{"id":54694,"date":"2026-06-09T12:26:44","date_gmt":"2026-06-09T12:26:44","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/kasus-hivaids-di-kabupaten-semarang-didominasi-kelompok-usia-produktif\/"},"modified":"2026-06-09T12:26:44","modified_gmt":"2026-06-09T12:26:44","slug":"kasus-hivaids-di-kabupaten-semarang-didominasi-kelompok-usia-produktif","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/kasus-hivaids-di-kabupaten-semarang-didominasi-kelompok-usia-produktif\/","title":{"rendered":"Kasus HIVAIDS di Kabupaten Semarang Didominasi Kelompok Usia Produktif"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/09\/1781007816_c6aa2a47a22bfbfaf13a.jpg\" alt=\"Kasus HIV\/AIDS di Kabupaten Semarang Didominasi Kelompok Usia Produktif \"\/><figcaption>Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang(MI\/Akhmad Safuan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>MENGEJUTKAN, kelompok paling banyak terkena <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/hivaids\" title=\"HIV\/AIDS\">HIV\/Aids<\/a> di Kabupaten Semarang adalah kelompok usia produktif berusia 26-30 tahun, bahkan ditemukan 3 kasus tersebut pada kelompok pelajar dan mahasiswa.<\/p>\n<p>Pemantauan<em> Media Indonesia<\/em> Selasa (9\/6) Pemerintah Kabupaten Semarang terus gencar melakukan skrining terhadap HIV\/Aids, sebanyak 19 puskesmas dan empat rumah sakit di daerah ini dilibatkan untuk melakukan pengobatan terhadap penyakit penurunan kekebalan tubuh tersebut.<\/p>\n<p>Sebagai langkah pengobatan HIV\/Aids tidak hanya tim medis dokter diturunkan tetapi juga konsultasi psikologis yang secara \u00a0rutin melakukan pemeriksaan untuk mengetahui kondisi virus di tubuh pasien, apalagi masih ada stigma negatif dari masyarakat sehingga mereka masih ketakutan untuk melakukan tes.\u00a0<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/896607\/kasus-hivaids-kota-semarang-tertinggi-di-jateng-lsl-jadi-kelompok-risiko-utama\" title=\"Kasus HIV\/AIDS Kota Semarang Tertinggi di Jateng, LSL jadi Kelompok Risiko Utama\" target=\"_blank\">Kasus HIV\/AIDS Kota Semarang Tertinggi di Jateng, LSL jadi Kelompok Risiko Utama<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Meskipun kasus HIV\/Aids di Kabupaten Semarang terhitung masih rendah dibandingkan daerah lain, namun fenomena yang terjadi terhadap kasus tersebut tetap diwaspadai karena kasus ditemukan pada kelompok produktif bahkan golongan pelajar dan mahasiswa.<\/p>\n<p>Berikut daftar 10 besar kasus HIV\/Aids di Jawa Tengah:<br \/>&#13;<br \/>\n1. Kota Semarang: 620 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n2. Kota Surakarta: 412 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n3. Kabupaten Banyumas: 361 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n4. Kabupaten Pati: 334 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n5. Kabupaten Cilacap: 254 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n6. Kabupaten Blora: 237 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n7. Kabupaten Grobogan: 232 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n8. Kabupaten Sragen: 214 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n9. Kabupaten Batang: 207 kasus\u00a0<br \/>&#13;<br \/>\n10. Kabupaten Pemalang: 185 kasus<\/p>\n<p>&#8220;Hingga April lalu kasus HIV\/Aids di Kabupaten Semarang tercatat masih sama dengan tahun sebelumnya yakni 45 kasus, tapi yang mengejutkan adalah kelompok usia produktif,&#8221; kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang Endah Indriati Wurjaningrum.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/896227\/678-kasus-hiv-baru-di-bali-hingga-april-2026-denpasar-tertinggi-kpa-bali-kumpulkan-ratusan-konselor\" title=\"678 Kasus HIV Baru di Bali hingga April 2026, Denpasar Tertinggi, KPA Bali Kumpulkan Ratusan Konselor\" target=\"_blank\">678 Kasus HIV Baru di Bali hingga April 2026, Denpasar Tertinggi, KPA Bali Kumpulkan Ratusan Konselor<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Dari jumlah tersebut, ungkap Endah Indriati Wurjaningrum, sebanyak 73 persen kasus HIV pada laki-laki, sedangkan 27 persen kasus HIV pada perempuan dan faktor penyebab paling berkontribusi menyumbang kasus HIV\/Aids adalah seks berisiko dengan berganti-ganti pasangan atau seks bebas yang menyumbang 80 persen dari total kasus.\u00a0<\/p>\n<p>Menurut Endah Indriati Wurjaningrum ada tiga kasus terjadi pada kalangan pelajar dan mahasiswa akibat seks bebas seks, bahkannpada katagori ini kalangan homoseksual juga masih menyumbangkan 11 kasus atau 24 persen dari total kasus berasal dari seks sesama jenis.\u00a0<\/p>\n<p>Dalam penelusuran pasangan seksual, lanjut Endah Indriati Wurjaningrum, masih menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV\/Aids, karena sebagian penderita memiliki lebih dari satu pasangan sehingga menyulitkan petugas saat melakukan penelusuran pasangan untuk pemeriksaan lebih lanjut.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Tingkat kesadaran masyarakat untuk melakukan tes HIV\/Aids memang masih rendah, berdasarkan target yang ditetapkan \u00a0baru menjangkau 60 persen,&#8221; tambahnya.<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/898651\/kasus-hivaids-di-kabupaten-semarang-didominasi-kelompok-usia-produktif-\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang(MI\/Akhmad Safuan) MENGEJUTKAN, kelompok paling banyak terkena HIV\/Aids di Kabupaten Semarang adalah kelompok usia produktif berusia 26-30 tahun, bahkan ditemukan 3 kasus tersebut pada kelompok pelajar dan mahasiswa. Pemantauan Media Indonesia Selasa (9\/6) Pemerintah Kabupaten Semarang terus gencar melakukan skrining terhadap HIV\/Aids, sebanyak 19 puskesmas dan empat rumah sakit di daerah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54695,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54694","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54694","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54694"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54694\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54695"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54694"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54694"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54694"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}