{"id":54362,"date":"2026-06-08T21:52:50","date_gmt":"2026-06-08T21:52:50","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/olahraga-150-menit-seminggu-belum-cukup-untuk-jantung-sehat\/"},"modified":"2026-06-08T21:52:50","modified_gmt":"2026-06-08T21:52:50","slug":"olahraga-150-menit-seminggu-belum-cukup-untuk-jantung-sehat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/olahraga-150-menit-seminggu-belum-cukup-untuk-jantung-sehat\/","title":{"rendered":"Olahraga 150 Menit Seminggu belum Cukup untuk Jantung Sehat"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/08\/1780928759_7aa7051efb5492741ee3.jpg\" alt=\"Olahraga 150 Menit Seminggu belum Cukup untuk Jantung Sehat?\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>SELAMA\u00a0bertahun-tahun, pedoman kesehatan global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC menetapkan standar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu sebagai kunci menjaga kebugaran. Namun, studi terbaru yang diterbitkan dalam <em>British Journal of Sports Medicine<\/em> menunjukkan bahwa angka tersebut mungkin hanya ambang batas minimum, bukan dosis optimal untuk perlindungan jantung yang signifikan.<\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">Penelitian<\/a> yang menganalisis data dari 17.088 partisipan di UK Biobank ini mengungkapkan temuan mengejutkan.\u00a0Untuk mengurangi risiko serangan jantung dan stroke hingga lebih dari 30 persen, seseorang mungkin perlu berolahraga tiga hingga empat kali lipat dari rekomendasi saat ini\u00a0atau sekitar 560 hingga 610 menit per minggu.<\/p>\n<p>Dalam studi tersebut, partisipan dengan usia rata-rata 57 tahun dipantau selama hampir delapan tahun. Hasilnya menunjukkan bahwa mereka yang hanya memenuhi standar 150 menit per minggu mengalami penurunan risiko kejadian kardiovaskular sebesar 9 persen. Angka ini jauh di bawah mereka yang berolahraga sekitar 80 hingga 87 menit setiap hari.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897135\/olahraga-intensitas-tinggi-beberapa-menit-cegah-delapan-penyakit-kronis\" title=\"Olahraga Intensitas Tinggi Beberapa Menit Cegah Delapan Penyakit Kronis\" target=\"_blank\">Olahraga Intensitas Tinggi Beberapa Menit Cegah Delapan Penyakit Kronis<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 15px; border-left: 5px solid #2c3e50; margin: 20px 0;\"><strong>Poin Utama Studi:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>150 Menit:<\/strong> Penurunan risiko jantung sebesar 9%.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>560-610 Menit:<\/strong> Penurunan risiko jantung hingga lebih dari 30%.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Faktor Kebugaran:<\/strong> Orang dengan tingkat kebugaran (VO2 max) rendah membutuhkan durasi 30-50 menit lebih lama dibandingkan mereka yang bugar untuk mendapatkan manfaat yang sama.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Ziheng Ning, peneliti dari Macao Polytechnic University, menjelaskan bahwa temuan ini bukan berarti pedoman lama salah. &#8220;Pedoman 150 menit tetap sangat penting karena realistis dan dapat dicapai. Namun, untuk perlindungan kardiovaskular yang substansial, kita memerlukan target yang lebih personal berdasarkan tingkat kebugaran individu,&#8221; ujarnya.<\/p>\n<h2>Apakah Target 9 Jam Seminggu Realistis?<\/h2>\n<p>Membayangkan olahraga selama 9 jam seminggu mungkin terasa mengintimidasi bagi banyak orang. Namun, para ahli menekankan bahwa durasi ini tidak harus dihabiskan dengan latihan intensitas tinggi di pusat kebugaran. Akumulasi aktivitas harian menjadi kunci utama.<\/p>\n<p>Beberapa cara untuk mencapai target tersebut tanpa merasa terbebani antara lain:<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/895645\/kualitas-makanan-lebih-penting-daripada-diet-rendah-lemak-atau-karbohidrat\" title=\"Kualitas Makanan Lebih Penting daripada Diet Rendah Lemak atau Karbohidrat\" target=\"_blank\">Kualitas Makanan Lebih Penting daripada Diet Rendah Lemak atau Karbohidrat<\/a><\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Berjalan cepat atau bersepeda saat berangkat kerja.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memilih tangga dibandingkan lift.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Melakukan jalan santai di malam hari atau mendaki di akhir pekan.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Mengurangi waktu duduk diam (sedenter) sepanjang hari.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Dr. Tamanna Singh dari Cleveland Clinic menyarankan variasi aktivitas agar tubuh terus tertantang. &#8220;Tambahkan tantangan kecil, seperti interval lari di sela-sela jalan kaki atau menambah resistensi pada sepeda statis. Hal ini mendorong tubuh menjadi lebih efisien secara aerobik,&#8221; jelasnya.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Gerak Lebih Banyak, Hasil Lebih Baik<\/h2>\n<p>Meskipun studi ini bersifat observasional dan tidak membuktikan hubungan sebab-akibat secara langsung, pesan utamanya jelas: <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan-jantung\" title=\"kesehatan jantung\">kesehatan jantung<\/a> berada dalam satu\u00a0kontinum. Semakin banyak Anda bergerak, semakin besar perlindungan yang didapatkan oleh jantung Anda.<\/p>\n<p>Bagi Anda yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit jantung, meningkatkan durasi aktivitas fisik di atas standar minimum bisa menjadi investasi kesehatan yang krusial. Namun, bagi yang baru memulai, tetaplah pada target 150 menit sebagai langkah awal yang bermanfaat bagi kesehatan mental, kualitas tidur, dan fungsi kognitif. (Outside\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898275\/olahraga-150-menit-seminggu-belum-cukup-untuk-jantung-sehat\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) SELAMA\u00a0bertahun-tahun, pedoman kesehatan global dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan CDC menetapkan standar 150 menit aktivitas fisik intensitas sedang per minggu sebagai kunci menjaga kebugaran. Namun, studi terbaru yang diterbitkan dalam British Journal of Sports Medicine menunjukkan bahwa angka tersebut mungkin hanya ambang batas minimum, bukan dosis optimal untuk perlindungan jantung yang signifikan. Penelitian [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54363,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54362","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54362","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54362"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54362\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54363"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54362"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54362"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54362"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}