bumi, tetapi juga menjadi tempat unjuk gigi bagi teknologi antariksa. Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) turut ambil [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54911,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54910","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54910","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54910"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54910\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54911"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54910"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54910"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54910"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}