{"id":53241,"date":"2026-06-06T10:14:38","date_gmt":"2026-06-06T10:14:38","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/bmkg-penurunan-suhu-malam-pagi-atau-bediding-bukan-tanda-cuaca-ekstrem\/"},"modified":"2026-06-06T10:14:38","modified_gmt":"2026-06-06T10:14:38","slug":"bmkg-penurunan-suhu-malam-pagi-atau-bediding-bukan-tanda-cuaca-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/bmkg-penurunan-suhu-malam-pagi-atau-bediding-bukan-tanda-cuaca-ekstrem\/","title":{"rendered":"BMKG Penurunan Suhu Malam-Pagi atau Bediding Bukan Tanda Cuaca Ekstrem"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/06\/1780740467_e4c95190d9083bb336ca.png\" alt=\"BMKG: Penurunan Suhu Malam-Pagi atau Bediding Bukan Tanda Cuaca Ekstrem\"\/><figcaption>Ilustrasi(MI\/Lilik Darmawan)<\/figcaption><\/figure>\n<p>BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bmkg\" title=\"BMKG\">BMKG<\/a>) meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena\u00a0<i><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/bediding\" title=\"Bediding\">bediding<\/a><\/i>\u00a0atau <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penurunan-suhu\" title=\"Penurunan Suhu\">penurunan suhu<\/a> udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cuaca-ekstrem\" title=\"Cuaca Ekstrem\">cuaca ekstrem<\/a>.<\/p>\n<p>&#8220;Perlu dipahami bahwa\u00a0<i>bediding<\/i>\u00a0bukanlah fenomena yang &#8216;melanda&#8217; seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,&#8221; kata Direktur Meteorologi Publik BMKG Ida Pramuwardani di Jakarta, Sabtu.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan rasa dingin yang menguat pada malam hingga pagi hari itu terjadi karena radiasi balik dari bumi dapat langsung dilepaskan ke atmosfer akibat tidak adanya awan. Kondisi tersebut kemudian diperkuat oleh rendahnya kelembapan udara serta meningkatnya pengaruh aliran massa udara kering dari Australia.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896819\/el-nino-2026-kekeringan-ancam-sejumlah-wilayah-indonesia\" title=\"El Nino 2026, Kekeringan Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia\" target=\"_blank\">El Nino 2026, Kekeringan Ancam Sejumlah Wilayah Indonesia<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Ahli bidang meteorologi BMKG ini menambahkan bahwa karakteristik suhu dingin musiman ini biasanya mulai terasa pada Juni dan dapat meningkat pada Juli hingga Agustus, khususnya ketika cuaca malam hari cerah dan angin timuran atau Monsun Australia semakin menguat.<\/p>\n<p>BMKG juga menegaskan bahwa fenomena\u00a0<i>bediding<\/i>\u00a0tidak terjadi secara merata di seluruh Indonesia, melainkan hanya di wilayah yang kondisi langitnya cerah, kelembapan udara rendah, dan curah hujannya mulai berkurang.<\/p>\n<p>Daerah yang biasanya lebih awal dan lebih jelas merasakan kondisi ini didominasi oleh wilayah Indonesia bagian selatan. Adapun wilayah tersebut meliputi Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Bali, wilayah selatan Jawa, kawasan dataran tinggi di Pulau Jawa, serta sebagian Sumatera bagian selatan seperti Sumatera Selatan dan Lampung.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/896375\/prakiraan-cuaca-jawa-tengah-hari-ini-potensi-banjir-rob-di-pantura\" title=\"Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Potensi Banjir Rob di Pantura\" target=\"_blank\">Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Hari Ini: Potensi Banjir Rob di Pantura<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Untuk itu, dia menyarankan ada baiknya masyarakat untuk memakai pakaian hangat dan memperbanyak air putih berikut agar lebih nyaman berkegiatan jika daerahnya mengalami kondisi demikian, lebih dingin ketimbang umumnya.<\/p>\n<p>Fenomena ini sebelumnya ramai diperbincangkan oleh warga internet (netizen) melalui sejumlah kanal media sosial, salah satunya akun Instagram @4climate, yang menyebutkan suhu dingin mulai melanda sejumlah wilayah selatan Indonesia. Bahkan wilayah Batu, Malang, Jawa Timur disebut bisa bersuhu 13-16 derajat Celcius pada pukul 03.00 &#8211; 06.00.<\/p>\n<p>Meskipun definisi\u00a0<i>bediding\u00a0<\/i>dalam unggahan tersebut secara umum sejalan dengan penjelasan meteorologi, BMKG memandang perlu memberikan edukasi agar publik dapat membedakan antara variasi iklim musiman yang normal dengan fenomena cuaca ekstrem sebagaimana respons publik dalam kanal komentar unggahan akun-akun media sosial. (Ant\/P-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/897702\/bmkg-penurunan-suhu-malam-pagi-atau-bediding-bukan-tanda-cuaca-ekstrem\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(MI\/Lilik Darmawan) BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) meluruskan narasi yang berkembang di media sosial dengan menegaskan bahwa fenomena\u00a0bediding\u00a0atau penurunan suhu udara pada malam hingga pagi hari bukan merupakan kejadian cuaca ekstrem. &#8220;Perlu dipahami bahwa\u00a0bediding\u00a0bukanlah fenomena yang &#8216;melanda&#8217; seperti kejadian cuaca ekstrem, melainkan kondisi musiman ketika udara terasa lebih dingin akibat berkurangnya tutupan awan,&#8221; kata [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53242,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53241","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53241"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53241\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53242"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}