{"id":52167,"date":"2026-06-04T05:26:47","date_gmt":"2026-06-04T05:26:47","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/04\/art-raga-kreatif-di-jiwa-aktif-di-raga\/"},"modified":"2026-06-04T05:26:47","modified_gmt":"2026-06-04T05:26:47","slug":"art-raga-kreatif-di-jiwa-aktif-di-raga","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/04\/art-raga-kreatif-di-jiwa-aktif-di-raga\/","title":{"rendered":"ART RAGA Kreatif di Jiwa, Aktif di Raga"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/04\/1780550509_1845f5990d586c08483d.jpg\" alt=\"ART RAGA Kreatif di Jiwa, Aktif di Raga\"\/><figcaption>Art Raga, festival yang diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia(Dok.Istimewa)<\/figcaption><\/figure>\n<p><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/art-raga\" title=\"Art Raga\">ART RAGA<\/a>, sebuah <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/festival\" title=\"Festival\">festival<\/a> yang diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia, akan berlangsung pada 4-7 Juni 2026 di Pilates Re Bar Pondok Indah, Jakarta. Festival ini mengeksplorasi dan mentransformasi praktik <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/gaya-hidup\" title=\"Gaya Hidup\">gaya hidup<\/a> kontemporer menjadi pengalaman seni, di mana gerak menjadi pengalaman yang menyeluruh, kreativitas menjadi ruang refleksi, dan komunitas menjadi sumber energi bersama.\u00a0<\/p>\n<p>Dengan tema<em> Body \u2022 Mind \u2022 Soul<\/em>, ART RAGA menghadirkan rangkaian program terkurasi, ruang festival yang transformatif, serta berbagai pengalaman interaktif melalui workshop, pertunjukan, dan aktivitas interaktif yang mengajak audiens untuk kembali terhubung dengan diri sendiri maupun satu sama lain.<\/p>\n<p>Festival ini menghadirkan seniman, kolektif, dan praktisi kreatif dari berbagai generasi dan latar budaya, termasuk partisipan dari Indonesia, Malaysia, Polandia, dan Italia. Melalui berbagai media seperti lukisan, instalasi, suara, moving image, eksperimen digital, interaksi berbasis AI, pertunjukan, hingga seni partisipatif, ART RAGA merayakan perkembangan bahasa kreatif kontemporer yang melintasi batas disiplin dan budaya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/hiburan\/826193\/festival-market-2025-digelar-hadirkan-pengalaman-berbelanja-kuliner-dan-ruang-interaksi\" title=\"Festival Market 2025 Digelar, Hadirkan Pengalaman Berbelanja, Kuliner, dan Ruang Interaksi\" target=\"_blank\">Festival Market 2025 Digelar, Hadirkan Pengalaman Berbelanja, Kuliner, dan Ruang Interaksi<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Berbagai ruang interaksi dihadirkan di ART RAGA, mulai dari Immersive Room, Notanbox Room, Garden Room, hingga Wangsit AI, dimana menggabungkan interpretasi tarot dan teknologi AI dalam pengalaman interaktif bersama audiens. Selain menghadirkan pameran seni, festival ini juga menghadirkan rangkaian program berbasis gerak dan komunitas seperti pilates, yoga,<em> sound <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/healing\" title=\"healing\">healing<\/a><\/em>, sesi meditasi, <em>workshop kreatif, baby class, artist talk, healing with mahjong<\/em>, hingga Seduh Keluh, sebuah sesi berbagi dengan racikan herbal dan percakapan personal.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar festival, ART RAGA berkembang sebagai platform seni dan olahraga yang mendorong kolaborasi lintas disiplin antara seniman, atlet, praktisi, pemikir, komunitas dan pelaku bisnis. Melalui pertemuan dari berbagai perspektif dan praktik kreatif, ART RAGA membangun ekosistem yang hidup sekaligus menghadirkan pengalaman yang terhubung secara emosional, fisik, dan jiwa.