{"id":54328,"date":"2026-06-08T20:22:53","date_gmt":"2026-06-08T20:22:53","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/paus-leo-xiv-di-parlemen-spanyol-perang-adalah-kekalahan-diplomasi\/"},"modified":"2026-06-08T20:22:53","modified_gmt":"2026-06-08T20:22:53","slug":"paus-leo-xiv-di-parlemen-spanyol-perang-adalah-kekalahan-diplomasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/paus-leo-xiv-di-parlemen-spanyol-perang-adalah-kekalahan-diplomasi\/","title":{"rendered":"Paus Leo XIV di Parlemen Spanyol Perang Adalah Kekalahan Diplomasi"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/08\/1780929905_98fb4d542f09787d68a2.jpg\" alt=\"Paus Leo XIV di Parlemen Spanyol: Perang Adalah Kekalahan Diplomasi\"\/><figcaption>Paus Leo XIV.(Al Jazeera)<\/figcaption><\/figure>\n<p>DALAM pidato bersejarah di hadapan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/parlemen-spanyol\" title=\"Parlemen Spanyol\">parlemen Spanyol<\/a> (Cortes Generales) pada Senin (8\/6\/2026), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/paus-leo-xiv\" title=\"Paus Leo XIV\">Paus Leo XIV<\/a> menyampaikan pesan perdamaian yang kuat. Ia menyebut perang sebagai kekalahan yang menyakitkan\u00a0bagi kemampuan negosiasi manusia dan memperingatkan bahwa dunia saat ini tengah terjerumus ke dalam krisis spiritual dan budaya yang mendalam.<\/p>\n<p>Kunjungan ini menandai pertama kali\u00a0seorang pastor berpidato di hadapan para politisi Spanyol. Dalam narasinya, Paus asal Amerika pertama tersebut menekankan bahwa perdamaian membutuhkan keberanian diplomatik dan tanggung jawab etis, terutama di tengah eskalasi konflik global yang kian memanas.<\/p>\n<h2>Kritik terhadap Perang dan Polarisasi Global<\/h2>\n<p>Pernyataan Paus Leo XIV muncul di saat ketegangan antara Israel dan Iran mencapai titik terburuk sejak gencatan senjata April lalu. Di Madrid, Paus bertemu dengan Perdana Menteri Spanyol, Pedro S\u00e1nchez, yang dikenal vokal menentang keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik tersebut.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/874438\/paus-leo-xiv-tuhan-tidak-mendengar-doa-mereka-yang-berperang\" title=\"Paus Leo XIV: Tuhan tidak Mendengar Doa Mereka yang Berperang\" target=\"_blank\">Paus Leo XIV: Tuhan tidak Mendengar Doa Mereka yang Berperang<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Setiap perang pada akhirnya merupakan kekalahan menyakitkan dari kapasitas untuk bernegosiasi dan juga dari kesadaran bersama kemanusiaan yang mengakui ikatan keadilan antarbangsa,&#8221;\u00a0tegas Paus di hadapan para pemimpin politik Spanyol.<\/p>\n<p>Ia juga menyoroti fenomena polarisasi yang melanda berbagai negara, termasuk Spanyol. Paus mendesak para politisi untuk melucuti senjata bahasa\u00a0dan melakukan pembaruan moral agar pluralisme politik tidak berubah menjadi penghinaan terus-menerus terhadap lawan politik.<\/p>\n<h2>Fokus pada Kemanusiaan dan Migrasi<\/h2>\n<p>Selain isu perang, migrasi menjadi tema sentral dalam kunjungan kepausan kali ini. Paus Leo XIV dijadwalkan mengunjungi Kepulauan Canary untuk menunjukkan solidaritas bagi para imigran yang mencoba memasuki Eropa.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/868020\/paus-leo-xiv-berdoa-deru-bom-as-israel-dan-iran-berhenti\" title=\"Paus Leo XIV Berdoa Deru Bom AS-Israel dan Iran Berhenti\" target=\"_blank\">Paus Leo XIV Berdoa Deru Bom AS-Israel dan Iran Berhenti<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Penegasan martabat manusia tidak boleh tetap abstrak ketika begitu banyak orang terpaksa meninggalkan segalanya demi mencari perdamaian dan keamanan,&#8221;\u00a0ujarnya. Ia mengingatkan bahwa tragedi migrasi adalah tantangan bagi hati nurani bangsa-bangsa dan fondasi etis tatanan internasional.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Sorotan Utama Pidato Paus:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Menyerukan penyelesaian sengketa melalui hukum internasional.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Memperingatkan peningkatan belanja senjata di Eropa.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Menekankan perlindungan martabat manusia dari konsepsi hingga kematian alami.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Meminta perlindungan terhadap kerahasiaan pengakuan dosa (seal of confession).<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<h2>Menghadapi Luka Lama: Skandal Pelecehan<\/h2>\n<p>Di luar gedung parlemen, Paus Leo XIV juga memberikan perhatian serius pada skandal pelecehan seksual yang mengguncang Gereja Katolik Spanyol. Berdasarkan laporan ombudsman tahun 2023, diperkirakan lebih dari 200.000 anak menjadi korban pelecehan oleh klerus di Spanyol selama beberapa dekade terakhir.<\/p>\n<p>Dalam pertemuan dengan para uskup, Paus mendesak gereja untuk mendengarkan penyintas dan memberikan reparasi. Ia menyebut pelecehan tersebut sebagai luka terbuka\u00a0dan momok\u00a0yang harus dihadapi dengan kebenaran dan keadilan.<\/p>\n<p>&#8220;Setiap orang yang terluka harus dapat menemukan pendengaran yang tulus, perlindungan, dan jalur nyata menuju penyembuhan,&#8221; pungkasnya sebelum melanjutkan agenda kunjungannya yang dijadwalkan berlangsung hingga Jumat mendatang. (CNN\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/898287\/paus-leo-xiv-di-parlemen-spanyol-perang-adalah-kekalahan-diplomasi\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Paus Leo XIV.(Al Jazeera) DALAM pidato bersejarah di hadapan parlemen Spanyol (Cortes Generales) pada Senin (8\/6\/2026), Paus Leo XIV menyampaikan pesan perdamaian yang kuat. Ia menyebut perang sebagai kekalahan yang menyakitkan\u00a0bagi kemampuan negosiasi manusia dan memperingatkan bahwa dunia saat ini tengah terjerumus ke dalam krisis spiritual dan budaya yang mendalam. Kunjungan ini menandai pertama kali\u00a0seorang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54329,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54328","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54328","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54328"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54328\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54329"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54328"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54328"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54328"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}