{"id":52018,"date":"2026-06-03T22:02:34","date_gmt":"2026-06-03T22:02:34","guid":{"rendered":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/kecerdasan-iran-dan-kekalahan-trump-netanyahu\/"},"modified":"2026-06-03T22:02:34","modified_gmt":"2026-06-03T22:02:34","slug":"kecerdasan-iran-dan-kekalahan-trump-netanyahu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/2026\/06\/03\/kecerdasan-iran-dan-kekalahan-trump-netanyahu\/","title":{"rendered":"Kecerdasan Iran dan Kekalahan Trump-Netanyahu"},"content":{"rendered":"<p> <br \/>\n<\/p>\n<div>\n<figure class=\"main-img\">\n                                <img decoding=\"async\" class=\"zoomable\" src=\"https:\/\/asset.mediaindonesia.com\/news\/2026\/06\/04\/1780513365_cfdc960a253ed58662a1.jpg\" alt=\"Kecerdasan Iran dan Kekalahan Trump-Netanyahu\"\/><figcaption>(MI\/Seno)<\/figcaption><\/figure>\n<p>IRAN telah memutus komunikasi dengan AS setelah kesepakatan yang telah dicapai antara tim perunding Iran dan AS, dimediasi Pakistan, diamendemen Presiden AS Donald Trump dengan syarat yang lebih ketat terkait dengan Selat Hormuz, program nuklir dan 440 kg nuklir mereka yang telah diperkaya 60%, dan pencairan dana Iran senilai US$12 miliar yang dibekukan AS. Untuk memaksa Iran menerima amendemen Trump, AS menyerang situs militer dan radar Iran di Provinsi Hormozgan, dekat pelabuhan Bandar Abbas. Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyerang pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain yang digunakan untuk menyerang Iran.<\/p>\n<p>Yang mengejutkan, Iran justru mengeluarkan ultimatum sebagai syarat dimulainya perundingan. Pertama, Israel harus segera mengosongkan Libanon selatan. Bila mereka tidak melakukan itu, Iran akan menyerang Israel utara. Memang sejak gencatan senjata Hizbullah-Israel yang dicapai pada 24 November 2024, Israel tak menepatinya. Padahal Hizbullah telah meninggalkan Libanon selatan hingga ke Sungai Litani. Israel tidak hanya bertahan di lima titik strategis di Libanon, tapi juga setiap hari menyerang warga dan infrastruktur sipil di sana. Hizbullah baru menyerang Israel tiga hari setelah pemimpin spiritual Iran Ayatullah Ali Khamenei dibunuh Israel di awal agresi mereka, 28 Februari.<\/p>\n<p>Kedua, Israel juga harus berhenti menyerang warga Gaza. Memang dalam beberapa hari belakangan, PM Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan perluasan pendudukan Israel di Gaza dari 53%, sesuai dengan kesepakatan gencatan senjata Israel-Hamas yang dimediasi AS pada Oktober tahun lalu, menjadi 70%. Di luar itu, militer Israel (IDF) terus melancarkan serangan terhadap warga sipil Gaza, membatasi masuknya bantuan kemanusiaan internasional, dengan tujuan memaksa warga Palestina meninggalkan tanah air mereka. Ketiga, Trump harus mencabut bloakade AS atas kapal kargo dan tanker yang datang dan menuju pelabuhan Iran. Hanya dengan memenuhi tiga ultimatum itu, Teheran bersedia berunding dengan AS lagi.<\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/894638\/garda-revolusi-iran-sebut-pangkalan-as-jadi-target-serangan-balasan\" title=\"Garda Revolusi Iran Sebut Pangkalan AS Jadi Target Serangan Balasan\" target=\"_blank\">Garda Revolusi Iran Sebut Pangkalan AS Jadi Target Serangan Balasan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Sejak itu nada suara Trump dan Menlu Marco Rubio terhadap Iran berubah lembut. Tak ada lagi kata &#8216;harus&#8217;. Bahkan, Trump mencerca Netanyahu dan mendesaknya untuk segera menghentikan perang di Libanon. Trump tidak saja balik badan terhadap Netanyahu, tapi juga membuka komunikasi dengan Hizbullah yang ditetapkan AS sebagai kelompok teroris. Fenomena itu menggambarkan meningkatnya <em>leverage<\/em> Iran <em>vis a vis<\/em> AS. Apa penyebabnya? Ternyata pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Mujtaba, putra mendiang Ali Khamenei, telah memerintahkan IRGC dan para pakar nuklir Iran untuk membangun bom nuklir dalam waktu dua minggu. <em>Know how<\/em>-nya diperoleh dari Rusia. Tiongkok pun mendukungnya.