{"id":53943,"date":"2026-06-08T03:10:59","date_gmt":"2026-06-08T03:10:59","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/wamendikdasmen-fajar-riza-ul-haq-wisuda-pesantren-momentum-lahirkan-generasi-rabbani\/"},"modified":"2026-06-08T03:10:59","modified_gmt":"2026-06-08T03:10:59","slug":"wamendikdasmen-fajar-riza-ul-haq-wisuda-pesantren-momentum-lahirkan-generasi-rabbani","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/08\/wamendikdasmen-fajar-riza-ul-haq-wisuda-pesantren-momentum-lahirkan-generasi-rabbani\/","title":{"rendered":"Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq Wisuda Pesantren Momentum Lahirkan Generasi Rabbani"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/08\/1780887877_07aae49fe67e26b5b98a.jpg\" alt=\"Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq: Wisuda Pesantren Momentum Lahirkan Generasi Rabbani\"\/><figcaption>Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menghadiri prosesi wisuda kelas akhir atau Takrimun Najihin di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, Singaparna, Tasikmalaya, Sabtu (7\/6\/2026).(MI\/HO)<\/figcaption><\/figure>\n<p>WAKIL<b> <\/b>Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wamendikdasmen\" title=\"Wamendikdasmen\">Wamendikdasmen<\/a>), <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/fajar-riza-ul-haq\" title=\"Fajar Riza Ul Haq\">Fajar Riza Ul Haq<\/a>, menghadiri prosesi <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wisuda\" title=\"wisuda\">wisuda<\/a> kelas akhir atau <em>Takrimun Najihin<\/em> di <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pesantren\" title=\"pesantren\">Pesantren<\/a> Muhammadiyah Al-Furqon, Singaparna, Tasikmalaya, Sabtu (7\/6\/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa wisuda bukan sekadar seremoni kelulusan, melainkan momentum sakral pemuliaan ilmu dan peneguhan lahirnya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/generasi-rabbani\" title=\"Generasi Rabbani\">generasi rabbani<\/a>.<\/p>\n<p>Menurut Fajar, istilah <em>Takrimun Najihin<\/em> memiliki kedalaman makna yang melampaui perayaan akademik. Ia memandangnya sebagai bentuk penghormatan terhadap sinergi antara guru, orangtua, dan perjuangan keras para santri selama menempuh pendidikan.<\/p>\n<p>\u201cSelama enam tahun, para peserta didik ditempa dalam proses yang tidak ringan. <em>Takrimun Najihin<\/em> adalah bentuk saling memuliakan. Pendidikan Islam mengajarkan kita untuk memuliakan ilmu, guru, orangtua, serta proses perjuangan tersebut,\u201d ujar Fajar di hadapan para wisudawan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897266\/dari-tabanan-wamendikdasmen-fajar-tegaskan-revitalisasi-sekolah-adalah-investasi-masa-depan-bangsa\" title=\"Dari Tabanan, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah adalah Investasi Masa Depan Bangsa\" target=\"_blank\">Dari Tabanan, Wamendikdasmen Fajar Tegaskan Revitalisasi Sekolah adalah Investasi Masa Depan Bangsa<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Kembali ke Akar dan Spirit Generasi Rabbani<\/h3>\n<p>Kehadiran Fajar di Tasikmalaya sekaligus menjadi momen nostalgia. Ia mengenang masa remajanya saat menempuh pendidikan di MAN Darussalam Ciamis, yang membuatnya merasa dekat dengan atmosfer pendidikan di wilayah Priangan Timur ini.<\/p>\n<p>Dalam tausiahnya, Fajar menitipkan pesan agar lulusan Al-Furqon tumbuh menjadi &#8220;Generasi Rabbani&#8221;. Merujuk pada QS. Ali Imran ayat 79, ia menjelaskan dua pilar utama yang harus dimiliki oleh lulusan pesantren:<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin: 20px 0; border: 1px solid #ddd;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #f2f2f2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Pilar Generasi Rabbani<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd; text-align: left;\">Implementasi dalam Kehidupan<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Tu\u2018allimunal Kitab<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Menjadi aktor yang aktif menyiarkan ilmu dan kebaikan di masyarakat.<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\"><strong>Wabima Kuntum Tadrusun<\/strong><\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"padding: 12px; border: 1px solid #ddd;\">Menjadi manusia pembelajar sepanjang hayat (long-life learner).<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>Fajar juga membedakan konsep <em>rabbani<\/em> dengan <em>rahbaniyyah<\/em>. Ia menekankan bahwa Islam tidak meminta umatnya menarik diri dari dunia, melainkan hadir aktif di tengah kompleksitas sosial dengan membawa solusi berbasis akhlak dan kearifan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/880246\/wamen-fajar-tinjau-tka-di-ntb-siswa-nilai-ifp-bantu-pahami-soal\" title=\"Wamen Fajar Tinjau TKA di NTB, Siswa Nilai IFP Bantu Pahami Soal\" target=\"_blank\">Wamen Fajar Tinjau TKA di NTB, Siswa Nilai IFP Bantu Pahami Soal<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Menghadapi Tantangan AI dan Masa Depan<\/h3>\n<p>Menyinggung perkembangan teknologi, Wamendikdasmen mengingatkan agar para santri tidak terjebak dalam perlombaan kemampuan teknis dengan Kecerdasan Artifisial (AI). Menurutnya, aspek kemanusiaan dan etika adalah hal yang tidak bisa digantikan oleh mesin.<\/p>\n<p>\u201cKalau manusia hanya mengejar kemampuan AI, kita akan pontang-panting. Tugas kita adalah menggunakan AI secara etis dan bertanggung jawab untuk kemaslahatan manusia,\u201d tegasnya.<\/p>\n<p>Ia menambahkan bahwa keberhasilan di masa depan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik semata. Berdasarkan pengalamannya mondok selama 13 tahun, Fajar meyakini bahwa resiliensi (daya tahan), kemampuan memecahkan masalah, dan karakter kuat yang ditempa di pesantren adalah modal utama untuk menjadi pemimpin di berbagai bidang.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; padding: 20px; border-left: 5px solid #007bff; margin: 20px 0;\"><strong>Pesan Utama Wamendikdasmen untuk Wisudawan:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Manfaatkan masa muda yang hanya datang sekali untuk terus menempa diri.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Kembangkan kemampuan komunikasi, organisasi, dan cara pandang multiperspektif.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Jadilah kader mencerahkan yang membawa manfaat bagi siapa pun tanpa pilih kasih, layaknya spirit Sang Surya.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Menutup arahannya, Fajar mengajak para lulusan untuk menjaga nama baik almamater dan Muhammadiyah. Ia berharap para wisudawan mampu menjadi cahaya yang memberikan kehangatan dan kemanfaatan bagi bangsa dan negara di masa depan. (RO\/Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/898052\/wamendikdasmen-fajar-riza-ul-haq-wisuda-pesantren-momentum-lahirkan-generasi-rabbani\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menghadiri prosesi wisuda kelas akhir atau Takrimun Najihin di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, Singaparna, Tasikmalaya, Sabtu (7\/6\/2026).(MI\/HO) WAKIL Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, menghadiri prosesi wisuda kelas akhir atau Takrimun Najihin di Pesantren Muhammadiyah Al-Furqon, Singaparna, Tasikmalaya, Sabtu (7\/6\/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menegaskan bahwa wisuda [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53944,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53943","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53943","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53943"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53943\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53944"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53943"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53943"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53943"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}