{"id":52153,"date":"2026-06-04T04:52:37","date_gmt":"2026-06-04T04:52:37","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/04\/indonesia-respons-tambahan-tarif-as-10-persen-dan-tudingan-isu-kerja-paksa\/"},"modified":"2026-06-04T04:52:37","modified_gmt":"2026-06-04T04:52:37","slug":"indonesia-respons-tambahan-tarif-as-10-persen-dan-tudingan-isu-kerja-paksa","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/04\/indonesia-respons-tambahan-tarif-as-10-persen-dan-tudingan-isu-kerja-paksa\/","title":{"rendered":"Indonesia Respons Tambahan Tarif AS 10 Persen dan Tudingan Isu Kerja Paksa"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/04\/1780548381_48243249e836aefa59d4.jpg\" alt=\"Indonesia Respons Tambahan Tarif AS 10 Persen dan Tudingan Isu Kerja Paksa\"\/><figcaption>Foto udara operator melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (20\/5\/2025)(ANTARA FOTO\/Andry Denisah\/rwa.)<\/figcaption><\/figure>\n<p>PEMERINTAH Indonesia menyiapkan respons atas\u00a0usulan Perwakilan Dagang <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/amerika-serikat\" title=\"Amerika Serikat\">Amerika Serikat<\/a> (USTR) soal tarif tambahan\u00a010 persen terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/produk-ekspor\" title=\"produk ekspor\">produk ekspor<\/a> asal Indonesia. Langkah AS ini merupakan buntut dari hasil investigasi terkait pencegahan impor barang hasil <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/kerja-paksa\" title=\"kerja paksa\">kerja paksa<\/a> (<em>forced labor<\/em>).<\/p>\n<p>Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto mengungkapkan pemerintah\u00a0mencermati dokumen hasil investigasi sementara yang didasarkan pada <em>Section 301 Trade Act of 1974<\/em> tersebut.<\/p>\n<div style=\"padding: 15px; border-left: 5px solid #2196F3; background-color: #f1f8ff; margin: 20px 0;\"><strong>Poin Utama Investigasi USTR:<\/strong><\/p>\n<ul>&#13;<\/p>\n<li>Indonesia masuk dalam kelompok 6 negara (bersama Kanada, Ekuador, Uni Eropa, Meksiko, dan Pakistan) yang dinilai belum efektif menegakkan larangan impor barang hasil kerja paksa.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>Usulan tarif tambahan untuk Indonesia sebesar 10 persen.<\/li>\n<p>&#13;<\/p>\n<li>54 negara lain terancam tarif lebih tinggi, yakni 12,5 persen.<\/li>\n<p>&#13;\n<\/ul>\n<\/div>\n<p>Haryo menegaskan Indonesia menghormati Hak Asasi Manusia (HAM) dan standar ketenagakerjaan internasional.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/790096\/pengamat-tidak-mudah-negosiasi-tarif-dengan-as\" title=\"Pengamat: Tidak Mudah Negosiasi Tarif dengan AS\" target=\"_blank\">Pengamat: Tidak Mudah Negosiasi Tarif dengan AS<\/a><\/strong><\/p>\n<p>&#8220;Pemerintah akan menindaklanjuti proses ini melalui penyampaian tanggapan tertulis (<em>written comment<\/em>) dan partisipasi aktif dalam dengar pendapat publik (<em>public hearing<\/em>) yang dijadwalkan oleh USTR,&#8221; ujar Haryo di Jakarta, Kamis (4\/6).<\/p>\n<p>Selain menyiapkan pembelaan secara formal, pemerintah berkomitmen memperkuat sistem pengawasan internal. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa rantai pasok barang yang masuk maupun keluar dari Indonesia bersih dari praktik kerja paksa.<\/p>\n<p>Langkah proteksionisme yang diambil pemerintahan Presiden Donald Trump ini dipandang sebagai upaya untuk mempertahankan kebijakan tarif setelah sebelumnya menghadapi berbagai hambatan hukum di internal Amerika Serikat. Indonesia memilih jalur komunikasi konstruktif guna memitigasi dampak ekonomi yang lebih luas bagi para eksportir nasional.<\/p>\n<table style=\"width: 100%; border-collapse: collapse; margin-top: 20px;\">&#13;<\/p>\n<thead>&#13;<\/p>\n<tr style=\"background-color: #eeeeee;\">&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Kategori Negara<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Usulan Tarif Tambahan<\/th>\n<p>&#13;<\/p>\n<th style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px; text-align: left;\">Status Hukum<\/th>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;\n\t<\/thead>\n<p>&#13;<\/p>\n<tbody>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Indonesia &amp; 5 Negara Lain<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">10%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Memiliki regulasi, dinilai belum efektif<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<\/p>\n<tr>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">54 Negara Lain<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">12,5%<\/td>\n<p>&#13;<\/p>\n<td style=\"border: 1px solid #dddddd; padding: 8px;\">Belum memiliki hukum larangan<\/td>\n<p>&#13;<br \/>\n\t\t<\/tr>\n<p>&#13;<br \/>\n\t<\/tbody>\n<p>&#13;<br \/>\n<\/table>\n<p>(Ant\/H-4)<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/ekonomi\/896863\/indonesia-respons-tambahan-tarif-as-10-persen-dan-tudingan-isu-kerja-paksa\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Foto udara operator melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Kendari New Port, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (20\/5\/2025)(ANTARA FOTO\/Andry Denisah\/rwa.) PEMERINTAH Indonesia menyiapkan respons atas\u00a0usulan Perwakilan Dagang Amerika Serikat (USTR) soal tarif tambahan\u00a010 persen terhadap produk ekspor asal Indonesia. Langkah AS ini merupakan buntut dari hasil investigasi terkait pencegahan impor barang hasil kerja paksa (forced [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52154,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52153","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52153","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52153"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52153\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52154"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52153"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52153"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52153"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}