{"id":53814,"date":"2026-06-07T17:29:55","date_gmt":"2026-06-07T17:29:55","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/07\/pesta-panggil-suku-ketapik-bangka-barat-tradisi-unik-desa-kacung\/"},"modified":"2026-06-07T17:29:55","modified_gmt":"2026-06-07T17:29:55","slug":"pesta-panggil-suku-ketapik-bangka-barat-tradisi-unik-desa-kacung","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/07\/pesta-panggil-suku-ketapik-bangka-barat-tradisi-unik-desa-kacung\/","title":{"rendered":"Pesta Panggil Suku Ketapik Bangka Barat Tradisi Unik Desa Kacung"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/07\/1780821752_e8f7e3188ebd2d7e53dd.jpg\" alt=\"Pesta Panggil Suku Ketapik Bangka Barat: Tradisi Unik Desa Kacung\"\/><figcaption>Pesta Panggil Suku Ketapik Bangka Barat.(Dok. Antara)<\/figcaption><\/figure>\n<p>RIBUAN warga dari berbagai daerah memadati Desa Kacung, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kabupaten-bangka-barat\" title=\"Kabupaten Bangka Barat\">Kabupaten Bangka Barat<\/a>, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (7\/6\/2026). Kehadiran massa ini bertujuan untuk menyaksikan sekaligus merayakan tradisi tahunan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/pesta-panggil-suku-ketapik\" title=\"Pesta Panggil Suku Ketapik\">Pesta Panggil Suku Ketapik<\/a>, sebuah warisan leluhur yang tetap terjaga kelestariannya hingga kini.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bangka Barat, Muhammad Ferhad Irvan, menyatakan bahwa pemerintah daerah berkomitmen penuh untuk mendukung keberlangsungan tradisi ini. Menurutnya, Pesta Panggil bukan sekadar perayaan, melainkan aset <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/budaya\" title=\"budaya\">budaya<\/a> yang memiliki potensi besar bagi sektor pariwisata daerah.<\/p>\n<p>&#8220;Tradisi ini rutin digelar setiap tahun sejak puluhan tahun lalu. Kami terus mendorong agar warga konsisten melaksanakannya sebagai upaya pelestarian budaya agar bisa diturunkan ke generasi selanjutnya,&#8221; ujar Ferhad di Mentok.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/757066\/apa-yang-dimaksud-keberagaman-memahami-perbedaan-budaya\" title=\"Apa yang Dimaksud Keberagaman: Memahami Perbedaan Budaya\" target=\"_blank\">Apa yang Dimaksud Keberagaman: Memahami Perbedaan Budaya<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Makna &#8220;Memanggil&#8221; dalam Tradisi Leluhur<\/h2>\n<p>Istilah &#8220;Pesta Panggil&#8221; memiliki makna filosofis yang mendalam bagi masyarakat Suku Ketapik. Melalui kegiatan ini, warga setempat secara khusus mengundang atau &#8220;memanggil&#8221; sanak saudara, kerabat, hingga handai taulan yang berada di dalam maupun luar daerah untuk pulang ke kampung halaman.<\/p>\n<p>Selain menjadi ajang reuni akbar, tradisi ini berfungsi sebagai wadah untuk mempererat tali silaturahmi, menjaga kebersamaan, serta menjadi bentuk syukur kolektif kepada Sang Pencipta atas berkah yang diterima selama setahun terakhir.<\/p>\n<p>Pemerintah Kabupaten Bangka Barat telah memasukkan Pesta Panggil Suku Ketapik ke dalam pokok pikiran kebudayaan daerah sebagai bentuk keseriusan dalam perlindungan warisan budaya takbenda.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/733547\/spa-indonesia-terinspirasi-dari-budaya-lokal\" title=\"Spa Indonesia Terinspirasi dari Budaya Lokal\" target=\"_blank\">Spa Indonesia Terinspirasi dari Budaya Lokal<\/a><\/strong><\/p>\n<h2>Arak-arakan Sador dan Silat Kebintit<\/h2>\n<p>Rangkaian acara dimulai dengan prosesi yang sangat dinantikan, yakni arak-arakan santri yang telah khatam Al-Qur&#8217;an. Uniknya, para santri ini diarak menggunakan Sador, yaitu alat transportasi lokal berupa rangkaian sepeda yang dihias menyerupai kereta kencana.<\/p>\n<p>Iring-iringan sador bergerak meriah dari halaman rumah adat Suku Kacung menuju masjid desa, diikuti oleh pejabat daerah, keluarga santri, dan masyarakat umum. Kemeriahan semakin memuncak dengan berbagai pertunjukan seni khas setempat, di antaranya:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Tari Kreasi: Penampilan seni gerak yang memadukan unsur tradisional dan modern.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Bedambus: Musik tradisional khas Melayu Bangka yang menggunakan alat musik petik.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Silat Kebintit: Pertunjukan seni bela diri tradisional yang menampilkan ketangkasan khas lokal.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<h2>Ditutup dengan Tradisi Nganggung<\/h2>\n<p>Sebagai puncak sekaligus penutup rangkaian acara, masyarakat melaksanakan tradisi Nganggung. Dalam prosesi ini, warga membawa dulang berisi makanan ke masjid atau tempat pertemuan untuk dinikmati bersama-sama.<\/p>\n<p>Tradisi makan bersama ini menjadi simbol kesetaraan dan kebersamaan yang kuat, memastikan bahwa Pesta Panggil Suku Ketapik berakhir dengan suasana kekeluargaan yang hangat sebelum para perantau kembali ke daerah masing-masing. (Ant\/H-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/897904\/pesta-panggil-suku-ketapik-bangka-barat-tradisi-unik-desa-kacung\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pesta Panggil Suku Ketapik Bangka Barat.(Dok. Antara) RIBUAN warga dari berbagai daerah memadati Desa Kacung, Kabupaten Bangka Barat, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, pada Minggu (7\/6\/2026). Kehadiran massa ini bertujuan untuk menyaksikan sekaligus merayakan tradisi tahunan Pesta Panggil Suku Ketapik, sebuah warisan leluhur yang tetap terjaga kelestariannya hingga kini. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53815,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53814","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53814"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53814\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}