{"id":53077,"date":"2026-06-06T02:36:49","date_gmt":"2026-06-06T02:36:49","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/wamen-umkm-dorong-bali-jadi-pusat-wellness-dunia\/"},"modified":"2026-06-06T02:36:49","modified_gmt":"2026-06-06T02:36:49","slug":"wamen-umkm-dorong-bali-jadi-pusat-wellness-dunia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/06\/wamen-umkm-dorong-bali-jadi-pusat-wellness-dunia\/","title":{"rendered":"Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/06\/1780712973_feba649549cef25ba568.jpg\" alt=\"Wamen UMKM Dorong Bali Jadi Pusat Wellness Dunia\"\/><figcaption>Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026(Kementerian UMKM)<\/figcaption><\/figure>\n<p>Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/helvi-moraza\" title=\"Helvi Moraza\">Helvi Moraza<\/a> mengajak para pengusaha UMKM memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengembangkan produk-produk<em> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/wellness\" title=\"wellness\">wellness<\/a> <\/em>dan <em>beauty <\/em>yang bernilai tambah tinggi serta memiliki daya saing di pasar global. Ajakan tersebut disampaikan Wamen UMKM saat membuka Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026 yang berlangsung di Bali Beach Convention Center, Sanur, Denpasar, Bali, pada 4-6 Juni 2026.<\/p>\n<p>\u201cPotensi kekayaan alam yang dimiliki berbagai daerah di Indonesia, termasuk Bali, sangat menjanjikan untuk dikembangkan menjadi produk wellness dan beauty yang berkualitas. Potensi ini dapat menjadi kekuatan Indonesia untuk tampil sebagai pusat wisata gaya hidup dan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kesehatan\" title=\"kesehatan\">kesehatan<\/a> kelas dunia,\u201d ujar Helvi.<\/p>\n<p>Dia menjelaskan Indonesia memiliki kekayaan biodiversitas yang sangat besar. Diperkirakan terdapat lebih dari 30.000 spesies tanaman Nusantara yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku produk perawatan tubuh, kecantikan, terapi herbal, hingga layanan kebugaran. Menurutnya, pengusaha UMKM Indonesia memiliki kemampuan untuk mengombinasikan kekayaan bahan alami tersebut dengan inovasi dan teknologi modern guna menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar internasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/795185\/bpom-dorong-pertumbuhan-industri-wellness-tanah-air\" title=\"BPOM Dorong Pertumbuhan Industri Wellness Tanah Air\" target=\"_blank\">BPOM Dorong Pertumbuhan Industri Wellness Tanah Air<\/a><\/strong><\/p>\n<p>\u201cHal ini terlihat dari pertumbuhan merek kecantikan lokal yang dalam beberapa tahun terakhir menjadi salah satu yang tercepat di Asia Tenggara. Ini menunjukkan bahwa produk Indonesia memiliki kualitas dan daya saing yang semakin diakui,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Berdasarkan data Sistem Informasi Data Tunggal (SIDT) UMKM, Indonesia memiliki lebih dari 57 juta UMKM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 92.689 usaha bergerak di sektor gaya hidup sehat dan kecantikan.<\/p>\n<p>Sementara itu, data Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian menunjukkan nilai industri kosmetika nasional mencapai Rp35,6 triliun pada 2025 dan diperkirakan terus meningkat. Lembaga riset asal Amerika Serikat, Inkwood Research, juga mencatat pasar kecantikan dan perawatan tubuh Indonesia menghasilkan nilai ekonomi lebih dari Rp161 triliun pada periode yang sama.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/888875\/program-wellness-diharapkan-dorong-produktivitas-dan-gaya-hidup-sehat-pekerja\" title=\"Program Wellness Diharapkan Dorong Produktivitas dan Gaya Hidup Sehat Pekerja\u00a0\" target=\"_blank\">Program Wellness Diharapkan Dorong Produktivitas dan Gaya Hidup Sehat Pekerja\u00a0<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Potensi tersebut semakin diperkuat oleh temuan Global Wellness Institute yang menempatkan Indonesia sebagai pasar wellness economy terbesar ketujuh di kawasan Asia-Pasifik dengan nilai mencapai lebih dari Rp1.000 triliun pada 2024.