{"id":53377,"date":"2026-06-06T16:12:11","date_gmt":"2026-06-06T16:12:11","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/diet-intermittent-fasting-manfaat-risiko-otot-dan-pengaruh-usia\/"},"modified":"2026-06-06T16:12:11","modified_gmt":"2026-06-06T16:12:11","slug":"diet-intermittent-fasting-manfaat-risiko-otot-dan-pengaruh-usia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/diet-intermittent-fasting-manfaat-risiko-otot-dan-pengaruh-usia\/","title":{"rendered":"Diet Intermittent Fasting Manfaat, Risiko Otot, dan Pengaruh Usia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/06\/1780748155_e316548db2b0aede7cc3.jpg\" alt=\"Diet Intermittent Fasting: Manfaat, Risiko Otot, dan Pengaruh Usia\"\/><figcaption>Ilustrasi.(Magnific)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BANYAK\u00a0orang mengenal <i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/intermittent-fasting\" title=\"Intermittent fasting\">intermittent fasting<\/a><\/i> (IF) atau puasa intermiten sebagai metode ampuh untuk menurunkan berat badan, baik melalui pembatasan jendela makan harian maupun pengurangan kalori beberapa kali seminggu. Namun, studi terbaru mengungkapkan bahwa efektivitas dan dampak kesehatan dari metode ini sangat bergantung pada faktor usia, bahkan menyimpan risiko tersembunyi yang jarang disadari.<\/p>\n<p>Analisis komprehensif terhadap 28 uji klinis yang melibatkan lebih dari 1.800 orang dewasa menunjukkan bahwa puasa intermiten memang efektif menurunkan berat badan dan indeks massa tubuh (BMI) tanpa memandang usia atau jenis kelamin. Meski demikian, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penelitian\" title=\"penelitian\">penelitian<\/a> yang diterbitkan dalam jurnal <i>Nutrients<\/i> ini menemukan bahwa perjalanan metabolik setiap individu jauh dari kata seragam.<\/p>\n<p>Salah satu temuan yang paling mengkhawatirkan adalah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penurunan-berat-badan\" title=\"penurunan berat badan\">penurunan berat badan<\/a> sering kali dibayar mahal dengan hilangnya massa otot (<i>lean mass<\/i>), bukan sekadar lemak. Secara umum, sekitar 20%-30% dari berat badan yang hilang saat diet adalah otot. Bahkan, satu uji coba melaporkan angka ekstrem di mana 65% penurunan berat badan berasal dari jaringan otot.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/889620\/massa-otot-tinggi-dan-lemak-perut-rendah-bikin-otak-awet-muda\" title=\"Massa Otot Tinggi dan Lemak Perut Rendah Bikin Otak Awet Muda\" target=\"_blank\">Massa Otot Tinggi dan Lemak Perut Rendah Bikin Otak Awet Muda<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kondisi ini sangat berbahaya bagi lansia yang secara alami mengalami penurunan massa otot setiap tahun. Tanpa perencanaan yang matang, pelaku puasa intermiten berisiko menjadi lebih kurus tetapi\u00a0secara fisik lebih lemah.<\/p>\n<div style=\"background-color: #f9f9f9; border-left: 5px solid #2c3e50; padding: 15px; margin: 20px 0;\"><strong>Solusi: Puasa dengan Latihan Beban<\/strong><\/p>\n<p>Para ahli merekomendasikan kombinasi puasa dengan asupan protein tinggi dan latihan beban (<i>resistance training<\/i>). Penelitian menunjukkan bahwa pelaku puasa yang tetap melakukan olahraga aerobik atau angkat beban berhasil membakar lemak sekaligus mempertahankan massa otot mereka.<\/p>\n<\/div>\n<h2>Lonjakan Kolesterol LDL yang Mengejutkan<\/h2>\n<p>Selain masalah otot, studi ini menemukan anomali pada profil lemak darah. Berbeda dengan laporan sebelumnya yang menyebutkan puasa intermiten menurunkan kolesterol, tinjauan terbaru ini justru menemukan kecenderungan kenaikan kolesterol jahat (LDL-C) di hampir semua kelompok usia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897509\/ilmuwan-pelajari-orang-orang-langka-yang-kebal-terhadap-hiv\" title=\"Ilmuwan Pelajari Orang-Orang Langka yang Kebal terhadap HIV\" target=\"_blank\">Ilmuwan Pelajari Orang-Orang Langka yang Kebal terhadap HIV<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Kenaikan ini memicu peringatan bagi para praktisi kesehatan. Peneliti menekankan pentingnya pemantauan lipid secara rutin bagi mereka yang menjalani diet puasa, guna memastikan kesehatan jantung tetap terjaga meskipun indikator gula darah atau trigliserida membaik.<\/p>\n<h2>Kesimpulan: Bukan Solusi untuk Semua<\/h2>\n<p>Puasa intermiten tetap diakui sebagai alat manajemen berat badan yang efektif, tetapi bukan merupakan obat ajaib yang berlaku sama untuk semua orang. Respons fisiologis seseorang di usia 20-an akan sangat berbeda dengan mereka yang berusia 60-an.<\/p>\n<p>Kunci keberhasilan metode ini terletak pada kustomisasi: asupan protein yang cukup, aktivitas fisik yang mendukung otot, dan pemeriksaan kesehatan berkala. Perlakukan <i>intermittent fasting<\/i> sebagai salah satu alat dalam kotak peralatan gaya hidup sehat Anda, bukan satu-satunya solusi tunggal. (medicalxpress\/I-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897747\/diet-intermittent-fasting-manfaat-risiko-otot-dan-pengaruh-usia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi.(Magnific) BANYAK\u00a0orang mengenal intermittent fasting (IF) atau puasa intermiten sebagai metode ampuh untuk menurunkan berat badan, baik melalui pembatasan jendela makan harian maupun pengurangan kalori beberapa kali seminggu. Namun, studi terbaru mengungkapkan bahwa efektivitas dan dampak kesehatan dari metode ini sangat bergantung pada faktor usia, bahkan menyimpan risiko tersembunyi yang jarang disadari. Analisis komprehensif terhadap [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53378,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53377","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53377","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53377"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53377\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53378"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53377"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53377"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53377"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}