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>NUKLIR IRAN<\/strong><\/p>\n<p class=\"related-news\"><strong>Baca juga :\u00a0<a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/internasional\/894324\/iran-nyatakan-kesiapan-akhiri-ketegangan-di-timur-tengah-desak-as-tunjukkan-keseriusan\" title=\"Iran Nyatakan Kesiapan Akhiri Ketegangan di Timur Tengah, Desak AS Tunjukkan Keseriusan\" target=\"_blank\">Iran Nyatakan Kesiapan Akhiri Ketegangan di Timur Tengah, Desak AS Tunjukkan Keseriusan<\/a><\/strong><\/p>\n<p>Tidak jelas apakah Iran telah memiliki bom nuklir atau masih dalam proses pembuatannya. Namun, pembicaraan tentang pembentukan aliansi baru yang melibatkan Qatar, Arab Saudi, Mesir, Turki, Pakistan, Iran, dan Tiongkok menjelaskan mereka merespons terhadap &#8216;kepastian&#8217; Iran akan muncul sebagai <em>superpower<\/em> regional. Toh, AS tak lagi bisa diandalkan sebagai penjamin keamanan negara Arab. Iran tidak saja akan memiliki bom nuklir, tapi juga mengontrol Selat Hormuz yang sangat strategis bagi keamanan energi, pangan, dan ekonomi dunia. Dus, agresi Trump-Netanyahu terhadap Iran tidak hanya gagal melahirkan rezim baru, tetapi juga mengikis hegemoni AS dan Israel.<\/p>\n<p>Memang agresi AS-Israel, ketika perundingan Iran-AS yang dimediasi Oman di Jenewa terkait dengan program nuklir Iran sedang mengalami kemajuan signifikan, merupakan blunder historis. Rezim mullah Iran tidak hanya tetap eksis, tapi juga makin kuat dan menakutkan. Kalau nanti Iran dan AS kembali berunding berbasis pada 14 klausul yang dibuat Iran, tidak mungkin lagi AS bisa memaksa kehendak mereka, yaitu pembongkaran program nuklir Iran, pembatasan program rudal balistik, pembubaran &#8216;poros perlawanan&#8217;, dan pembukaan Selat Hormuz tanpa <em>fee<\/em> seperti sediakala. Ayatullah Mujtaba Khamenei telah menegaskan nuklir sebagai aset nasional harus dijaga sebagaimana Iran menjaga teritorium mereka.<\/p>\n<p>Blunder historis itu dimulai ketika Trump, atas bujukan Netanyahu dan monarki Teluk, mundur dari kesepakatan multilateral nuklir Iran atau Rencana Aksi Komprehensif Bersama (JCPOA) yang dicapai pada 2015. Trump mengecamnya sebagai kesepakatan paling dungu yang pernah dilakukan AS. JCPOA mengharuskan program nuklir Iran membatasi kadar pengayaan uranium pada aras 3,67% dengan pengawasan ketat badan PBB (IAEA). Imbalasannya, Iran diizinkan mengekspor energi mereka ke pasar global. Trump menganggap JCPOA terlalu menguntungkan Iran sehingga ia mendesak perundingan ulang dengan tuntutan tambahan berupa Iran harus membatasi program rudal mereka dan membubarkan poros perlawanan.<\/p>\n<p>Mundurnya Trump di periode pertama pemerintahannya (2017-2021) disertai tekanan maksimum sebagai <em>leverage<\/em> untuk memaksa Iran menyetujui syaratnya. Iran menampik meskipun tekanan maksimum Trump memukul telak ekonomi Iran. Iran bertahan pada kesepakatan itu selama setahun karena Inggris, Prancis, dan Jerman sebagai penanda tangan JCPOA berjanji akan konsisten pada kesepakatan itu. Namun, ketika janji itu tak dipenuhi, Teheran mulai memperkaya uranium hingga 60% guna meningkatkan <em>leverage<\/em> mereka <em>vis a vis<\/em> AS. Di era Presiden Joe Biden, perundingan dengan Iran dibuka kembali. Namun, kesepakatan tidak tercapai karena Biden menambah sejumlah sanksi baru.<\/p>\n<p>Segera setelah kembali ke Gedung Putih pada Januari 2025, Trump mengajak Iran berunding di Oman. Pada Mei, saat perundingan memasuki putaran keenam, Trump menyatakan perundingan mengalami kemajuan pesat. Ternyata itu hanya kedok. Pada Juni, AS masuk gelanggang untuk membantu Israel menyerang Iran. AS mengebom situs-situs nuklir Iran. Perang 12 hari itu menewaskan lebih dari seribu warga Iran, termasuk puluhan petinggi IRGC dan pakar nuklir. Teheran membalas dengan meluncurkan 350-an <em>drone<\/em> dan rudal ke Israel dan menyasar pangkalan AS di Qatar. Serangan yang diharapkan menciptakan kondisi politik yang memungkinkan <em>regime change<\/em> gagal.