{"id":52702,"date":"2026-06-05T07:39:19","date_gmt":"2026-06-05T07:39:19","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/05\/putri-kw-belum-berhasil-pecah-telur-lawan-chen-yu-fei-tiket-semifinal-lepas\/"},"modified":"2026-06-05T07:39:19","modified_gmt":"2026-06-05T07:39:19","slug":"putri-kw-belum-berhasil-pecah-telur-lawan-chen-yu-fei-tiket-semifinal-lepas","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/05\/putri-kw-belum-berhasil-pecah-telur-lawan-chen-yu-fei-tiket-semifinal-lepas\/","title":{"rendered":"Putri KW Belum Berhasil Pecah Telur Lawan Chen Yu Fei, Tiket Semifinal Lepas"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/05\/1780644130_14890fbd8a760d769415.jpg\" alt=\"Putri KW Belum Berhasil Pecah Telur Lawan Chen Yu Fei, Tiket Semifinal Lepas\"\/><figcaption>Ilustrasi(Dok PBSI)<\/figcaption><\/figure>\n<p>TUNGGAL putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menyesali hilangnya fokus pada momen-momen krusial saat menghadapi wakil Tiongkok, Chen Yu Fei, di perempat final <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/indonesia-open-2026\" title=\"Indonesia open 2026\">Indonesia Open 2026<\/a>. Ketergesaan dalam mengambil keputusan di akhir gim kedua membuat peluang memaksakan rubber game akhirnya sirna.<\/p>\n<p>Pada laga perempat final di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5\/6), Putri harus mengakui keunggulan peraih emas Olimpiade Tokyo 2020 itu dengan skor 13-21, 20-22. Hasil tersebut memperpanjang catatan buruk Putri yang belum pernah menang dalam empat pertemuan melawan Chen.<\/p>\n<p>Padahal, tunggal putri Indonesia itu sempat berada di posisi menguntungkan pada gim kedua. Putri unggul jauh 17-9 dan terlihat berada di jalur yang tepat untuk menyamakan kedudukan. Namun pengalaman Chen berbicara pada saat-saat menentukan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/896952\/indonesia-terbuka-2026-putri-kw-bidik-kemenangan-perdana-atas-chen-yu-fei-di-istora\" title=\"Indonesia Terbuka 2026: Putri KW Bidik Kemenangan Perdana atas Chen Yu Fei di Istora\" target=\"_blank\">Indonesia Terbuka 2026: Putri KW Bidik Kemenangan Perdana atas Chen Yu Fei di Istora<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Sebenarnya cukup puas dengan permainan saya dan cara mainnya. Cuma memang di gim kedua itu saya sempat unggul cukup jauh. Yang membuat saya kecewa, sedikit lagi saya bisa membawa pertandingan ke rubber game dan punya kesempatan menang. Tapi saat memasuki poin 18 malah jadi terburu-buru terus,&#8221; kata Putri.<\/p>\n<p>Perubahan tempo yang diakukan justru menjadi bumerang. Alih-alih menekan lawan, strategi tersebut malah memberi kesempatan bagi Chen untuk kembali masuk ke permainan.<\/p>\n<p>&#8220;Di saat setting mungkin terlihat saya mempercepat tempo permainan. Padahal kalau Chen Yu Fei dipercepat, dia masih mampu meng-cover dengan baik. Sebetulnya saya banyak mendapat poin dari reli-reli panjang. Sayangnya, di momen itu saya malah terburu-buru,&#8221; katanya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/896211\/putri-kw-tantang-michelle-li-di-16-besar-indonesia-terbuka-2026-siap-tampil-habis-habisan-di-istora\" title=\"Putri KW Tantang Michelle Li di 16 Besar Indonesia Terbuka 2026, Siap Tampil Habis-habisan di Istora\" target=\"_blank\">Putri KW Tantang Michelle Li di 16 Besar Indonesia Terbuka 2026, Siap Tampil Habis-habisan di Istora<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Keunggulan delapan poin yang sempat dimiliki Putri pun perlahan tergerus. Chen terus menempel hingga memperkecil ketertinggalan menjadi 16-18 sebelum akhirnya memaksakan kedudukan imbang 20-20. Dalam situasi genting tersebut, ketenangan dan konsistensi Chen menjadi pembeda.<\/p>\n<p>Putri mengakui mental bertanding lawannya menjadi salah satu faktor yang paling menyulitkan.<\/p>\n<p>&#8220;Yang menyulitkan dari Chen Yu Fei adalah fokusnya. Saat tertinggal, dia tetap berusaha mendapatkan satu poin demi satu poin. Walaupun ketinggalan cukup jauh, fokus dan konsistensi permainannya sangat kuat. Sementara saya masih banyak membuang poin dalam situasi seperti itu,&#8221; ungkapnya.<\/p>\n<p>Meski gagal melangkah ke semifinal, Putri menilai penampilannya kali ini memberikan banyak pelajaran berharga. Ia bertekad memperbaiki sejumlah aspek sebelum kembali bertanding di Japan Open. Fisik dan ketahanan mental menjadi dua hal utama yang akan menjadi fokus pembenahan.<\/p>\n<p>&#8220;Saya merasa yang harus ditingkatkan lagi adalah fisik dan cara berpikir saat bermain. Menjaga fokus di lapangan itu benar-benar menguras tenaga. Melawan pemain top empat dunia, menurut saya kita tidak boleh lengah sedikit pun sejak awal. Kalau sudah menemukan celah, harus benar-benar dijaga sampai pertandingan selesai,&#8221; tegasnya.<\/p>\n<p>Kemenangan atas Putri mengantar Chen Yu Fei ke babak semifinal. Di empat besar, pemain Tiongkok tersebut akan kembali berhadapan dengan rival utamanya yakni tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young. (H-2)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/olahraga\/897330\/putri-kw-belum-berhasil-pecah-telur-lawan-chen-yu-fei-tiket-semifinal-lepas\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ilustrasi(Dok PBSI) TUNGGAL putri Indonesia, Putri Kusuma Wardani, menyesali hilangnya fokus pada momen-momen krusial saat menghadapi wakil Tiongkok, Chen Yu Fei, di perempat final Indonesia Open 2026. Ketergesaan dalam mengambil keputusan di akhir gim kedua membuat peluang memaksakan rubber game akhirnya sirna. Pada laga perempat final di Istora Senayan, Jakarta, Jumat (5\/6), Putri harus mengakui [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52703,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52702","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52702","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52702"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52702\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52703"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52702"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52702"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52702"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}