<\/p>\n<p>Sepanjang periode 2019-2024, pasar <em>wellness economy <\/em>Indonesia tumbuh rata-rata 7,5% per tahun. Di saat yang sama, jumlah perusahaan kosmetik nasional juga meningkat sekitar 16 persen, dari 1.292 perusahaan pada 2024 menjadi 1.500 perusahaan pada 2025 berdasarkan data Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Perhimpunan Perusahaan Kosmetika Indonesia (Perkosmi).<\/p>\n<p>\u201cPotensi ekonomi yang sangat besar ini merupakan peluang emas bagi pengusaha UMKM untuk memperluas pasar, baik di dalam negeri maupun di tingkat internasional,\u201d kata Helvi.<\/p>\n<p>Untuk mendukung pengembangan sektor tersebut, <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kementerian-umkm\" title=\"kementerian umkm\">Kementerian UMKM<\/a> terus memperkuat pembinaan dan pendampingan bagi pengusaha UMKM melalui berbagai program strategis, antara lain platform SAPA UMKM dan program Holding UMKM.<\/p>\n<p>Selain itu, Kementerian UMKM juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, Kementerian Ekonomi Kreatif, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak guna memperkuat ekosistem usaha wellness dan beauty melalui berbagai fasilitas pengembangan usaha.<\/p>\n<p>Upaya pengembangan kewirausahaan juga dilakukan melalui kerja sama dengan perguruan tinggi, termasuk Universitas Udayana sebagai mitra riset, serta bank-bank Himbara yang mendukung akses pembiayaan bagi pengusaha UMKM.<\/p>\n<p>\u201cKami sangat mendukung agar potensi lokal dapat terus diangkat dan dikembangkan. Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, langkah ini juga dapat meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat ekonomi daerah, dan menambah devisa negara,\u201d ujar Helvi.<\/p>\n<p>Dalam rangkaian kegiatan Bali Wellness and Beauty Expo 2026, Wamen UMKM juga mendeklarasikan pembentukan Indonesia Wellness and Beauty Enterpreneur Association (IWBEA), sebuah asosiasi yang menaungi para pengusaha di sektor wellness dan beauty Indonesia.<\/p>\n<p>Menurut Helvi, kehadiran IWBEA diharapkan menjadi wadah kolaborasi yang mampu mendorong inovasi, memperkuat penerapan standar industri, memperluas jejaring usaha, serta membangun kemitraan yang lebih kuat di seluruh rantai ekosistem industri.<\/p>\n<p>\u201cAsosiasi ini menjadi wadah pemersatu yang mendorong inovasi, memastikan penerapan standar, memperkuat kemitraan, dan memperluas jejaring ekosistem usaha,\u201d katanya.<\/p>\n<p>Helvi berharap IWBEA dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam merumuskan berbagai agenda pengembangan <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/industri-wellness\" title=\"industri wellness\">industri wellness<\/a> dan beauty nasional yang berkelanjutan, inklusif, serta memiliki daya saing global. (E-3)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/897610\/wamen-umkm-dorong-bali-jadi-pusat-wellness-dunia\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bali Wellness and Beauty (BWB) Expo 2026(Kementerian UMKM) Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Helvi Moraza mengajak para pengusaha UMKM memanfaatkan kekayaan alam Indonesia untuk mengembangkan produk-produk wellness dan beauty yang bernilai tambah tinggi serta memiliki daya saing di pasar global. Ajakan tersebut disampaikan Wamen UMKM saat membuka Bali Wellness and Beauty (BWB) [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":53078,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-53077","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53077","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=53077"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/53077\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/53078"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=53077"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=53077"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=53077"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}