{"id":54272,"date":"2026-06-08T17:43:42","date_gmt":"2026-06-08T17:43:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/14-tips-agar-tikus-tidak-masuk-rumah\/"},"modified":"2026-06-08T17:43:42","modified_gmt":"2026-06-08T17:43:42","slug":"14-tips-agar-tikus-tidak-masuk-rumah","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/14-tips-agar-tikus-tidak-masuk-rumah\/","title":{"rendered":"14 Tips agar Tikus tidak Masuk Rumah"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/08\/1780934387_1d4f7d321d94560119ac.jpg\" alt=\"14 Tips agar Tikus tidak Masuk Rumah\"\/><figcaption>Berikut Tips agar Tikus tidak Masuk Rumah(magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/tikus\" title=\"Tikus\">TIKUS<\/a> adalah hewan pengerat dari ordo Rodentia yang hidup di berbagai lingkungan, termasuk permukiman manusia.<\/p>\n<p>Tikus sering masuk ke rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Selain mengganggu, tikus juga dapat merusak barang serta membawa kuman dan penyakit.<\/p>\n<h3><strong>1. Simpan Makanan dalam Wadah Tertutup<\/strong><\/h3>\n<p>Gunakan wadah kedap udara untuk menyimpan beras, makanan ringan, dan bahan makanan lainnya agar tidak menarik perhatian tikus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/891644\/bahaya-hantavirus-jangan-langsung-sapu-kotoran-tikus-kering\" title=\"Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!\" target=\"_blank\">Bahaya Hantavirus, Jangan Langsung Sapu Kotoran Tikus Kering!<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>2. Jaga Kebersihan Dapur<\/strong><\/h3>\n<p>Bersihkan sisa makanan, remah-remah, dan tumpahan minuman secara rutin, terutama setelah memasak atau makan.<\/p>\n<h3><strong>3. Buang Sampah Secara Teratur<\/strong><\/h3>\n<p>Jangan membiarkan sampah menumpuk. Gunakan tempat sampah yang memiliki penutup rapat.<\/p>\n<h3><strong>4. Tutup Celah dan Lubang<\/strong><\/h3>\n<p>Periksa dinding, lantai, atap, serta area sekitar pipa. Tutup celah yang dapat menjadi jalan masuk tikus.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/megapolitan\/891339\/waspada-hantavirus-dinkes-dki-ingatkan-cara-aman-bersihkan-kotoran-tikus\" title=\"Waspada Hantavirus: Dinkes DKI Ingatkan Cara Aman Bersihkan Kotoran Tikus\" target=\"_blank\">Waspada Hantavirus: Dinkes DKI Ingatkan Cara Aman Bersihkan Kotoran Tikus<\/a><\/strong><\/p>\n<h3><strong>5. Pasang Kawat pada Ventilasi<\/strong><\/h3>\n<p>Ventilasi yang terbuka dapat menjadi akses masuk tikus. Gunakan kawat kasa yang kuat untuk menutupnya.<\/p>\n<h3><strong>6. Rapikan Barang yang Menumpuk<\/strong><\/h3>\n<p>Tumpukan kardus, kayu, atau barang bekas dapat menjadi tempat persembunyian tikus.<\/p>\n<h3><strong>7. Pangkas Tanaman di Sekitar Rumah<\/strong><\/h3>\n<p>Semak-semak yang terlalu rimbun dapat menjadi tempat berlindung tikus sebelum masuk ke rumah.<\/p>\n<h3><strong>8. Simpan Makanan Hewan Peliharaan dengan Baik<\/strong><\/h3>\n<p>Makanan hewan yang dibiarkan terbuka dapat menarik tikus.<\/p>\n<h3><strong>9. Perbaiki Kebocoran Air<\/strong><\/h3>\n<p>Tikus membutuhkan sumber air. Perbaiki keran atau pipa yang bocor untuk mengurangi daya tarik rumah bagi tikus.<\/p>\n<h3><strong>10. Bersihkan Saluran Air<\/strong><\/h3>\n<p>Saluran yang kotor dapat menjadi jalur masuk dan tempat hidup tikus.<\/p>\n<h3><strong>11. Gunakan Penghalang pada Bawah Pintu<\/strong><\/h3>\n<p>Pasang door sweep atau penutup celah pintu untuk mencegah tikus masuk dari bawah pintu.<\/p>\n<h3><strong>12. Periksa Area Gudang dan Loteng<\/strong><\/h3>\n<p>Gudang serta loteng sering menjadi tempat persembunyian tikus. Lakukan pemeriksaan dan pembersihan secara berkala.<\/p>\n<h3><strong>13. Gunakan Perangkap Jika Diperlukan<\/strong><\/h3>\n<p>Jika terdapat tanda-tanda keberadaan tikus, gunakan perangkap untuk membantu mengendalikan populasinya.<\/p>\n<h3><strong>14. Lakukan Pemeriksaan Rutin<\/strong><\/h3>\n<p>Periksa secara berkala tanda-tanda seperti kotoran tikus, bekas gigitan, atau suara mencurigakan agar masalah dapat ditangani lebih cepat.<\/p>\n<p>Dengan menjaga kebersihan dan menutup akses masuk, risiko tikus masuk ke rumah dapat dikurangi secara signifikan. (Z-4)<\/p>\n<p><strong>Sumber<\/strong>: <em>halodoc, rentokil<\/em><\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898325\/14-tips-agar-tikus-tidak-masuk-rumah\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Berikut Tips agar Tikus tidak Masuk Rumah(magnific) TIKUS adalah hewan pengerat dari ordo Rodentia yang hidup di berbagai lingkungan, termasuk permukiman manusia. Tikus sering masuk ke rumah untuk mencari makanan, air, dan tempat berlindung. Selain mengganggu, tikus juga dapat merusak barang serta membawa kuman dan penyakit. 1. Simpan Makanan dalam Wadah Tertutup Gunakan wadah kedap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":54273,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-54272","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54272","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=54272"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/54272\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/54273"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=54272"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=54272"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=54272"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}