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>DEMONSTRASI DAN AGRESI<\/strong><\/p>\n<p>Pada akhir Desember lalu, kaum bazar di Teheran memprotes jatuhnya nilai mata uang riyal dan inflasi melejit. Dengan cepat demonstrasi itu membesar dan merambah ke seluruh kota besar Iran. Trump dan Netanyahu mengaku orang-orang mereka di Iran mengorkestrasi demonstrasi, menewaskan ribuan orang menyusul aparat Iran bertindak keras. Belakangan, Trump pun mengakui AS memasok senjata kepada komunitas Kurdi di barat Iran. Alhasil, peristiwa berdarah itu hendak dimanfaatkan Netanyahu untuk sekali lagi membujuk Trump menyerang Iran. Dengan mengutip info dari Mossad bahwa rezim Iran dalam posisi lemah dan bahwa kaki tangan Israel di sana telah siap mengambil alih pemerintahan apabila Khamenei dan petinggi IRGC telah dibunuh.<\/p>\n<p>Lagi-lagi agresi dilakukan saat mediator Oman mengatakan perundingan putaran kedua antara Iran dan AS di Jenewa mengalami kemajuan substansial. Iran memberikan konsesi signifikan berupa pencairan uranium yang telah diperkaya, membeli pesawat komersial AS, dan membuka sektor energi mereka bagi perusahaan AS meskipun Iran tetap menolak pembatasan program rudal dan pembubaran poros perlawanan. Agresi AS-Israel berhasil menewaskan Khamenei, petinggi IRGC, politikus senior, dan menghancurkan infrastruktur sipil vital Iran. Hasilnya, Iran justru berubah menjadi macan luka. IRGC langsung melancarkan perang asimteris dengan menyasar pangkalan militer AS di seluruh monarki Teluk, Irak, Yordania, dan Israel.<\/p>\n<p>Bahkan, untuk pertama kalinya Iran menutup Selat Hormuz dan menghantam infrastruktur energi dan sipil negara Arab sekutu AS dan Israel. Kataib Hizbullah di Irak dan Hizbullah di Libanon, proksi Iran dalam poros perlawanan, ikut terjun ke medan laga. Alhasil, realitas geopolitik regional dan internasional yang tercipta dari perang mengejutkan Trump dan Netanyahu. Pangkalan militer AS yang tadinya dianggap sebagai aset <em>deterrence<\/em> berubah menjadi mangsa Iran. Sejumlah <em>drone<\/em>, jet tempur, dan helikopter canggih AS dirontokkan Iran. Puluhan tentara mereka tewas. Rakyat AS dan komunitas global marah akibat krisis ekonomi dunia. Sejak berdiri pada 1948, Israel babak belur. Ekonomi mereka morat-marit, keresahan sosial mencuat, dan militer mereka melemah. Kendati Iran juga menderita, resiliensi mereka tetap terjaga.<\/p>\n<p>Kewalahan menghadapi Iran, Trump menawarkan gencatan senjata. Operasi <em>Epic fury<\/em> berakhir pada 8 April. Namun, dengan posisi Iran yang kuat setelah menguasai Selat Hormuz, Trump meningkatkan <em>leverage<\/em> AS dengan memblokade Iran. Sayangnya AS harus menghadapi pemilu paruh waktu pada 4 November saat dukungan rakyat AS terhadap <a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/tag\/perang-iran\" title=\"Perang Iran\">perang Iran<\/a> hanya sekitar 30%. Dus, kalau perang Iran tidak diakhiri segera, Partai Republik akan kalah telak. Dus, itu menambah <em>leverage<\/em> Iran. Apalagi Arab dan dunia tidak mendukung poisisi AS. Tak kurang penting, Trump gagal membujuk Tiongkok menekan Iran membuka Selat Hormuz. Draf Resolusi DK PBB yang dibuat AS-Bahrain yang menuntut Iran membuka Selat Hormuz diveto Tiongkok dan Rusia.<\/p>\n<p>\u00a0<\/p>\n<p><strong>IRAN PERUNDING ULUNG<\/strong><\/p>\n<p>Dalam analisis di atas, yang menggambarkan Trump tak punya lagi kartu untuk menghadapi Iran, yang dikenal sebagai perunding ulung (<em>tough negotiator<\/em>), inilah yang memaksanya mengakomodasi tuntutan utama Iran. Menurut nota kesepahaman (MoU) yang terdiri dari 14 kalusul yang sebelumnya sudah disetujui tim perunding AS, isu program nuklir Iran hanya akan dirundingkan pada tahap berikut. Selat Hormuz dibuka secara bertahap dan AS harus mengakui kepemilikannya oleh Iran dan Oman yang akan mengenakan <em>fee<\/em> bagi kapal asing yang melintasinya. Lalu, AS mencabut sanksi, pelepasan aset Iran, memberikan kompensasi atas kerugian yang diderita Iran akibat agresi AS-Israel. Sebagai tambahan, Israel harus mundur dari Gaza.