{"id":53405,"date":"2026-06-06T17:22:11","date_gmt":"2026-06-06T17:22:11","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/alasan-evolusi-lengan-pendek-t-rex-terungkap-bukan-untuk-berburu\/"},"modified":"2026-06-06T17:22:11","modified_gmt":"2026-06-06T17:22:11","slug":"alasan-evolusi-lengan-pendek-t-rex-terungkap-bukan-untuk-berburu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/alasan-evolusi-lengan-pendek-t-rex-terungkap-bukan-untuk-berburu\/","title":{"rendered":"Alasan Evolusi Lengan Pendek T-Rex Terungkap, bukan untuk Berburu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/06\/1780742474_e1510c1d2f8b331da9a6.jpeg\" alt=\"Alasan Evolusi Lengan Pendek T-Rex Terungkap, bukan untuk Berburu\"\/><figcaption>Penelitian terbaru mengungkap lengan pendek T-Rex berevolusi untuk menghindari gigitan.(Dok: Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>TYRANNOSAURUS<em>\u00a0rex<\/em> atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/t-rex\" title=\"t-rex\">T-Rex<\/a> selama ini dikenal sebagai predator puncak dengan rahang penghancur tulang, namun ukuran lengannya yang sangat pendek selalu menjadi misteri evolusi. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal <em>Acta Palaeontologia Polonica<\/em> menawarkan teori baru: lengan pendek tersebut merupakan adaptasi untuk menghindari cedera akibat gigitan sesama T-Rex saat berebut makanan.<\/p>\n<p>Penelitian yang dipimpin oleh <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kevin-padian\" title=\"Kevin Padian\">Kevin Padian<\/a>, profesor emeritus dari University of California, Berkeley, ini mematahkan berbagai hipotesis lama. Sebelumnya, ilmuwan menduga lengan kecil tersebut berfungsi untuk membantu proses kawin, menahan mangsa, atau menopang tubuh saat bangun. Namun, Padian menilai teori-teori tersebut tidak menjawab mengapa lengan itu justru menyusut selama jutaan tahun evolusi.<\/p>\n<h2>Risiko Gigitan saat Makan Berkelompok<\/h2>\n<p>Berdasarkan analisis Padian, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/lengan-t-rex\" title=\"Lengan T-Rex\">lengan T-Rex<\/a> terlalu pendek untuk menjalankan fungsi mekanis yang efektif. Lengan tersebut tidak dapat menjangkau mulut, tidak bisa saling menyentuh, dan memiliki rentang gerak yang sangat terbatas. Senjata utama predator ini sepenuhnya berada pada kepala, leher, dan rahang yang kuat.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/897193\/mengapa-tangan-tyrannosaurus-rex-sangat-kecil-studi-terbaru-ungkap-evolusi-kekuatan-tengkorak\" target=\"_blank\" title=\"Mengapa Tangan Tyrannosaurus Rex sangat Kecil? Studi Terbaru Ungkap Evolusi Kekuatan Tengkorak\">Mengapa Tangan Tyrannosaurus Rex sangat Kecil? Studi Terbaru Ungkap Evolusi Kekuatan Tengkorak<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Padian mengajukan hipotesis bahwa penyusutan lengan memberikan keuntungan kelangsungan hidup. Mengingat adanya bukti bahwa T-Rex kemungkinan berburu atau makan dalam kelompok, lengan yang panjang akan menjadi sasaran empuk bagi gigitan individu lain saat mereka berkerumun di sekitar bangkai mangsa.<\/p>\n<p>&#8220;Jika beberapa T-Rex raksasa berkumpul di satu bangkai, Anda akan mendapati banyak tengkorak besar dengan rahang dan gigi luar biasa kuat yang mencabik daging. Lengan yang lebih pendek mengurangi risiko lengan tersebut tergigit atau terputus dalam kekacauan tersebut,&#8221; ujar Padian dalam laporannya.<\/p>\n<h2>Analogi dengan Komodo Indonesia<\/h2>\n<p>Untuk memperkuat argumennya, Padian membandingkan perilaku T-Rex dengan komodo (<em>Varanus komodoensis<\/em>) di Indonesia. Komodo dikenal sering makan bersama dalam kelompok, di mana individu yang lebih besar mendominasi dan sering terjadi perkelahian atau gigitan antarindividu selama proses tersebut.<\/p>\n<p>Meskipun T-Rex telah punah sekitar 66 juta tahun lalu, Padian menyarankan langkah verifikasi lebih lanjut dengan memeriksa fosil-fosil di berbagai museum. Jika ditemukan bahwa tulang lengan memiliki bekas gigitan yang lebih sedikit dibandingkan bagian tubuh lainnya, maka teori adaptasi untuk menghindari cedera ini akan semakin kuat.<\/p>\n<p>Penelitian ini menggeser fokus dari &#8220;apa kegunaan lengan tersebut&#8221; menjadi &#8220;apa keuntungan evolusioner dari mengecilnya lengan tersebut&#8221;, memberikan perspektif baru dalam memahami kehidupan sosial salah satu predator terbesar di Bumi. (Z-10)<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/teknologi\/897715\/alasan-evolusi-lengan-pendek-t-rex-terungkap-bukan-untuk-berburu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penelitian terbaru mengungkap lengan pendek T-Rex berevolusi untuk menghindari gigitan.(Dok: Magnific) TYRANNOSAURUS\u00a0rex atau T-Rex selama ini dikenal sebagai predator puncak dengan rahang penghancur tulang, namun ukuran lengannya yang sangat pendek selalu menjadi misteri evolusi. Sebuah penelitian terbaru yang dipublikasikan dalam jurnal Acta Palaeontologia Polonica menawarkan teori baru: lengan pendek tersebut merupakan adaptasi untuk menghindari cedera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53406,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53405","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53405","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53405"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53405\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53406"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53405"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53405"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53405"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}