{"id":53337,"date":"2026-06-06T14:29:42","date_gmt":"2026-06-06T14:29:42","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/diguncang-gempa-34-m-warga-cianjur-kaget\/"},"modified":"2026-06-06T14:29:42","modified_gmt":"2026-06-06T14:29:42","slug":"diguncang-gempa-34-m-warga-cianjur-kaget","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/diguncang-gempa-34-m-warga-cianjur-kaget\/","title":{"rendered":"Diguncang Gempa 3,4 M, Warga Cianjur Kaget"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/06\/1780756026_83fd13a641dc80c11c2e.jpg\" alt=\"Diguncang Gempa 3,4 M, Warga Cianjur Kaget\"\/><figcaption>MONITOR: BPBD Kabupaten Cianjur langsung memonitoring laporan pascagempa darat bermagnitudo 3,4 pada Sabtu (6\/6\/2026) malam.(MI\/Benny Bastiandi)<\/figcaption><\/figure>\n<p>WARGA Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikagetkan terjadinya <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gempa\" title=\"gempa\">gempa<\/a> pada Sabtu (6\/6) sekitar pukul 19.57 WIB. Sebagian di antara mereka sempat berlarian ke luar rumah karena getarannya cukup besar.<\/p>\n<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa bermagnitudo 3,4 berlokasi pada 6.91 LS-107.11 BT atau 10 kilometer Barat Daya Kabupaten Cianjur. Episenter gempa cukup dangkal karena berada pada kedalaman 11 kilometer.<\/p>\n<p>&#8220;Gempanya tadi cukup besar. Awalnya saya kira ada kucing di atap. Ternyata gempa,&#8221; kata Yaya Rohaya, 64, warga Gang Harapan I Kelurahan Sayang Kecamatan Cianjur, Sabtu malam.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/870688\/gempa-dangkal-42-magnitudo-di-sukabumi-warga-cianjur-panik\" title=\"Gempa Dangkal 4,2 Magnitudo di Sukabumi, Warga Cianjur Panik\" target=\"_blank\">Gempa Dangkal 4,2 Magnitudo di Sukabumi, Warga Cianjur Panik<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Yaya sempat keluar rumah karena khawatir gempa berlangsung cukup lama. Sekaligus memastikan ke tetangganya kejadian gempa tersebut.\u00a0<\/p>\n<p>&#8220;Kalau ada gempa seperti ini masih trauma dengan kejadian waktu dulu. Makanya, setiap ada gempa, saya pasti langsung ke luar rumah,&#8221; pungkasnya.<\/p>\n<p>Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Cianjur, Samudra Wira Purnama, memastikan sejauh ini tidak ada laporan dampak gempa. Namun, kata Samudra, dirinya sudah menginstruksikan kepada petugas piket segera memonitoring lapangan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/630708\/gempa-bumi-dangkal-di-pantai-selatan-cianjur-karena-aktivitas-subduksi-lempeng\" title=\"Gempa Bumi Dangkal di Pantai Selatan Cianjur karena Aktivitas Subduksi Lempeng\" target=\"_blank\">Gempa Bumi Dangkal di Pantai Selatan Cianjur karena Aktivitas Subduksi Lempeng<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Termasuk memonitor laporan yang masuk ke <em>call<\/em> <em>center<\/em> BPBD. Mudah-mudahan tidak ada yang terdampak,&#8221; katanya melalui aplikasi perpesanan <em>WhatsApp<\/em>, Sabtu malam.<\/p>\n<p>Dirasakan di Sukabumi Getaran gempa juga dirasakan di Sukabumi. Iqbal Baqar, 50, penghuni rusunawa di Kota Sukabumi, mengaku merasakan getaran gempa.<\/p>\n<p>&#8220;Tapi cuma sebentar. Lebih kurang 1-2 detik terasa getarannya,&#8221; kata Iqbal. (BB\/E-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/jabar\/berita\/897777\/diguncang-gempa-34-m-warga-cianjur-kaget\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>MONITOR: BPBD Kabupaten Cianjur langsung memonitoring laporan pascagempa darat bermagnitudo 3,4 pada Sabtu (6\/6\/2026) malam.(MI\/Benny Bastiandi) WARGA Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, dikagetkan terjadinya gempa pada Sabtu (6\/6) sekitar pukul 19.57 WIB. Sebagian di antara mereka sempat berlarian ke luar rumah karena getarannya cukup besar. Berdasarkan informasi yang dihimpun dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53338,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53337","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53337","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53337"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53337\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53338"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53337"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53337"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53337"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}