<\/p>\n<p>Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baghaei mengingatkan kembali peristiwa historis terkait dengan Kaisar Romawi Marcus Julius Philippus, dalam pesan yang ditujukan kepada Washington, yang memerintahkan pasukan Romawi berbaris menuju timur melawan Persia hanya untuk dipaksakan membuat perdamaian dengan syarat-syarat yang ditentukan Dinasti Sasaniyah. Andaikan tidak mengikuti kemauan Netanyahu untuk menyerang Iran, Trump tak akan menghadapi rasa malu seperti sekarang ini, yang meruntuhkan reputasi AS sebagai negara adidaya yang tak dapat dikalahkan. Memang belum tentu semua yang dituntut Iran akan dipenuhi Trump mengingat lobi Yahudi dan para <em>hawkish<\/em> di AS masih menentang Trump memberikan konsesi besar terhadap Iran.<\/p>\n<p>Penyebabnya, selain kemenangan Iran akan meredupkan cita-cita Zionis membangun Israel Raya sehingga kehendak mereka menjadi hegemon utama di kawasan tinggal mimpi, Netanyahu akan diadili karena terlibat suap dan korupsi, serta gagal mencapai tujuan perangnya, yaitu menundukkan Iran, Hamas, dan Hizbullah. Apa boleh buat, Trump memprioritaskan kepentingan kekuasaannya dan performa Partai Republik. Terlebih, dukungan rakyat AS terhadap Israel tidak pernah serendah sekarang. Perang Iran hanya untuk mempromosikan kepentingan Israel, bukan kepentingan rakyat AS yang harus membayar pajak untuk membiayai perang yang mahal secara ekonomi, politik, dan militer.<\/p>\n<p>Tak mengherankan mantan Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menuduh Netanyahu mengubah Israel menjadi &#8216;<em>banana republic&#8217;<\/em> di tengah kritik yang meluas tentang upaya-upaya pimpinan AS mencapai kesepakatan dengan Iran. Saat berbicara di program <em>Meet the Press Channel 12<\/em>, Lieberman menegaskan <em>deal<\/em> apa pun yang membiarkan kepemimpinan Iran tetap berkuasa merupakan &#8216;bencana&#8217; bagi Israel. Iran mendemonstrasikan resiliensi sepanjang konflik, yang membuat Teheran mampu memproyeksikan kekuatan dalam berurusan dengan AS dan sekutu-sekutu mereka. Kenyataan pahit itu tak bisa dilepaskan dari ambisi Netanyahu yang tidak realistis dan kepercayaan diri berlebihan Trump. Variabel itu membutakan mereka dari realitas objektif Iran dan kawasan sehingga kecerdasan Iran mengeksploitasi kemampuan maksimal mereka bisa membalikkan keadaan. <em>Wallahu a&#8217;lam bish-shawab<\/em>!<\/p>\n<\/p><\/div>\n<p><br \/>\n<br \/><a href=\"https:\/\/mediaindonesia.com\/opini\/896777\/kecerdasan-iran-dan-kekalahan-trump-netanyahu\">Source link <\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>(MI\/Seno) IRAN telah memutus komunikasi dengan AS setelah kesepakatan yang telah dicapai antara tim perunding Iran dan AS, dimediasi Pakistan, diamendemen Presiden AS Donald Trump dengan syarat yang lebih ketat terkait dengan Selat Hormuz, program nuklir dan 440 kg nuklir mereka yang telah diperkaya 60%, dan pencairan dana Iran senilai US$12 miliar yang dibekukan AS. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":52019,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[5],"tags":[],"class_list":["post-52018","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-news"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52018","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=52018"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/52018\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/52019"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=52018"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=52018"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/faktaberita.info\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=52018"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}