<\/p>\n<p>Dengan menghadirkan seniman dari dalam dan luar negeri seperti Angki Purbandono, Budi Ubrux, Dadi Setiyadi, Nasirun, Dr. Justyna Gorowska, Irene Febry, Jatiwangi Art Factory, Popomangun, Roger Ng Wei Lun, Valerio Vincenzo, dan Yessiow bersama lebih dari 20 seniman lainnya yang akan berpartisipasi melalui lebih dari 40 karya dan kolaborasi kreatif. Festival ini dikembangkan bersama tim kuratorial ART RAGA yang terdiri dari Mona Liem, Wibert Deil, dan Dhanny Sanjaya.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/611957\/festival-ultraluxe-hadirkan-barang-mewah-dari-perhiasan-hingga-jam-tangan\" title=\"Festival UltraLuxe Hadirkan Barang Mewah dari Perhiasan Hingga Jam Tangan\" target=\"_blank\">Festival UltraLuxe Hadirkan Barang Mewah dari Perhiasan Hingga Jam Tangan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Di tengah kehidupan urban yang semakin cepat dan penuh distraksi, ART RAGA hadir sebagai festival multidisiplin yang mengajak audiens untuk kembali terhubung dengan tubuh, pikiran, dan pengalaman personal melalui seni. Mengusung tema <em>Body \u2022 Mind \u2022 Soul<\/em>, festival ini melihat seni bukan hanya sebagai sesuatu yang dilihat, tetapi juga dirasakan dan dialami secara langsung. Melalui perpaduan seni, gerak dan interaksi sosial, ART RAGA menghadirkan ruang refleksi di tengah gaya hidup modern yang serba cepat.<\/p>\n<p>Karya-karya yang ditampilkan bergerak lintas medium dan pendekatan, mulai dari karya visual, instalasi imersif, eksperimen digital, hingga pengalaman interaktif berbasis AI. Ruang seperti Immersive Room, Notanbox Room, dan Garden Room dirancang untuk menciptakan pengalaman yang lebih dekat dan personal bagi pengunjung.<\/p>\n<p>Sementara itu, Wangsit AI menawarkan pengalaman tarot berbasis AI yang menggabungkan teknologi dan intuisi, sedangkan Seduh Keluh menghadirkan ruang intim untuk berbagi cerita dalam suasana hangat dan reflektif. Melalui berbagai karya ini, seni hadir sebagai medium untuk membangun koneksi emosional, percakapan, dan pengalaman bersama.<\/p>\n<p>Lebih dari sekadar festival seni, ART RAGA menjadi ruang pertemuan antara seniman, kreator, praktisi, \u00a0komunitas dan pelaku bisnis lintas disiplin. Festival ini memperluas batas pameran seni konvensional dengan menghadirkan gerak, meditasi, <em>workshop<\/em>, dan aktivitas wellness sebagai bagian utuh dari pengalaman artistik. Di sini, tubuh tidak lagi diposisikan sebagai penonton pasif, melainkan sebagai ruang arsip pengalaman, medium interaksi, sekaligus ruang penyembuhan bersama.\u00a0<\/p>\n<p>ART RAGA menunjukkan bagaimana seni kontemporer hari ini semakin dekat dengan kehidupan sehari-hari, menjadi ruang untuk bergerak, berinteraksi, beristirahat sejenak, dan menemukan kembali keseimbangan di tengah kehidupan modern. (RO\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/humaniora\/896871\/art-raga-kreatif-di-jiwa-aktif-di-raga\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Art Raga, festival yang diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia(Dok.Istimewa) ART RAGA, sebuah festival yang diinisiasi oleh Connected Art Platform dan Cinta Senyum Indonesia, akan berlangsung pada 4-7 Juni 2026 di Pilates Re Bar Pondok Indah, Jakarta. Festival ini mengeksplorasi dan mentransformasi praktik gaya hidup kontemporer menjadi pengalaman seni, di mana gerak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52168,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52167","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52167","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52167"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52167\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52168"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52167"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52167"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52167"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}