{"id":52604,"date":"2026-06-05T03:09:22","date_gmt":"2026-06-05T03:09:22","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/05\/kemenhut-serahkan-wn-vietnam-tersangka-penyelundupan-796-kg-sisik-trenggiling-ke-kejari-cilegon\/"},"modified":"2026-06-05T03:09:22","modified_gmt":"2026-06-05T03:09:22","slug":"kemenhut-serahkan-wn-vietnam-tersangka-penyelundupan-796-kg-sisik-trenggiling-ke-kejari-cilegon","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/05\/kemenhut-serahkan-wn-vietnam-tersangka-penyelundupan-796-kg-sisik-trenggiling-ke-kejari-cilegon\/","title":{"rendered":"Kemenhut Serahkan WN Vietnam Tersangka Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling ke Kejari Cilegon"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/05\/1780628724_61160f7f6a719c9f3449.jpg\" alt=\"Kemenhut Serahkan WN Vietnam Tersangka Penyelundupan 796 Kg Sisik Trenggiling ke Kejari Cilegon\"\/><figcaption>Penyerahan seorang wn vietnam, tersangka penyelundupan 796 Kg sisik Trenggiling ke Kejari Cilegon(MI\/Rudi Kurniawansyah)<\/figcaption><\/figure>\n<p>KEMENTERIAN<b> <\/b>Kehutanan (<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kemenhut\" title=\"kemenhut\">Kemenhut<\/a>) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan resmi menyerahkan tersangka <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/penyelundupan\" title=\"Penyelundupan\">penyelundupan<\/a> <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/sisik-trenggiling\" title=\"sisik trenggiling\">sisik trenggiling<\/a> berinisial LVP kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/cilegon\" title=\"Cilegon\">Cilegon<\/a>. Warga negara <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/vietnam\" title=\"vietnam\">Vietnam<\/a> tersebut merupakan nakhoda kapal kargo yang diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan satwa liar lintas negara.<\/p>\n<p>Penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) ini dilakukan setelah berkas perkara dinyatakan lengkap atau P-21 oleh Jaksa Penuntut Umum. Proses penyerahan berlangsung dalam dua tahap, yakni penyerahan barang bukti dan pengecekan kapal pada Rabu (3\/6), disusul penyerahan tersangka LVP pada Kamis (4\/6).<\/p>\n<h3>Kronologi dan Barang Bukti<\/h3>\n<p>Kasus ini terungkap saat Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Banten mengamankan kapal kargo MV Hoi An 8 di wilayah Pelabuhan Merak. Kapal berbendera Vietnam tersebut sedianya membawa muatan resmi berupa 2.735 ton <em>steel coil<\/em>. Namun, dalam pemeriksaan mendalam, petugas menemukan puluhan koli berisi sisik trenggiling yang disembunyikan.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/politik-dan-hukum\/879100\/796-kilogram-sisik-trenggiling-diselundupkan-lewat-pelabuhan-merak-wn-vietnam-jadi-tersangka\" title=\"796 Kilogram Sisik Trenggiling Diselundupkan lewat Pelabuhan Merak, WN Vietnam Jadi Tersangka\" target=\"_blank\">796 Kilogram Sisik Trenggiling Diselundupkan lewat Pelabuhan Merak, WN Vietnam Jadi Tersangka<\/a><\/strong><\/p>\n<div style=\"border: 1px solid #ccc; padding: 15px; margin-bottom: 20px; background-color: #f9f9f9;\">\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #e2e2e2;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Detail Perkara<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px; text-align: left;\">Informasi<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Tersangka<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">LVP (Warga Negara Vietnam)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Jabatan<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Nakhoda\/Kapten Kapal MV Hoi An 8<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Barang Bukti Satwa<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">796,34 Kilogram Sisik Trenggiling (26 Koli)<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Estimasi Satwa Terbunuh<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">3.000 \u2013 4.000 Ekor Trenggiling<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Lokasi Kejadian<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #aaa; padding: 8px;\">Pelabuhan Merak, Banten<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<\/div>\n<h3>Komitmen Tegas Pemerintah<\/h3>\n<p>Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa langkah ini adalah bukti keseriusan negara dalam memberantas kejahatan lingkungan global. Ia menyoroti tren penyelundupan yang memanfaatkan jalur logistik resmi di pelabuhan-pelabuhan besar.<\/p>\n<p>\u201cPelabuhan harus menjadi benteng pengawasan, bukan pintu keluar bagi kekayaan hayati Indonesia ke pasar gelap. Kementerian Kehutanan tidak ingin Indonesia menjadi sumber, jalur, maupun tempat persinggahan perdagangan satwa liar ilegal,\u201d tegas Januanto pada Jumat (5\/6).<\/p>\n<p>Ia menambahkan, Kemenhut terus memperkuat sinergi dengan TNI AL, Polri, Bea Cukai, PPATK, hingga INTERPOL untuk mendalami aliran dana dan aktor intelektual di balik pengiriman ilegal ini.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/893322\/3-ton-sisik-trenggiling-hendak-diselundupkan-ke-kamboja-1-tersangka-ditahan\" title=\"3 Ton Sisik Trenggiling Hendak Diselundupkan ke Kamboja, 1 Tersangka Ditahan\" target=\"_blank\">3 Ton Sisik Trenggiling Hendak Diselundupkan ke Kamboja, 1 Tersangka Ditahan<\/a><\/strong><\/p>\n<h3>Ancaman Pidana Berat<\/h3>\n<p>Kepala Balai Gakkum Kehutanan Wilayah Jawa Bali Nusa Tenggara, Aswin Bangun, menjelaskan bahwa penyidik fokus pada pembuktian penguasaan barang ilegal oleh tersangka di atas kapal. Meski sudah masuk tahap penuntutan, pengembangan kasus tetap berjalan untuk melacak asal-usul sisik tersebut.<\/p>\n<p>Atas perbuatannya, tersangka LVP dijerat dengan pasal berlapis:<\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pasal 40A ayat (1) huruf f jo. Pasal 21 ayat (2) huruf c UU No. 32 Tahun 2024<\/strong> tentang Perubahan atas UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pasal 79 ayat (1) UU No. 1 Tahun 2023 (KUHP)<\/strong>.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li><strong>Pasal I ayat (1) UU No. 1 Tahun 2026<\/strong> tentang Penyesuaian Pidana.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<p>Tersangka kini terancam hukuman pidana penjara paling lama <strong>15 tahun<\/strong> dan denda maksimal <strong>Mata Uang Rupiah 5 miliar<\/strong>. Penegakan hukum ini diharapkan memberikan efek jera sekaligus melindungi ekosistem Indonesia dari ancaman kepunahan satwa dilindungi. (Z-1)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/nusantara\/897274\/kemenhut-serahkan-wn-vietnam-tersangka-penyelundupan-796-kg-sisik-trenggiling-ke-kejari-cilegon\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyerahan seorang wn vietnam, tersangka penyelundupan 796 Kg sisik Trenggiling ke Kejari Cilegon(MI\/Rudi Kurniawansyah) KEMENTERIAN Kehutanan (Kemenhut) melalui Direktorat Jenderal Penegakan Hukum (Gakkum) Kehutanan resmi menyerahkan tersangka penyelundupan sisik trenggiling berinisial LVP kepada Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon. Warga negara Vietnam tersebut merupakan nakhoda kapal kargo yang diduga kuat terlibat dalam jaringan perdagangan satwa liar lintas [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52605,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52604","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52604","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52604"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52604\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52605"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52604"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52604"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52604"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}