{"id":54488,"date":"2026-06-09T03:38:09","date_gmt":"2026-06-09T03:38:09","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/awan-magellan-besar-mulai-menelan-galaksi-tetangganya\/"},"modified":"2026-06-09T03:38:09","modified_gmt":"2026-06-09T03:38:09","slug":"awan-magellan-besar-mulai-menelan-galaksi-tetangganya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/09\/awan-magellan-besar-mulai-menelan-galaksi-tetangganya\/","title":{"rendered":"Awan Magellan Besar Mulai Menelan Galaksi Tetangganya"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/09\/1780949622_6eec80748d42acb1f02e.jpg\" alt=\"Awan Magellan Besar Mulai 'Menelan' Galaksi Tetangganya\"\/><figcaption>Mosaik cahaya tampak ini menunjukkan LMC dan SMC. Dipisahkan oleh sekitar 21 derajat, kedua galaksi ini mudah terlihat dari Belahan Bumi Selatan sebagai bercak bercahaya samar di langit malam.(Axel Mellinger, Central Michigan University\/NASA Visualization Studio)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DUA galaksi kerdil tetangga <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bimasakti\" title=\"Bimasakti\">Bimasakti<\/a>, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/awan-magellan-besar\" title=\"Awan Magellan Besar\">Awan Magellan Besar<\/a> (LMC) dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/awan-magellan-kecil\" title=\"Awan Magellan Kecil\">Awan Magellan Kecil<\/a> (SMC), selama ini dikenal sebagai &#8220;saudara kandung&#8221; yang setia mendampingi galaksi kita. Namun, pengamatan terbaru mengungkapkan adanya ketegangan kosmik di antara keduanya. Awan Magellan Kecil dilaporkan mulai hancur akibat tarikan gravitasi kuat dari saudaranya yang jauh lebih besar.<\/p>\n<p>Selama ini, para astronom meyakini gaya gravitasi Bimasakti adalah satu-satunya pemicu eksternal yang merusak struktur kedua galaksi kerdil tersebut, bahkan sampai merobek aliran gas raksasa yang disebut Aliran Magellan (Magellanic Stream). Namun, data terbaru dari Teleskop Survei Terlihat dan Inframerah untuk Astronomi (VISTA) milik Observatorium Selatan Eropa (ESO) di Cile membuktikan hal lain. LMC ternyata ikut andil dalam merusak bentuk SMC.<\/p>\n<p>Selama 11 tahun terakhir, teleskop VISTA telah memetakan pergerakan jutaan bintang secara mendetail melalui pancaran inframerah yang mampu menembus debu tebal antariksa. Hasilnya di luar dugaan para ilmuwan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/893447\/astronot-temukan-jejak-galaksi-loki-korban-kanibalisme-bimasakti-purba\" title=\"Astronot Temukan Jejak Galaksi Loki, Korban Kanibalisme Bimasakti Purba\" target=\"_blank\">Astronot Temukan Jejak Galaksi Loki, Korban Kanibalisme Bimasakti Purba<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Saat pertama kali melihat hasilnya, saya kagum dengan kualitas pergerakan bintang yang terukur,&#8221; ujar Florian Niederhofer dari Institut Astrofisika Potsdam Leibniz (AIP) Jerman dalam sebuah pernyataan. Ia menambahkan bahwa kombinasi pengamatan selama lebih dari satu dekade ini berhasil memetakan pergerakan internal SMC dengan detail yang luar biasa untuk ukuran observasi berbasis darat.<\/p>\n<p>Sebelumnya, pergerakan bintang di dalam SMC diasumsikan sebagai rotasi galaksi yang normal. Namun, data VISTA menunjukkan bahwa bintang-bintang tersebut sebenarnya bergerak secara massal keluar dari inti galaksi dengan kecepatan rata-rata 17 kilometer per detik. Arah pergerakan ini membentuk poros lurus yang mengarah tepat ke arah LMC. Fenomena ini menjadi bukti kuat bahwa gaya pasang surut (tidal forces) gravitasi LMC tengah meregangkan dan mencerai-beraikan SMC.<\/p>\n<p>&#8220;Hasil ini mengungkap adanya ekspansi pasang surut skala besar di seluruh SMC dan mematahkan asumsi lama bahwa Awan Magellan Kecil berperilaku seperti cakram yang berputar,&#8221; kata Sreepriya Vijayasree, penulis utama penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Astronomy &amp; Astrophysics. Menurut Vijayasree, pergerakan internal bintang di SMC tidak didominasi oleh rotasi yang teratur, melainkan oleh gangguan gravitasi akibat pertemuan berulang kali dengan LMC selama miliaran tahun.<\/p>\n<p>Di masa depan, simulasi menunjukkan bahwa kedua galaksi kerdil ini ditakdirkan untuk menyatu dengan Bimasakti dalam beberapa miliar tahun ke depan. Namun hingga waktu itu tiba, LMC diprediksi akan terus merobek dan &#8220;mencuri&#8221; bintang-bintang dari saudaranya yang lebih kecil. (Space\/Z-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/898350\/awan-magellan-besar-mulai-menelan-galaksi-tetangganya\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mosaik cahaya tampak ini menunjukkan LMC dan SMC. Dipisahkan oleh sekitar 21 derajat, kedua galaksi ini mudah terlihat dari Belahan Bumi Selatan sebagai bercak bercahaya samar di langit malam.(Axel Mellinger, Central Michigan University\/NASA Visualization Studio) DUA galaksi kerdil tetangga Bimasakti, Awan Magellan Besar (LMC) dan Awan Magellan Kecil (SMC), selama ini dikenal sebagai &#8220;saudara kandung&#8221; [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54489,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54488","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54488","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54488"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54488\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54489"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54488"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54488"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54488"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}